10 Alasan Kenapa Daun Anggrek Berubah Kuning

Kenapa daun anggrek saya berubah kuning?

Sebab daun anggrek berubah kuning memiliki beberapa alasan. Salah satu yang paling umum adalah karena layu atau bermasalah dengan kelembaban. Semua anggrek yang sehat pasti akan mengalaminya saat menjelang mati. Namun, daun anggrek yang menguning bisa menjadi pertanda ada yang tidak beres dengan bunga anggrek kamu. Apakah sebabnya?

daun anggrek kuning

Berita bagusnya, kamu tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mengetahui apakah penyebabnya. Saya telah merangkum 10 kemungkinan alasan mengapa daun anggrek berubah kuning.

10 Penyebab Daun Anggrek Berubah Kuning

Pertama, saya berikan rangkuman singat sepuluh penyebab daun anggrek berubah kuning secara umum sebagai berikut:

1. Terpapar sinar matahari langsung berlebihan
2. Suhu rendah
3. Suhu tinggi
4. Tergenang air berlebihan
5. Kematian alami dedaunan yang sudah tua
6. Perubahan lingkungan yang mendadak
7. Air keras dan bahan kimia
8. Pupuk berlebihan
9. Kekurangan nutrisi
10. Infeksi bakteri, jamur, atau virus

Berikut ini saya paparkan secara lebih gamblang mengenai 10 penyebab tersebut. Saya juga telah merangkum beberapa cara yang bisa kamu aplikasikan apabila kamu menjumpai hal semacam ini.

Baca Juga: Cara Menanam Bibit Anggrek dari Batang yang Telah Mati 

1. Terpapar Sinar Matahri Langsung Berlebihan

Di habitat aslinya, anggrek memang hidup di lingkungan yang teduh. Biasanya di bawah pepohonan besar yang jarang terkena sinar matahari langsung. Hanya beberapa saat terpapar sinar matahari. Namun, yang perlu kamu ketahui bahwa anggrek ini tidak boleh terpapar sinar kuat matahari langsung, tetapi juga harus terpapar beberapa saat. 

Oleh karena itu, ketika kamu merawat anggrek di rumah, kamu harus memastikan bahwa tanaman kamu menerima banyak cahaya, tetapi pastikan itu adalah sinar matahari tidak langsung, bukan sinar matahari langsung.

Kenapa Daun Anggrek Berubah Kuning
Daun anggrek yang berubah kuning karena terlalu sering terpapar sinar matahari

Gambar di atas adalah bunga anggrek yang disimpan di dekat jendela selama musim kemarau dan sering terpapar sinar matahari. Bunganya selalu mekar beberapa waktu. Namun, saya ragu jika bunga tersebut akan tetap mekar pada waktunya jika tetap didiamkan di tempat tersebut. Alasannya adalah karena seringnya terpapar sinar matahari secara langsung.

2. Temperatur Rendah

Umumnya, anggrek dapat tumbuh baik di suhu antara 15 - 27 derajat Celsius. Suhu ini sebagian besar merupakan suhu ruangan sehingga anggrek cocok dijadikan sebagai tanaman hias dalam rumah. 

Jika anggrek tumbuh pada suhu di bawah 15 derajat Celsius, maka anggrek bisa mengalami tekanan berlebihan. Akibatnya, kamu akan melihat daun menguning secara progresif dan mungkin juga ada penurunan ketahanan daun. Ini dapat berkembang lebih lanjut menjadi kecoklatan atau menghitamnya daun, yang pada akhirnya menyebabkan kematian tanaman.

Ini adalah masalah yang cukup mudah diatasi. Cukup kamu letakkan anggrek di suhu yang sejuk atau dalam ruangan yang memiliki suhu perkiraan di atas 15 derajat Celsius. Jika kamu masih khawatir, kamu bisa meletakkan termometer ruangan dimana kamu meletakkan tanaman kamu.

3. Temperatur Tinggi

Selain temperatur rendah, temperatur tinggi juga bisa menjadi penyebabnya. Meskipun rata-rata anggrek ditemukan di lokasi tropis seperti Indonesia yang mana suhunya tergolong panas, kebanyakan anggrek tumbuh di bawah kanopi. Anggrek tumbuh di bawah pepohonan yang teduh dengan suhu sejuk.

Saat suhu di sekeliling anggrek meningkat perlahan di atas suhu 27 derajat Celsius, maka anggrek akan mengurangi efisiensi metabolisme normal. Akibatnya, daun anggrek akan berubah menguning dan jika masalah ini tidak segera kamu perbaiki, maka sila jumpa anggrek kamu menghitam dan mati.

4. Tergenang Air Berlebihan

Anggrek yang saya tanam pernah tergenang air hujan selama berhari-hari dan belum sempat untuk diperbaiki karena kesibukan berhari-hari. Saat hujan sudah mulai jarang turun, saya periksa kembali tanaman anggrek saya. Wah, semua daunnya layu dan menguning. Saat itu, saya masih belum tahu cara terbaik untuk mengatasinya. Ditambah jika genangan air huja telah membuat beberapa tanaman anggrek saya layu.

Jadi, untuk masalah seperti ini, jika menjumpai tanaman anggrek kamu tergenang air, segeralah untuk memindahkan tempat anggrek kamu. 
Selain itu, yang perlu kamu perhatikan adalah bagaimana kamu menyiramnya. Pada dasarnya, tanaman anggrek hanya membutuhkan sedikit air sehingga lebihmudah untuk menyiramnya. Siramlah ketika media pot anggrek benar-benar kering. Caranya adalah dengan semprotan air.

Untuk perawatan anggrek, tidak perlu digambyor. Apabila kamu menyiram air yang berlebihan, maka akibatnya juga bisa kamu lihat pada akarnya. Akar anggrek akan terlihat melunak dan bisa-bisa membusuk perlahan. Untuk masalah ini, kamu harus berhati-hati! 

5. Daun Berubah Kuning karena Menua

Kamu menjumpai daun anggrek yang menguning pada bagian pangkalnya, maka sebutlah hal tersebut normal terjadi. Daun anggrek tersebut sudah tua dan layu semestinya. Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkannya.

Kenapa daun anggrek berubah kuning
Daun tangkai bunga anggrek yang menua

Hal ini terjadi karena tanaman anggrek merasa untuk menggugurkan daunnya yang sudah cukup tua untuk mengefisiensi metabolisme. Anggrek akan menumbuhkan dedaunan baru dengan tujuan pertumbuhan.

Jika tanaman anggrek kamu menunjukkan daun yang menguning lebih rendah dekat tungkainya, maka jangan lakukan apa-apa, Biarkan saja rontok secara alami, jatuh dengan sendirinya. Jangan membuangnya karena tanaman anggrek akan melakukannya secara perlahan.

Saya sendiri tidak akan menyalahkan untuk membuang daun anggrek yang menguning secara manual, karena saya sendiri pun juga tidak menyukainya. Namun, yang perlu kamu ketahui adalah jika membuang daun anggrek secara manual bisa menjadi pemicu munculnya penyakit pada tanaman. Jadi, biarkan saja daun anggrek rontok dengan sendirinya.

6. Perubahan Lingkungan yang Terjadi Tiba-Tiba

Setiap perubahan lingkungan yang tiba-tiba pasti akan menyebabkan perubahan pada setiap obyek di sekitarnya, termasuk tanaman. Contoh kasus sederhananya adalah ketika kamu baru membeli anggrek dari toko, kemudian memindahkan tanaman anggrek dari tempat asalnya ke tempat baru. Bisa saja anggrek mengalami tekanan untuk beradaptasi di lingkungan barunya. Anggrek akan meresponnya dengan tanda menguningnya daun atau menjatuhkan bunganya.

