Hama Penggerek Batang Padi Putih (Scirpophaga innotata)

Hama penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata) merupakan jenis hama penggerek batang yang tersebar hampir di wilayah Asia, Amerika, dan Australia. Sebuah laporan menyebutkan bahwa hama penggerek batang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 20,5% pada tahun 1998 dengan daerah yang terkena dampak mencapai 151,557 ha.

Hama penggerek batang padi (Scirpophaga innotata) termasuk dalam keluarga ngengat (Crambidae). Hama ini adalah salah satu jenis hama utama tanaman padi yang menyerang hampir pada semua fase pertumbuhan tanaman, mulai dari penyemaian hingga menjelang panen.

Biasanya aktif pada malam hari dan memiliki siklus hidup keseluruhan sekitar 40-70 hari. Biasanya telur diletakkan di bawah permukaan daun atau dekat ujung daun seperti gundukan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilap. Bulu-bulu ini berasal dari bulu belakang ngengat induk betina. Telur dapat menetas setelah 6-7 hari.

Hama Scirpophaga innotata menyerang tanaman padi pada fase larva. Setelah menetas, larva bergerak menuju pangkal batang dan menggerek anakan utama dan beralih ke anakan lain setelah mulai dewasa. Larva juga dapat menyerang bagian akar sebelum beralih ke batang.

Gejala serangan penggerek batang padi

Gejala serangan Scirpophaga innotata dapat muncul berdasarkan tempatnya. Gejala yang muncul sebelum padi berbunga disebut sebagai sunder, sedangkan gejala serangan yang muncul setelah bulir padi (malai) keluar disebut beluk. Jika larva menyerang akar tanaman, maka dapat menyebabkan anakan menjadi kerdil atau bahkan mati.

  • Pada fase vegetatif tanaman, larva memotong bagian tengah anakan sehingga menyebabkan pucuk tanaman layu, mengering dan akhirnya mati. Gejala ini dinamakan sundep.
  • Pada fase generatif, serangan Scirpophaga innotata menyebabkan malai tampak putih. Gejalanya disebut beluk.
Gejala serangan Scirpophaga innotata
Gejala serangan Scirpophaga innotata

Dinamika populasi penggerek batang padi putih dipengaruhi oleh perubahan lingkungan, terutama musuh alami, ketersediaan air (irigasi), dan curah hujan.

Cara Pengendalian

Bekas gerekan hama Schirpophaga innotata pada tanaman padi

Pengendalian Scirpophaga innotata dapat dilakukan dengan pengaturan pola tanam, pengendalian mekanis, pengendalian fisik, pengendalian hayati hingga pengendalian kimiawi.

Pengaturan pola tanam

Waktu tanam yang tepat merupakan cara yang efektif untuk menghindari serangan penggerek batang. Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu penanaman padi pada bulan Desember – Januari karena suhu, kelembapan, dan curah hujan pada saat itu sangat cocok untuk berkembangnya hama penggerek batang, sedangkan tanaman padi yang baru ditanam sangat peka terhadap hama tersebut.

Pengendalian mekanis

Pengendalian hama penggerek batang padi dapat dimulai dari sejak pembibitan hingga penanaman. Pengendalian mekanis dilakukan dengan mengumpulkan telur yang tampak. Jika terlihat beterbangan imago/ngengat pada sore hari, maka dilakukan pengendalian dengan penangkapan dengan lampu perangkap pada malam hari, seperti lampu patromak/lampu lainnya dipadukan dengan pemasangan bak penampang yang telah diisi oli/detergen.

Pengendalian hayati

Pemanfaatan musuh alami parasitoid dengan cara melepaskan parasitoid telur musuh alami, seperti Trichogramma japonicum dengan dosis 20 pias/ha pada awal tanam.

Pengendalian kimia

Penggunaan insektisida granular di persemaian dilakukan jika di sekitar penanaman terdapat lahan yang sedang atau mendekati panen satu hari sebelum tanam. Pada pertanaman, insektisida granular diberikan terutama pada stadia vegetatif dengan dosis insektisida granular 7,5 kg/ha.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *