Cara Memasukkan Produk ke Supermarket, Tertarik Mencoba?

cara memasukkan produk ke supermarket

Memasukkan produk ke supermarket merupakan impian setiap orang yang memiliki produk. Bahkan, pengusaha kecil dan menengah (UMKM) kini juga berharap produknya dapat berjajar di etalase supermarket di Indonesia.

Beberapa supermarket terkenal, seperti Giant, Transmart, Lotte Mart, Hypermart, adalah sederet nama market besar yang telah memiliki banyak cabang. Nama-nama market tersebut sudah tidak asing didengar setelah lebih dari 10 tahun berkiprah di dunia bisnis retail.

Basis pembeli supermarket tentunya sudah terjamin dan terukur meskipun tidak sedikit pula yang akhirnya tutup atau merger dengan retail market lain yang lebih besar. Namun demikian, supermarket tetap menjadi pilihan utama berbelanja masyarakat Indonesia karena kemudahan mencari produk dalam satu tempat beserta melakukan pertimbangan harga yang lebih jelas di depan mata.

Tentunya hal tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi distributor maupun produsen untuk menjalin mitra supplier untuk dapat memasukkan produk ke supermarket.

Syarat menjadi supplier di supermarket

Pada dasarnya, menjadi mitra dari supermarket bukan yang mustahil untuk dicoba. Anda bisa melakukannya dengan memahami beberapa syarat sehingga berhasil dalam memasarkan produk Anda.

Produk yang terpampang di etalase supermarket tentunya telah mendapatkan jaminan kualitas mutu dan produk. Oleh karena itu, Anda dapat menjadi mitra supermarket dengan beberapa proses dan tahapan-tahapan yang benar-benar dipertimbangkan secara matang.

Sebelum mencoba mendaftarkan produk Anda sebagai supply di supermarket, ada beberapa persyaratan yang harus Anda pahami. Berikut beberapa syarat menjadi supplier dan cara memasukkan produk ke supermarket.

1. Produk Anda memiliki potensi pasar menjanjikan

Perlu Anda ketahui bahwa sudah cukup umum bagi mitra yang Anda targetnya mempersyaratkan untuk memberikan proposal terkait segmentasi pasar atas produk yang Anda tawarkan.

Poin ini menjadi semacam “password” sehingga suatu produk berhasil mendapatkan agreement kemitraan. Apabila suatu produk tidak memiliki potensi pasar, daya saing rendah, atau kurang memiliki keunikan, maka dapat dipastikan bahwa produk tersebut tidak dapat memasuki etalase supermarket.

Lalu, bagaimana cara mengetahui atau mengukur potensi pasar produk Anda dengan produk pesaing? Cara paling sederhana yang dapat Anda lakukan adalah dengan datang ke supermarket, kemudian cari produk yang sejenis dan lakukan perbandingan.

Anda dapat menilai kekuatan produk berdasarkan analisis yang diamati dari produk pesaing. Buatlah data perbandingan dari beberapa aspek, seperti desain, harga, dan rasa jika produk Anda adalah makanan.

Jika Anda memiliki banyak modal dan ingin melakukan penilaian secara komprehensif, Anda dapat melakukan riset pasar sendiri atau melalui pihak ketiga.

2. Vendor supplier

cara memasukkan produk ke supermarket
Vendor atau supplier sangat diperlukan sebagai pelengkap identitas produk yang resmi

Penting untuk mengetahui bahwa sebelum mengajukan mitra kerja sama, Anda harus memiliki vendor yang menaungi produk Anda. Apa itu vendor? Dapat dikatakan bahwa vendor adalah nama atau pemasok suatu toko atau supermarket, di mana dapat bersifat pribadi atau badan usaha.

Dengan kata lain, vendor adalah profil supplier yang telah diakui berisi identitas lengkap sehingga memudahkan transaksi jual beli ke supermarket. Mungkin Anda cukup jarang mendengar istilah vendor ini, tetapi hal ini penting untuk dipahami. Pada umumnya pengelolaan produk (block chain) sebuah retail telah terintegrasi dalam sistem komputer dan internet.

