Cara Menanam Anggrek dari Batangnya yang Mati

  • by
Batang anggrek yang mati

Cara menanam anggrek dari batangnya yang telah mati, emangnya bisa? Layaknya menghidupkan tanaman ini seperti zombie, wkwk..

Tidak seperti itu. Tentu saja bisa! Saya juga telah mencobanya sendiri.

Tanaman bunga anggrek kamu yang layu, tidak lama daunnya satu per satu menguning dan akarnya sama rontok. Jangan dipikir bahwa batang anggrek yang menunjukkan umurnya sudah tidak panjang itu tidak lagi bisa digunakan.

Kamu masih bisa memanfaatkannya dengan menanam tunas (keike) per batang anggrek yang kamu potong. Bagaimana caranya?

Cara Menanam Anggrek dari Batang yang telah Mati (Tidak berdaun dan berakar)

cara menanam anggrek dari batangnya yang mati
Tanaman Anggrek yang Sudah hampir mati, kehilangan akar dan daunnya

Sepengalaman saya dulu, pernah anggrek bulan saya yang harganya cukup mahal mati karena diambil akarnya oleh teman ibu saya. Saat itu, saya masih belum kepikiran untuk mencari referensi apakah batang anggrek yang mati masih bisa dimanfaatkan.

Ketidaktahuan kami membuat kami harus membuang tanaman anggrek bulan termahal kami. Hingga kini, sejak mengetahui bahwa batang anggrek yang mati dapat dimanfaatkan kembali membuat kami menyesal telah membuangnya.

Mengingat pula tanaman anggrek bulan kami tersebut harganya cukup mahal di pasaran.


Jadi, jika kamu mengalami hal yang sama, jangan buang batang anggreknya. Jadikan anakan bibit keike dari batang itu. Caranya tidak cukup sulit sebab bahan-bahan yang dibutuhkan cukup mudah didapatkan.

Menanam Bibit Anggrek (Keike) dari Batang Anggrek yang Mati

Tidak seseram dan sesulit menanam dari biji, cara menanam anggrek yang batangnya telah mati sekalipun lebih mudah dan lebih sederhana. Peralatan yang diperlukan juga tidak sulit didapatkan.

Juga tidak diperlukan ruang steril untuk membuat bibitan anggrek dari batang (keike) ini.


Cukup mudah untuk menanamnya kembali. Yang anda butuhkan hanya bahan-bahan berikut ini:

  • Semprotan campuran air pupuk dan vitamin B
  • Wadah plastik mika atau bisa menggunakan wadah plastik lain
  • Rajangan pakis yang dikeringkan atau bisa menggunakan sekam yang dihaluskan

Step by Step yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut:


1. Pertama, siapkan wadah mika, lubangi bagian atas dan bawahnya. Bagian bawah untuk merembesnya air, bagian atas untuk sirkulasi udara.


2. Masukkan sekam sebagai media tanam, ratakan. Jangan terlalu padat! Sebenarnya ada alasan mengapa menggunakan sekam disarankan.

Sekam sebagai media tanam anggrek
Sekam sebagai Media Tanam yang Tepat untuk Anggrek

3. Hal ini disebabkan karena sekam lebih tahan bakteri dibandingkan cacahan pakis kering.


Potong-potong batang anggrek di setiap ruasnya. Sisakan ruas bawahnya sebagai tumbuhnya tunas. 

Menanam bibit anggrek dari batangnya yang mati

4. Letakkan potongan anggrek di atas sekam dalam mika. 

Meletakkan batang anggrek yang kering di atas sekam

5. Semprot dengan air campuran pupuk dan vitamin B. Penyiraman cukup dengan penyemprotan. Jangan dialirkan air apalagi digambyor.

Menutup rapat media tanam anggrek

6. Tutup dengan tidak terlalu rapat. Letakkan di tempat berangin yang tidak terlalu lama terkena sinar matahari.

Segel rapat mika untuk media tanam anggrek
Segel rapat dengan di-klip atau staples

Cukup mudah bukan memanfaatkan batang anggrek yang tidak lagi bisa hidup. Jadi, jangan dibuang atau nanti menyesal. Apalagi jika harganya mahal seperti bungan anggrek kami waktu itu.


Waktu menunggu tunas hingga bisa tumbuh mungkin kurang lebih satu bulan. Kelelmbaban dan penyemprotan harus menjadi perhatian jika batang ingin tumbuh menjadi bibit. 


Alasannya adalah karena batang yang sudah seperti ini rawan membusuk. Jika tidak diperhatikan, maka bukannya tumbuh, tetapi jadi sarang bakteri.

Seperti inilah bibit anggrek yang tumbuh dari Keike

Awal kali kami mencoba, hanya sekadar iseng-iseng saja. Namun, menjelang tiga bulan, kami tidak menyangka jika batang anggrek yang telah kering tersebut benar-benar tumbuh tunas (keike).

Beberapa hal yang harus kamu perhatikan sunggub ketika mencoba teknik ini adalah tempat yang kamu pakai untuk meletakkan batang anggrek lembab, tetapi juga tidak terlalu basa.

Mengapa?

Saat media tanam terlalu basah, kecenderungan pertumbuhan jamur dan bakteri menjadi lebih besar. Ujung-ujungnya batang yang kamu tanam bukannya tumbuh tunas, malah membusuk dan gagal.

Jika bertanya, berapa kali saya mencoba teknik ini hingga berhasil?

Sejujurnya, saya mencoba menanam bibit anggrek dari batang yang telah mati ini rupanya berhasil pada percobaan pertama.

Intinya cuma satu, harus telaten.

Penyiraman juga harus diperhatikan. Ingat, jangan di-gambyor, cukup disemprot saja. Memberikan vitamin B1 cukup dua kali saja seminggu.

Saya dengan ibu saya bahkan tidak pernah menduga jika cara ini benar-benar berhasil. Ada sukanya, juga ada sedihnya.

Satu-satunya yang terpikirkan, kenapa tidak dari dulu saja saya menanam bibit anggrek seperti ini? Ditambah bunga anggrek bulan saya yang harganya cukup mahal bisa kembali tumbuh lagi.

Namun, ya sudah, nasi sudah menjadi bubur. Untuk inilah saya membagi pengalaman saya supaya kamu juga tidak menyesal seperti saya.

Itulah tips yang bisa saya bagi tentang cara menanam anggrek dari batangnya yang telah mati.

Apakah sulit? Cara menanam anggrek saya rasa hanya butuh ketelatenan saja.

Selamat mencoba.

Tags!

Cara menanam anggrek, cara menanam anggrek dari batangnya yang telah mati, cara menanam anggrek dari batangnya yang kering, cara menanam anggrek yang layu

Leave a Reply