Akar Anggrek Bulanmu Membusuk? Cobalah Budidaya Anggrek Hidroponik (Water Orchid Culture)

 Budidaya Anggrek Hidroponik (Water Orchide Cultural/WOC)

Budidaya Anggrek Hidroponik


Pernahkan kamu mendengar istilah WOC sebelumnya? Yup, di luar negeri teknik ini dikenal luas oleh petani anggrek untuk mengantisipasi terjadinya anggrek yang akarnya membusuk. Sederhananya adalah cara menanam anggrek dengan media air ini cukup penting untuk kamu.

Biasanya, jika menjumpai kasus akar anggrek yang membusuk, petani anggrek di luar negeri akan memindahkannya. Sebelum anggrek mereka benar-benar mati, maka petani anggrek akan menggunakan teknik WOC (Water orchid culture) untuk menumbuhkan akarnya kembali.

Teknik ini tidak bisa dibilang mudah, sebab jika salah perhitungan, maka bisa-bisa tanaman anggrek kamu mati. Tanda-tanda awal yang bisa kamu lihat jika ternyata akar anggrek kamu membusuk adalah daun anggrek yang layu dan menguning dengan tidak wajar.

Namun, apa salahnya untuk belajar? 

Saya sendiri awal mencoba karena anggrek bulan saya yang menguning tiba-tiba. Setelah diteliti, ternyata pemberian pupuk oleh ibu saya overdosis dan kelebihan penyiraman.

Awal kali saya mengenal teknik WOC ini karena kasus 'kematian' anggrek bulan saya tersebut. Atau lebih tepatnya akan mati. Lalu, saya iseng mencari, apakah ada cara untuk menyelamatkan anggrek yang berada 'di ujung kehidupannya'? 

Maka, setelah riset kesana kemari, ketemulah saya dengan teknik ini, teknik budidaya anggrek dalam air atau dikenal juga Budidaya anggrek hidroponik (Water Orchid Culture).

Sebagaimana akar anggrek saya membusuk perlahan. Kasus ini memang sering dijumpai pada anggrek bulan. Sebab, anggrek bulan sangat rentan membusuk, juga sangat rentan mengering.

Apakah menanam Anggrek dengan media air benar-benar bisa dilakukan seorang pemula?

Jika ditanya demikian, maka jawaban saya adalah "Pengalaman adalah guru berharga." 
Cobalah dahulu, setiap orang pasti pernah menjadi pemula. Dan pengalaman mereka lah yang membuatnya menjadi ahli perlahan di bidangnya.

Awal kali saya mencoba, anggrek bulan saya akhirnya benar-benar mati. Hal itu disebabkan minimnya bahan dan alat yang saya gunakan. Serta, di sisi lain sangat terbatasnya pengetahuan tentang hal itu.

Meski juga perlu dicatat, anggrek bulan saya tersebut sejak awal sudah dalam keadaan yang istilahnya sekarat.

Karena itulah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman yang saya miliki. Setelah mencoba berulang kali, akhirnya saya mengerti dimana letak kesalahan saya. 

Setidaknya jika bisa membantu kamu, saya sangat bersyukur.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan Water orchid culture?

Sebagian besar petani anggrek menggunakan campuran kulit kayu yang dibuat khusus untuk tanaman, tetapi ada metode lain yang bahkan lebih efektif dan cukup mengejutkan… budidaya anggrek dalam air.

Anggrek bisa sangat rentan dengan lingkungan pertumbuhannya. Media yang basah atau terinfeksi mikroorganisme dapat menyebabkan anggrek tidak sehat jika tidak dirawat dengan benar.

Anggrek bersifat epifit, tetapi ada juga yang terestrial. Setiap varietas memiliki preferensi medianya sendiri-sendiri, tetapi rata-rata, semua jenis media anggrek dapat dicampur dengan baik. 

Akan tetapi, bunga anggrek yang datang langsung dari pembibitan mungkin memiliki akar yang secara alami terbenam dalam sphagnum moss

Hal tersebut bagus untuk menjaga akar tetap lembab tapi buruk apabila membiarkannya mengering, dan juga bisa menjadi tempat patogen. Itulah sebabnya, anggrek bulan seringkali ditanam dalam spaghnum moss karena sifatnya yang menyukai lembab, tetapi mudah mati jika perawatannya tidak benar.

Jika kamu melihat bunga anggrekmu tampak pucat daunnya, mungkin sudah waktunya untuk melepas pot dan memeriksa kondisi akarnya. Inspeksi visual adalah cara termudah untuk menentukan apakah tanaman memiliki masalah akar atau pseudobulb (tunggul akar). 

Penanaman anggrek secara hidroponik dapat menjadi solusi bagi tanaman yang masih terlalu basah. Penanaman ini bergantung pada rotasi pertumbuhan dan perawatan yang terdiri dari 2 hari perendaman dalam air dan 5 hari pengeringan (biasanya, tetapi setiap tanaman berbeda). 

Cara hidroponik anggrek lebih mirip dengan habitat liar tanaman anggrek sendiri dan membiarkan akarnya bernafas dalam kondisi lembab.

Waktu yang tepat untuk memindahkan anggrek dalam media hidroponik

Segera pindah saat bunga anggrek yang mekar berguguran

Meskipun kamu bisa segera memindahkannya dalam media tanam air, tetapi saya sendiri akan memilih untuk menunggu bunga anggrek rontok.

Kenapa?

Pemilihan waktu ini memiliki sisi positif: Kamu dapat melihat secara langsung bagaimana akarnya, bagaimana kondisi pertumbuhannya, dan masalah apa yang mungkin muncul sebelum menempatkan anggrek di samping anggrek lain dalam koleksi kamu.

Memindahkan Media Tanam Anggrek


Di sisi lain, anggrek juga perlu beradaptasi dengan lingkungan barunya. 

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah jika kamu telah membudidayakan anggrek selama beberapa tahun menggunakan sekam, perlit, arang, dan media pot yang lebih tradisional, dan kemudian memutuskan untuk memindahkannya ke kultur hidroponik penuh, anggrek kamu kemungkinan besar akan mati.

Coba pindahkan anggrek segera setelah kamu mendapatkannya atau tepat setelah bunganya rontok. 

Cara Menanam Anggrek dalam Air

Anggrek yang tumbuh di air mengalami bentuk epifit yang mungkin dialami tanaman secara perlahan untuk proses adaptasi. Anggrek epifit yang tumbuh di tanah sangat sedikit dan menyerap banyak kelembapan dari udara. 

Hal itu berarti, kelembabab anggrek tetap terjaga, tetapi penyiraman harus diperhatikan supaya tidak terlalu lembab hingga membuat akarnya membusuk.

Cara Menanam Anggrek dengan Air

Menanam anggrek dalam air memungkinkan kelembaban anggrek terjaga dan terhindar dari patogen. Namun, cara ini juga rentan karena membutuhkan keahlian serta pemahaman mendalam.

Teknik dan Metode

1. Cukup buka pot tanaman, keluarkan semua media (termasuk lumut dan potongan kulit kayu). Singkirkan perlahan akar yang membusuk dari bagian akar lain yang segar.

Mengembalikan akar anggrek yang membusuk

2. Kemudian bilas akar dengan baik. Gunakan pemangkas steril (Mis. Gunting yang telah disterilkan), potong dengan hati-hati bagian akar yang berubah warna atau busuk.

Pastikan akar anggrek benar-benar bersih dari media tanam sebelumnya!

3. Anggrek kamu yang telah dibersihkan, siap untuk ditanam hidroponik. 

Beberapa petani suka menggunakan bubuk antijamur, hidrogen peroksida, atau kayu manis untuk lebih membersihkan akar. Ini tidak diperlukan dalam penanaman anggrek hidroponik kecuali tanaman anggrek kamu memiliki masalah busuk yang serius. 

Anggrek Hidroponik

Kamu dapat menempatkan anggrek di wadah apa pun dengan ruang yang cukup untuk akar tumbuh, tetapi menggunakan boto atau gelas kaca sangat disarankan karena kamu dapat mengamati perkembangannya.

Wadah tidak perlu terlalu besar, yang penting cukup untuk menopang anggrek tetap berdiri.

Banyak petani anggrek hidroponik juga menggunakan kerikil tanah liat di bagian bawah untuk membantu menopang akar dan mengangkat tajuk dari kelembapan untuk mencegah pembusukan. 

Medianya mungkin terlihat mudah - bukankah semuanya hanya air? 

Tapi ada tipe baik dan buruk. Beberapa kota mengolah air keruh sampai penuh dengan bahan kimia dan bisa sangat beracun bagi tanaman. 

Alternatif yang lebih baik adalah menggunakan air hujan, atau suling. Penting untuk menggunakan air hangat agar tanaman tidak stress menghadapi lingkungan baru. 

Catatan penting ketika kamu memutuskan untuk budidaya anggrek hidroponik… 

Beberapa petani membiarkan anggrek mereka di air sepanjang waktu dengan penggantian air mingguan atau dua mingguan. 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membiarkan bonggol anggrek terendam air.

Juga, jangan rendam keseluruhan akar anggrek dalam air. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya akar anggrek tetap bisa bernapas.

Amati tanamanmu dengan cermat untuk mencari petunjuk tentang pertumbuhannya secara berkelanjutan.

Seperti apakah yang diperkirakan saat awal melakukan Budidaya Anggrek Hidroponik?

Mungkin, hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah hal yang cukup tidak menyenangkan. Sebab, hal itu sudah saya alami sendiri hingga pada akhirnya anggrek saya mati. Yup, karena pada dasarnya sejak awal sebelum dipindah pun keadaan anggrek saya sudah menyedihkan.

Akan seperti apa?

Mungkin, yang bisa diamati adalah akar-akar tua anggrek berguguran, menyusut, dan mati. Hal itu karena akar-akar anggrek selama ini tumbuh dengan menyesuaikan adaptasi media tanam lumut, sepah, atau sabut.

Jika kemudian mereka dipindah pada media tanam yang sungguh berbeda, maka hal yang bisa diprediksikan adalah matinya akar-akar tua itu. Namun, jangan khawatir. Anggrek akan merespon dengan menumbuhkan akar-akar baru yang mampu beradaptasi dengan air.

Bisa jadi daun akan menguning dan rontok. Ini, sekali lagi, adalah anggrek yang beradaptasi dengan media pot barunya dan mencoba mencari cara terbaik untuk menyampaikan energi apakah ia akan menghasilkan akar baru. 

Karena akar yang lebih tua praktis tidak efisien dalam menyerap air dan nutrisi melalui media baru ini, anggrek kamu akan kehilangan nutrisi sampai akar barunya tumbuh.

Bagaimana cara memupuk anggrek yang ditanam dalam air?

Pemupukan anggrek yang ditanam dalam air tentunya akan berbeda dengan anggrek yang ditanam dengan media tanam tradisional. Apakah yang perlu diperhatikan?

Pemupukan anggrek tidak dilakukan dengan penyemprotan kemudian kamu biarkan saja selama berhari-hari.

Cara yang benar ketika memupuk anggrek yang ditanam hidroponik adalah dengan mengaplikasikan pupuk (Dosis sedikit dan sesuai) ke dalam air, kemudian biarkan akar anggrek menyerapnya selama beberapa menit. Kemudian, kamu ganti air dengan air baru.

Biarkan anggrek terendam di dalam air selama beberapa menit, ganti air, tambahkan pupuk, biarkan meresap, ganti air, dan air terakhir inilah yang boleh dibiarkan selama 5 hari.


Cara Menanam Anggrek dengan Media Air


Itulah beberapa kiat yang bisa saya bagi untuk kamu. Jika kamu memiliki pertanyaan, jangan sungkan tempel uneg-uneg kamu di kolom komentar. Stay Healthy!

7 comments for "Akar Anggrek Bulanmu Membusuk? Cobalah Budidaya Anggrek Hidroponik (Water Orchid Culture)"

  1. Saya jadi pingin mencoba budaya tanaman hidroponik ini, apalagi di tengah pandemi seperti ini untuk mengatasi kejenuhan + menambah hobi baru

    ReplyDelete
  2. Wah saya baru tau juga nih kalau anggrek juga bisa ditanam pakai hidroponik. Saya kira anggrek itu identik dengan menempel pada sesuatu gitu

    ReplyDelete
  3. Cakep yah anggrek ini untuk pelengkap tata letak di atas meja. Terlihat lebih minimalis juga serta segar. Anggrek Hidroponik juga bisa menjadi pilihan karena gak bakal bikin khawatir kalo airnya merembes *ehehe

    ReplyDelete
  4. Wah, ternyata cara pemupukannya khusus juga ya. Kalau nanam sayur hidroponik ya tinggal kasih ABmix tanpa harus berpikir gonta ganti air. Tapi anggrek beda dan ini yang perlu perhatian lebih dari lainnya.

    ReplyDelete
  5. Pengen beli anggrek kalau langsung gua tanam di air gini aman ga ya

    ReplyDelete
  6. Yang lagi Gandrung Ama anggrek. Cara ini recommended lah. Bisa dicoba pokoke.

    ReplyDelete
  7. Mantep ka. Jd tau bagaimana agar angrrek tidak layu. Sangat informatif buat saya yang ingin mencoba

    ReplyDelete

Post a comment