Jika ini yang terjadi, maka yang perlu kamu lakukan adalah memperhatikan tempat tumbuhnya anggrek. Pastikan lingkungan dan media tanam anggrek ideal untuk keperluan pertumbuhannya. Mungkin saat awal-awal tanaman anggrek akan menunjukkan gejala ini. 

7. Air Keras dan Bahan Kimia

Mungkin, masalah yang disebabkan oleh hal satu ini jarang dijumpai. Namun, jika air di lingkungan kamu menuai masalah seperti ini, seperti umumnya kota besar. Apakah yang akan kamu lakukan?

Saya menjumpai beberapa kali air di kota metropolitan, air yang ditadah memiliki pH yang cukup tidak wajar. Kadang saya menjumpai air ledeng di kota besar yang sangat masam atau sangat asin. Jika air ledeng yang kamu gunakan diperlakukan berlebihan dengan klorin, maka anggrek yang kamu siram dengan air tersebut bisa saja menunjukkan dedaunannya yang menguning. 

Tingkat kalsium dan magnesium terlarut yang berlebihan dalam air keras, dapat mengganggu kemampuan tanaman untuk menyerap zat gizi esensial lainnya, yang menyebabkan defisiensi dan berbagai masalah pertumbuhan dan daun, termasuk daun menguning.

Air ledeng kadang diperlakukan khusus sesuai denga kebutuhan manusia. Dan terkadang, perlakuan air semacam ini, jika menyiramkannya pada anggrek bisa menyebabkan anggrek mengalami tekanan atau stres. Akhirnya, dedaunan anggrek pun menguning sebagai efek timbal baliknya.

Jika kamu berusaha mencari tahu alasan mengapa daun anggrek kamu berubah kuning dan tidak menemukan hasil apa-apa, maka ada baiknya kamu inspeksi hasil air keranmu. Ada baiknya kamu tadah air hujan atau menggunakan filter air khusus untuk menyiram bunga anggrek kamu.

8. Pupuk Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Apalagi, anggrek tidak terlalu banyak memerlukan pupuk kimia untuk pertumbuhannya. Saya tahu, memberikan pupuk tujuannya juga untuk menyuburkan tanaman. Namun, ada baiknya kamu ketahui hal ini.

Nutrisi yang berlebihan seperti kalsium, mangan, seng, tembaga atau fosfor dapat mencegah penyerapan zat besi oleh anggrek Anda, yang sebenarnya akan menyebabkan gejala kekurangan zat besi, seperti menguningnya daun (klorosis).

Anggrek umumnya adalah tanaman parennial yang hanya membutuhkan sedikit mineral. Pupuk berlebihan hanya akan membuat terhambat dalam efisifikasi zat hara. Penggunaan pupuk alami jauh lebih baik. Kamu bisa gunakan pupuk kandang sebagai media tanam yang telah disisipkan antara sabut kelapa atau cacahan pakis atau sekam.

Saat kamu baru memindahkan anggrek ke media tanam baru, jangan gunakan pupuk kimian. Ada baiknya menunggu beberapa waktu untuk kemudian memberikannya. Praktik normal saya untuk menyuburkan anggrek adalah menggunakan pupuk yang larut dalam air yang ¼ hingga ½ dari kekuatan yang akan saya gunakan pada tanaman hias lainnya. Saya sebenarnya cenderung menggunakan pupuk larut air yang telah diformulasikan khusus untuk anggrek.

9. Kekurangan Mineral

Berlebihan tidak baik, kekurangan pun juga demikian. Hal umum terkait kekurangan mineral yang bisa menyebabkan daun anggrek berubah kuning adalah nitrogen, besi, mangan, dan seng. Kamu bisa mengatasinya dengan menambahkan pupuk yang sesuai. 

10. Penyakit karena Bakteri, Jamur, dan Virus

Daun anggrek yang menguning juga bisa menjadi pertanda bahwa tanaman anda terkenak penyakit. Akan tetapi, penyakit yang menjangkit tanaman umunya disertai pula bintik-bintik kuning atau bercak pada daunnya. Jadi, jika kamu menjumpai permasalah seperti ini, segera waspadai!

Selain pada daun, kamu juga bisa melihat pembusukan pada akar. Biasanya penyebab umum adalah jamur. Pembusukan akar dapat berlangsung sangat cepat dan dapat dengan cepat membunuh tanaman yang sebelumnya sehat. Jika kamu melihat anggrek kamu mengalami daun menguning, salah satu hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memeriksa akarnya.

Cara mengatasi akar anggrek yang membusuk
Terlihat bagian bawah akar anggrek yang membusuk

Akar yang terkena busuk akar biasanya berwarna coklat atau hitam, lunak dan rapuh. Jika tanaman masih memiliki beberapa akar yang sehat, mereka dapat diselamatkan, tetapi Anda harus menghilangkan semua akar busuk dengan gunting atau gunting yang tajam dan steril.

Cara terbaik yang bisa dicoba untuk mengobatinya adalah menyemprotkan atau menyeka daun yang terkena penyakit dengan fungisida yang sesuai. Secara umum, pendekatan yang lebih baik adalah menghilangkan daun yang terkena dan membuangnya, sebelum merawat daun sehat dengan fungisida, jika ada penyakit awal, belum terlihat pada bagian lain dari tanaman, atau spora, yang dapat menyebabkan penyakit. 

Pisahkan bagian yang sakit dengan yang sehat, kemudian seprot dengan pestisida yang sesuai.
Salin itu, perawatan terbaik untuk permasalahan ini adalah dengan menghilangkan bagian daun yang terserang, atau semua daun yang terserang, jika infeksinya parah.Kamu bisa melakukannya dengan pisau atau gunting steril. Berhati-hatilah untuk membuat potongan menjadi jaringan yang sehat, tujuannya untuk menghindari penyebaran penyakit.

Setelah dedaunan yang terkena dihilangkan, kamu harus mengambil tindakan untuk mencegah infeksi ulang.

Beberapa orang suka menggunakan semprotan bakterisida spektrum luas, atau fungisida, untuk mencegah infeksi jamur oportunistik. Alternatifnya, adalah menggunakan larutan hidrogen peroksida 3% encer ke area tanaman yang terkena. Hidrogen peroksida juga merupakan salah satu bakterisida alami. Tip lainnya adalah menerapkan kayu manis dengan hati-hati di sepanjang potongan yang telah kamu buat. Cara ini akan menyebabkan dehidrasi luka, mengurangi risiko infeksi ulang. 

8 comments for "10 Alasan Kenapa Daun Anggrek Berubah Kuning"

  1. Saya ingat kalo belanda itu negeri yang banyak Anggreknya, apakah anggrek hanya cocok di daerah dingin ?

    ReplyDelete
  2. Paling umum terjadi pada tumbuhan adalah kuning karena menua. Kalo daun masih terhitung muda, mungkin beberapa alasan tersebut perlu dicermati yah

    ReplyDelete
  3. Semua bunga daunya akan menguning yak? Dalam keadaan tertentu. Terutama klo sudah melayu dan menua. Harus ada nutrisi yang cukup biar gak layu.

    ReplyDelete
  4. Coba bahas tentang lidah buaya, manfaat nya juga ....

    ReplyDelete
  5. Anggrek saya di pohon jambu nempelnya dan di luar ruangan. Terpapar sinar matahari langsung alhamdulillah tidak menguning daunnya. Beberapa yang sudah tua baru menguning atau kadang pada saat kemarau

    ReplyDelete
  6. Baru punya satu tanaman anggrek. Jenisnya Dendrobium.., pingin nambah lagi blm ada duit buat beli he..he..

    ReplyDelete
  7. bisa menjadi tips untuk lebih mengenal beberapa ekosistem tumbuhan di sekitar kita :)

    ReplyDelete
  8. Terimakasih informasinya gan, mungkin bisa ditambahkan 1 lagi yakni anggreknya kurang perhatian 😄🤭

    ReplyDelete

Post a comment