Dengan memiliki vendor, Anda tidak perlu melakukan hal rumit dalam melaksanakan transaksi karena telah terdapat nama resmi yang menjadi naungan produk Anda, terutama jika terjadi suatu kesalahan input atau klaim produk.

Pendaftaran vendor ini umumnya menggunakan sebuah form yang disertai lampiran keterangan usaha dan pemilik usaha, seperti KTP, NPWP, dan rekening bank.

Baca juga: Cara Memasukkan Produk UMKM ke Indomaret

3. Legalitas produk

Ketika Anda telah memenuhi dua syarat sebelumnya, maka langkah selanjutnya yang juga menjadi syarat krusial adalah adanya dokumen legalitas produk. Cara memasukkan produk ke supermarket yang tidak akan pernah gagal adalah dengan menyertakan dokumen legal produk secara lengkap.

Pihat dari supermarket pasti akan meminta beberapa dokumen penunjang kelegalan produk yang Anda ajukan. Maka, ada baiknya jika produk Anda telah terdaftar dan memiliki dokumen legal yang lengkap.

Misal, jika Anda menjual produk makanan olahan, maka Anda harus melengkapi dokumen halal dan izin edar dari BPOM / P-IRT. Jika produk yang sudah umum, maka persyaratan dokumen yang ditanyakan adalah SNI-nya.

Oleh karena itu, pastikan bahwa surat dan dokumen legalitas produk telah dibuat sebelum Anda mengajukan kemitraan pada supermarket retail yang akan hendak dituju.

4. Strategi promosi

strategi pemasaran produk
Strategi promosi harus dipertimbangkan matang karena berkaitan dengan penjualan produk di masa depan

Saat sebuah produk telah memasuki etalase supermarket, maka bukan berarti produk Anda akan laku cepat. Anda perlu melakukan strategi promosi yang tujuannya supaya konsumen mengenali produk Anda.

Dukungan promosi ini dapat dilakukan dengan beberapa strategi, seperti pemberian sampel, online marketing, direct selling, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, memahami keunggulan dan kelemahan produk pesaing akan memberikan keuntungan bagi Anda saat melakukan promosi. Anda dapat menonjolkan kelebihan produk Anda dibandingkan produk serupa.

Memang tidak mudah, tetapi strategi ini telah banyak dicoba oleh beberapa vendor maupun supplier besar. Anda mungkin hanya perlu menyesuaikan pengeluaran dengan budget yang ada di tangan.

Baca juga: Essay tentang bisnis

5. Biaya

Saat Anda ingintahu bagaimana cara memasukkan produk ke supermarket, maka ada beberapa jenis biaya yang mungkin harus Anda keluarkan. Bahkan, pemasaran yang Anda lakukan juga akan memakan biaya.

Poin ini jarang diungkap oleh banyak media karena memang sifatnya relatif. Biaya ini biasanya mencakup biaya masuk produk, pajak, biaya potongan tetap (rabat), dan alokasi promosi produk.

Kebutuhan biaya yang diperlukan jumlahnya cenderung relatif berdasarkan kebutuhan. Oleh karena itu, melakukan perhitungan secara cermat sangat dibutuhkan ketika Anda ingin mencoba cara memasukkan produk ke supermarket.

Itulah beberapa cara memasukkan produk ke supermarket yang dapat Anda pertimbangkan berkaitan dengan produk yang dimiliki. Pastikan bahwa dokumen legalitas lengkap sebelum memutuskan memasukkan produk ke supermarket.

Salam sukses, Angphotorion!

Salam Angphot! Kamu bisa belajar cara menanam dan merawat anggrek, serta tanaman hias lain sekaligus melakukan jual beli dengan aman bersama kami dalam link whatsapp Angphotorion dan Channel Telegram Angphot. Kamu juga dapat mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi gratis bersama kami.

Kami juga menyediakan kesempatan sebagai reseller dan mitra dalam naungan Angphotorion. Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog anggrek, aglonema, produk makanan sehat dan hidroponik, buku, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *