Materi Kuliah Agroekoteknologi tentang Konsep Agroekosistem

contoh keanekaragaman hayati

Agroekoteknologi merupakan salah satu prodi yang termasuk dalam bagian dari Fakultas Pertanian. Kali ini, saya ingin mengulang kembali materi pertemuan minggu kedua tentang konsep agroekosistem.

Secara keseluruhan, pembahasan materi kuliah yang dilaksanakan sebetulnya tidak jauh dari konsep ekosistem yang telah dipelajari sewaktu SMA. Lalu, apa bedanya? Berikut beberapa penjelasan mengenai beberapa materi kuliah konsep agroekosistem.

Baca juga: Contoh Cagar Alam di Indonesia

Pengertian ekosistem

Ekosistem adalah sistem ekologi yang terbentuk dari adanya interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungan tempatnya tinggalnya dan terdapat hubungan timbal balik. Dalam ekosistem terdapat beberapa komponen yang saling menopang satu sama lain, yang mana tersusun atas komponen biotik dan komponen abiotik.

Agroekosistem itu sendiri merupakan konsep ekosistem yang menerapkan prinsip ekologi. Definisi ini diungkapkan oleh ahli zoologi dari Jerman, Ernst Haeckel (1886).

Komponen penyusun ekosistem

Komponen penyusun ekosistem terbagi menjadi dua, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.

komponen ekosistem
Komponen penyusun ekosistem

Komponen biotik

Komponen lingkungan biotik terdiri atas komunitas makhluk hidup. Setiap makhluk hidup dalam ekosistem menempati suatu tempat hidup yang spesifik. Tempat hidup tersebut antara lain dapat di dasar perairan, bawah bebatuan, atau di dalam tubuh makhluk hidup lainnya. Itulah mengapa pada beberapa tempat kita menjumpai jenis makhluk hidup yang khas yang tidak dijumpai di tempat lain.

Setiap makhluk hidup memiliki peran khusus dalam habitatnya. Peran atau cara hidup khusus makhluk hidup di habitatnya disebut dengan relung ekologi atau nisia.

Komponen biotik terdiri atas tingkatan makhluk hidup yang dikelompokkan sebagai berikut:

  • Produsen, yaitu golongan makhluk hidup yang dapat memproduksi makanannya sendiri, sering disebut sebagai makhluk autotrof. Kelompok ini terdiri atas tumbuhan dan tanaman.
  • Herbivora, yaitu golongan makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga bergantung pada produsen. Kelompok ini merupakan pemakanan tumbuhan-tumbuhan, seperti kambing, sapi, dan sebagainya.
  • Karnivora, yaitu golongan hewan pemakan daging, seperti ular, burung hantu, dan lain-lain.
  • Omnivora, yaitu golongan hewan pemakan tumbuhan dan daging, seperti ayam.
  • Detritivor atau dekomposer, yaitu kelompok organisme pengurai, seperti bakteri dan jamur.

Komponen Abiotik

Lingkungan komponen abiotik adalah lingkungan yang terdiri atas benda-benda tak hidup. Lingkungan abiotik meliputi cahaya, suhu, udara, air, tanah, mineral dan kelembapan.

Cahaya

Tumbuhan hijau dapat hidup jika memperoleh cukup cahaya matahari. Intensitas cahaya berpengaruh terhadap penyebaran tumbuhan dan hewan. Beberapa tumbuhan memperlihatkan adaptasi untuk menjangkau cahaya, seperti tumbuhan pemanjat.

Kebanyakan hewan memerlukan cahaya matahari, tetapi beberapa di antaranya melakukan adaptasi khusus dalam lingkungan gelap misalnya, kelelawar, hewan yang biasa melakukan kegiatan dalam keadaan gelap.

Suhu

Suhu memengaruhi aktivitas tumbuhan dan hewan. Pada batas tertentu, penurunan suhu menyebabkan aktivitas metabolisme makhluk hidup menjadi menurun. Kebanyakan makhluk hidup tidak tahan terhadap suhu ekstrem.

Beberapa tumbuhan berbunga dapat beradaptasi terhadap perubahan musim dan tahan terhadap panas musim panas atau musim hujan. Beberapa bentuk adaptasi tersebut adalah terdapatnya organ-organ penyimpanan di dalam tanah, kemampuan menggugurkan daun agar tidak kehilangan banyak air, atau kemampuan biji yang dapat melakukan dormansi.

Air

Distribusi air hujan setiap tahun menentukan jumlah ketersediaan air di dalam ekosistem. Air merupakan faktor penting dalam kehidupan tumbuhan dan hewan. Tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat bertahan hidup lama tanpa air. Meskipun demikian, ada beberapa makhluk hidup yang mampu hidup dalam keterbatasan persediaan air, misalnya unta dan tumbuhan xerofit.

Oksigen

Sebagian besar makhluk hidup memerlukan oksigen dalam kehidupannya. Makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup jika lingkungannya kekurangan oksigen. Akan tetapi, pada beberapa spesies tertentu, kehadiran oksigen justru dapat menyebabkan aktivitas hidupnya menjadi terganggu, seperti organisme anaerob.

Topografi dan tanah

Bentuk fisik suatu daerah (topografi) dan kondisi tanah menentukan jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Kesuburan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah tempat tumbuhnya tumbuhan. Kondisi demikian secara langsung ataupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap penyebaran hewan.

Komponen yang ada dalam ekosistem

tingkatan organisasi kehidupan dalam agroekosistem
Tingkatan organisasi kehidupan

Di dalam ekosistem ada beberapa sub komponen yang membentuk ekosistem hingga menjadi satu-kesatuan yang saling melengkapi. Komponen ini termasuk individu, populasi, komunitas, ekosistem, hingga membentuk biosfer.

Populasi

Lingkungan biotik terdiri atas bermacam jenis spesies tumbuhan dan hewan. Sekelompok makhluk hidup dari spesies yang sama pada tempat dan waktu yang sama disebut populasi. Sisalnya, rerumputan di halaman rumah (populasi rumput), sekawanan sapi di lapangan (populasi sapi), dan sejumlah siswa perempuan dan laki-laki di dalam kelas (populasi manusia).

Adapun beberapa karakter atau indikator untuk menentukan suatu kelompok makhluk hidup dikatakan sebagai populasi maka harus mencakup beberapa karakteristik berikut:

  • Ukuran populasi, kepadatan, dan penyebaran
  • Tingkat kelahiran dan kematian
  • Tingkat pertumbuhan
  • Struktur usia
  • Keanekaragaman Genetik

Jika kita membicarakan suatu populasi, kita harus menyebutkan jenis individunya dan menentukan batas-batas waktu serta tempat. Misalnya, populasi banteng liar di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur pada bulan Juli – Oktober 1996 sebanyak 2000 ekor.

Populasi dapat berubah setiap saat. Perubahan populasi dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi. Suatu populasi dapat meningkat jika angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian atau migrasi.

Beberapa populasi yang berbeda dari tumbuhan dan hewan yang hidup bersama di dalam lingkungan yang sama disebut komunitas. Ada beberapa macam komunitas, misalnya komunitas kolam, komunitas hutan dan komunitas pantai.

Komunitas

Komunitas adalah kumpulan populasi yang terdiri atas beberapa spesies yang hidup di tempat dan waktu yang sama. Keragaman komunitas dapat dibentuk berdasarkan indikator:

  • Jumlah dan jenis spesies
  • Kelimpahan relatif spesies
  • Interaksi antar spesies

Komunitas dapat tumbuh atau berkembang didasarkan pada dua hal, yakni:

  • Ketahanan masyarakat terhadap gangguan
  • Aliran nutrisi dan energi

Ekosistem

Ekosistem terdiri dari semua komunitas dan proses fisik, kimia, dan biologisnya. Ekosistem menopang diri mereka sendiri sepenuhnya melalui aliran energi melalui rantai makanan, dan daur ulang nutrisi (daur biogeokimia).

Komponen-komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (makhluk tak hidup).

Biosfer

Biosfer adalah tempat hidup global dari semua ekosistem. Biosfer juga bisa disebut zona kehidupan di Bumi. Dari sudut pandang biofisiologis yang paling luas, biosfer adalah sistem ekologi global yang mengintegrasikan semua makhluk hidup dan hubungannya, termasuk interaksinya dengan unsur-unsur litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.

Ekosistem alami

Ekosistem alami terbentuk tanpa ada campur tangan manusia. Di dalam ekosistem terdapat beberapa fungsi, yaitu daur materi (daur biogeokimia) dan aliran energi.

Daur materi (daur biogeokimia) adalah proses materi mengalir membentuk suatu suatu daur yang melibatkan komponen biotik dan abiotik. Daur biogeokimia meliputi daur karbon, daur air, daur nitrogen, daur fosfor, dan daur sulfur.

Aliran energi adalah proses energi mengalir melibatkan interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup atau dengan lingkungannya. Energi akan semakin kecil ketika berada ke tingkat terakhir (pengurai).

Ada perbedaan utama antara aliran energi dengan aliran materi. Pertama, energi yang mengalir di dalam ekosistem berasal dari luar (yaitu matahari), sedangkan materi tidak. Materi tersebut diperoleh dari lingkungan abiotik.

Kedua, aliran energi dapat mengalami reduksi di sepanjang lintasan yang dilaluinya. Artinya, lintasan energi tersebut tidak membntuk suatu daru energi. Sebaliknya, lintasan aliran materi berjalan membentuk suatu daur materi.

Oleh karena itu, di dalam keseimbangan ekosistem, materi tidak pernah hilang. Materi tersebut dapat dimanfaatkan kembali secara terus-menerus, seperti pada daur karbon.

daur karbon
Daur karbon

Agroekosistem

Agroekosistem adalah ekosistem tertutup atau ekositem yang telah dikelola manusia. Dengan kata lain, agroekosistem dapat dikatakan ekosistem buatan. Dalam agroekosistem, memiliki konsep utama:

  • Produsen memindahkan tumbuhan, hewan, faktor lingkungan (pupuk, pakan) masuk & keluar ekosistem
  • Tidak akan melanjutkan sendiri tanpa manajemen
  • Jika dibiarkan, akan berkembang menuju ekosistem tertutup, tetapi mungkin tidak sama dengan ekosistem asli sebelum pertanian tanpa input manusia lagi

Agroekosistem sangat jelas berbeda dengan natural ecosystem. Sifat-sifat natural ecosystem akan berkebalikan dengan karakteristik agroekosistem. Natural ecosystem atau ekosistem alami memiliki sifat-sifat:

  • Ekosistem tertutup
  • Semua elemen didaur ulang melalui ekosistem
  • Bukan lagi ekosistem tertutup murni
  • Sering kali melibatkan manusia
Perbedaan natural ecosystem dan agroekosistem

Itulah beberapa gambaran mengenai materi kuliah konsep agroekosistem pada prodi Agroekoteknologi. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat!

Salam sukses, Angphotorion!

Salam Angphot! Kamu bisa belajarcara menanam dan merawat anggrek dan tanaman hias lain bersama sekaligus melakukan jual beli dengan aman bersama kami dalam link whatsapp Angphotorion dan Channel Telegram Angphot. Kamu juga dapat mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi gratis bersama kami.

Kami juga menyediakan kesempatan sebagai reseller dan mitra dalam naungan Angphotorion. Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog anggrek, aglonema, produk makanan sehat dan hidroponik, buku, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Leave a Reply