Anggrek Ekor Tupai (Rhynchostylis gigantea)

Anggrek ekor tupai memiliki nama latin Rhynchostylis gigantea atau kadang hanya disebut dengan nama genusnya, Rhynchostylis merupakan jenis tanaman termofilik.

Penamaan ekor tupai pada jenis anggrek ini berdasarkan perbungaannya yang menjuntai ke bawah yang mana apabila semakin rimbun, maka bunga semakin bagus.

Anggrek ekor tupai memiliki bunga dan bau yang sangat khas. Ia memiliki bau yang terkesan pedas saat mekar di mana umumnya semerbak menjelang malam ketika cuaca sedang hangat.

Karakteristik anggrek ekor tupai

Anggrek ekor tupai

Rhynchostylis gigantea berasal dari Myanmar, Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, Vietnam, Cina, Kalimantan, dan Indonesia. 

Di Myanmar, tanaman ini ditemukan di dekat daerah Rangoon dan Toung-ngoo dan hampir di mana-mana di wilayah utara, tetapi tidak tumbuh di provinsi Tenasserim di selatan. 

Di Thailand, mereka ditemukan di sebagian besar wilayah daratan dari daerah timur sekitar Prachinburi utara melalui Nakorn Sawan dan Loei ke daerah Chiengmai di utara. Umumnya anggrek ekor tupai tumbuh pada ketinggian 265 m di atas permukaan laut. 

Jenis anggrek ini juga ditemukan di distrik Kanburi di barat daya, tepatnya di utara semenanjung Thailand. Di Laos, tanaman ini ditemukan di Dataran Vientiane dan di wilayah Bolovens. 

Di Kamboja, mereka ditemukan di Mt. Camchay. Di Vietnam, jenis anggrek ini mudah dijumpai di wilayah kota Ho Chi Minh dan Quangtri. 

Di Indonesia, tanaman ini tumbuh di pulau Anambas dan pulau-pulau lain di Laut Cina. Di Kalimantan tanaman ini banyak ditemukan di dataran rendah.

Baca juga: Jenis Anggrek Dendrobium Keriting

Morfologi anggrek ekor tupai

Anggrek ekor tupai merupakan tanaman epifit berukuran sedang, monopodial, tumbuh pada suhu hangat sampai panas, dengan tinggi dapat mencapai 61 cm.

Bunga ini memiliki batang tegap, linier, sangat tebal, beralur, berlobus di apikal hingga 30 cm dan memiliki lebar daun 5 hingga 7,5 cm.

Bunga anggrek ekor tupai umumnya berwarna putih dengan tambahan ungu atau kemerahan. Bibir bunganya biasanya juga berwarna merah-ungu dan biasanya akan warna akan memudar pada dasar bunganya.

Cara menanam anggrek ekor tupai

anggrek ekor tupai

Menanam anggrek ekor tupai bukan perkara yang sulit meskipun kamu seorang pemula. Anggrek ini akan tumbuh dengan baik jika kamu meletakkan di tempat dengan paparan cahaya matahari tidak langsung.

Bahkan, kamu bisa meletakkan anggrek ini di dalam rumah, terutama di dekat jendela untuk menjaga asupan cahaya yang diterima tetap terjaga.

Kamu bisa menggunakan pot tanah liat dengan drainase air di samping, atau di keranjang kayu yang diisi dengan banyak kulit kayu atau batu lava yang tidak mudah rusak.

Yang penting untuk kamu ingat adalah gunakan pot yang bisa bertahan lama, setidaknya 4 – 5 tahun sehingga tidak perlu untuk mengganti ulang pot.

Anggrek jenis ini juga merupakan tipe anggrek yang tidak suka apabila menerima banyak perlakuan. Itulah kenapa kamu disarankan untuk menggunakan media yang tahan lama.

Selain itu, pertumbuhan akar anggrek juga dapat sangat lebat di mana akar-akarnya menjulur hingga dapat menutupi seluruh bagian pot. Maka, gunakan pot yang setidaknya mudah di-repotting.

Faktor yang memengaruhi perawatan anggrek ekor tupai

Beberapa hal dapat memengaruhi pertumbuhan dan perawatan bunga anggrek Rhynchostylis biasanya dikaitkan dengan beberapa faktor berikut:

Cahaya

Rhynchostylis gigantea membutuhkan tingkat cahaya 30.000-40.000 lux. Sinar matahari harus kuat, tetapi tidak terpapar secara langsung, cahaya yang menyebar jauh lebih direkomendasikan.

Sebaiknya hindari menempatkan bunga anggrek di tempat yang terpapar sinar matahari langsung, terutama saat siang hari. Pergerakan angin yang terlalu kuat juga sebaiknya diperhatikan karena rentan terhadap batang bunga.

Suhu

Anggrek Rhynchostylis merupakan tanaman termofilik, artinya ia dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan dengan suhu panas. Namun, yang akan lebih baik apabila kamu menjaga suhu tempat bunga anggrek tetap konstan, di mana tidak terlalu panas atau dingin.

Kelembapan

Anggrek Rhynchostylis membutuhkan kelembapan sekitar 80% di sepanjang tahun, di musim dingin atau musim hujan, hanya membutuhkan kelembapan sekitar 70-75%.

Substrat dan media tanam

Rhynchostylis gigantea tumbuh paling baik dengan cara yang memungkinkannya untuk menggantungkan akarnya, terutama akar yang menjuntai di udara hingga keluar dari pot.

Oleh karena itu, kamu dapat meletakkannya di keranjang kayu tanpa menambahkan substrat apa pun atau menempelkannya pada pakis pohon atau gabus tanpa substrat di sekitar akar.

Di bawah kondisi pertumbuhan seperti itu, kelembapan tinggi harus diperhatikan dan tanaman harus disiram setidaknya sekali sehari, dan beberapa kali sehari pada hari yang terlalu panas atau kering.

Atau kamu juga dapat menggunakan pot yang diisi dengan tanah yang sangat gembur dan cepat kering, yang memiliki drainase yang baik setelah disiram.

Media yang paling baik untuk kamu coba adalah dengan menggunakan campuran bagian yang sama dari potongan kulit pohon cemara dan arang berukuran sedang dan besar. Sebagai substrat, kamu juga bisa menggunakan arang saja.

Ada baiknya kamu tidak terlalu sering me-repotting anggrek Rhynchostylis gigantea karena dapat bereaksi pada anggrek yang stres atau bahkan layu hingga mati.

Bunga dapat beradaptasi lebih cepat dan dengan lebih sedikit stres jika mereka diperbaiki atau di-repoting pada fase ketika akar baru mulai tumbuh.

Penyiraman

Curah hujan di lingkungan alam bervariasi, dari melimpah hingga sangat melimpah. Kamu dapat menyiram bunga sesuai frekuensi curah hujan.

Kamu dapat memulai menyiram tanaman saat media tanam sudah kering dengan memasukkan jari kamu ke dalam medianya atau mungkin cukup tiga kali seminggu, atau dengan disemprotkan setiap hari.

Saat masa pertumbuhan, kamu dapat menyiram anggrek lebih sering, tetapi tetap memerhatikan tingkat kekeringan media tanam. Apabila berlebihan menyiram, maka akar anggrek rentan mengalami pembusukan.

Apabila kamu menanam anggrek Rhynchostylis gigantea dalam pot atau keranjang, substrat yang digunakan tidak boleh basah atau menggenang.

Pupuk

Selama pertumbuhan aktif, tanaman harus dipupuk setiap minggu 1/4-1/2 dari dosis pupuk yang dianjurkan untuk anggrek. 

Kamu dapat menggunakan pupuk secara berkelanjutan sepanjang tahun. Kamu dapat menggunakan pupuk dengan kandungan nitrogen yang meningkat dari musim semi hingga pertengahan musim panas, dan kemudian, pada akhir musim panas dan musim gugur, pupuk yang diperkaya dengan fosfor.

Beli Bunga Anggrek Ekor Tupai di Toko Kami

Salam sukses, Angphotorion!

Salam Angphot! Kamu bisa belajar bersama kami dalam link whatsapp Angphotorion dan Channel Telegram Angphot untuk belajar cara menanam dan merawat anggrek dan tanaman hias lain bersama sekaligus melakukan jual beli dengan aman. Kamu dapat mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi gratis bersama kami.

Kami juga menyediakan kesempatan sebagai reseller dan mitra dalam naungan Angphotorion. Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog anggrek, aglonema, produk makanan sehat dan hidroponik, buku, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Leave a Reply