Manfaat ganggang hijau dalam kehidupan manusia paling umum digunakan sebagai bahan makanan dan bahan untuk pembuatan kosmetik. Selain aman dan jumlah populasi ganggang hijau yang tergolong mudah dibudidayakan, jenis alga ini juga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Contoh dan manfaat ganggang hijau

Sebelumnya kami telah membahas mengenai peran dan manfaat protista mirip tumbuhan bagi manusia. Kini, kami akan membagi informasi mengenai beberapa contoh ganggang hijau yang dijabarkan secara spesifik berikut ini:

1. Chlorococcum

manfaat ganggang hijau chlorococcum

Chlorococcum biasanya hidup di air tawar, sel vegetatifnya tidak memiliki alat gerak. Jenis protista mirip tumbuhan ini dapat bereproduksi secara vegetatif dan generatif.

Reproduksi vegetatifnya dapat menghasilkan 8-16 spora yang masing-masingnya memiliki dua flagel. Di tempat yang sesuai, spora tersebut melepaskan alat geraknya dan tumbuh menjadi Chlorococcum baru. Reproduksi generatifnya terjadi dengan cara konjugasi, yaitu dengan pembentukan zigospora.

Zigospora yang matang akan pecah dan menghasilkan empat spora baru. Masing-masing zoospora tumbuh menjadi Chlorococcum baru.

2. Chlorella

Chlorella

Chlorella dapat ditemukan di air tawar laut atau di tempat-tempat basah. Sel Chlorella berbentuk bulat atau hampir bulan. Dinding sel ganggang Ini mengandung selulosa, di dalamnya terdapat kloroplas yang dilengkapi dengan pirenoid.

Chlorella bereproduksi secara vegetatif yang dilakukan dengan cara membelah diri. Setiap kali membelah diri dihasilkan empat sel baru yang tidak berflagel.

Chlorella merupakan jenis ganggang yang mengandung banyak protein. Oleh karena itu, jenis ganggang ini banyak dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan baru atau suplemen makanan.

Suplemen makanan yang mengandung Chlorella dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Selain itu, Chlorella juga dimanfaatkan untuk bahan kosmetik.

3. Chlamydomonas

Chlamydomonas

Chlamydomonas umumnya ditemukan di air tawar terutama di kolam. Tubuhnya terdiri atas satu sel dengan bentuk bulat telur. Dinding selnya tersusun atas bahan selulosa dan dilengkapi dengan dua flagel.

Chlamydomonas memiliki kloroplas berbentuk cawan atau mangkuk. Di dalam kloroplas terdapat pirenoid dan stigma.

Chlamydomonas bereproduksi secara vegetatif dengan cara membelah diri. Reproduksi generatifnya dilakukan dengan cara isogami atau konjugasi.

4. Volvox globator

Volvox globator banyak ditemukan di air tawar. Tubuhnya terdiri atas koloni sel yang mengandung sekitar 500 sampai Rp50.000 sel. Antara sel yang satu dengan sel lainnya terdapat benang-benang plasma (plasmodesmata). Setiap sel memiliki dua flagel dan satu stigma.

Volvox globator dapat bereproduksi secara vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif dilakukan oleh sel khusus membentuk koloni anak. Sementara itu, reproduksi generatif dilakukan melalui proses oogami.

5. Hydrodictyon

Hyrodictyon

Hyrodictyon dapat ditemukan di air tawar. Tubuhnya terdiri atas koloni sel yang terbentuk seperti jala. Koloni induk dapat membentuk koloni anak yang masing-masing selnya berbentuk pembuluh.

Reproduksi vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. Dalam hal ini, setiap koloni akan terbagi menjadi beberapa bagian koloni kecil. Reproduksi generatif dilakukan dengan cara konjugasi sehingga membentuk zigospora.

Zigospora yang matang akan pecah dan menghasilkan spora. Selanjutnya, spora membentuk koloni baru dan melepaskan flagelnya.

6. Spirogyra

Spirogyra

Spirogyra banyak ditemukan di air tawar yang jernih dan tenang, misalnya di kolam. Tubuhnya terdiri atas banyak sel dan berbentuk benang. Spirogyra memiliki kloroplas berbentuk pita yang tersusun melingkar sehingga tampak seperti spiral atau sekrup. Di dalam kloroplas Spirogyra terdapat pirenoid.

Spirogyra dapat bereproduksi secara vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. Filamen Spirogyra terpotong-potong menjadi beberapa bagian yang pendek. Selanjutnya potongan-potongan tersebut akan tumbuh menjadi Spirogyra baru.

Reproduksi generatif dilakukan dengan cara konjugasi. Proses ini dimulai dengan saling berdekatannya dua Spirogyra yang berbeda jenis. Pada masing-masing sel yang berdekatan tumbuh suatu tonjolan sitoplasma hingga kedua ujungnya bersentuhan.

Selanjutnya, kedua ujung yang bersentuhan melebur membentuk pembuluh. Melalui pembuluh inilah terjadi plasmogami (peleburan plasma sel) yang dilanjutkan dengan kariogami (peleburan inti sel).

Hasil peleburan tersebut membentuk zigospora (inti diploid). Zigospora mengalami meiosis dan menghasilkan empat sel haploid. Dari empat sel haploid biasanya hanya satu sel yang tumbuh menjadi Spirogyra baru.

7. Oedogonium

Oedogonium

Oedogonium banyak ditemukan di air tawar. Tubuhnya berbentuk benang. Reproduksi vegetatif dilakukan dengan cara membentuk spora berflagel banyak.

Reproduksi generatif dilakukan dengan cara pelaporan ovum dan spermatozoid. Ovum dihasilkan oleh ovarium dan spermatozoid dihasilkan oleh anteridium.

Peleburan kedua macam gamet tersebut dapat menghasilkan zigospora yang akan tumbuh menjadi Oedogonium baru. Oedogonium dapat berupa homotalus (jika oogonium dan anteridium berada pada filamen yang berbeda).

8. Ulothrix

manfaat ganggang hijau Ulothrix

Ulothrix banyak ditemukan di air tawar, terutama di sungai dan danau. Tubuhnya berbentuk benang dan terdiri dari banyak sel. Pada setiap selnya terdapat kloroplas yang berbentuk lingkaran.

Reproduksi vegetatif dilakukan dengan cara membentuk zoospora. Zoospora tersebut memiliki empat flagel yang terkumpul pada salah satu sisi tubuhnya. Selanjutnya, pada tempat yang sesuai, zoospora tumbuh menjadi Ulothrix baru.

Reproduksi generatifnya dilakukan melalui isogami. Setiap gamet memiliki dua flagel. Hasil peleburan tersebut akan membentuk zigospora. Zigospora yang telah matang akan pecah dan menghasilkan zoospora. Di tempat yang sesuai, zoospora tumbuh menjadi Ulothrix baru.

9. Ulva

manfaat ganggang hijau ulva

Ulva banyak ditemukan di laut, air payau, atau menempel pada dasar perairan di daerah pantai sehingga dapat dilihat pada waktu surut. Ulva merupakan salah satu jenis ganggang hijau berukuran makroskopis dan berbentuk lembaran seperti daun selada. Itulah sebabnya orang menamai ganggang tersebut sebagai selada laut.

Tubuh (talus) Ulva terdiri atas dua lapisan sel dan mempunyai dinding sel yang tebal. Dinding sel demikian berguna untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Setiap sel memiliki satu inti sel dan kloroplas.

Ada dua macam bentuk talus Ulva, yaitu talus gametofit (haploid) dan talus sporofit (diploid). Reproduksi vegetatif dilakukan dengan cara membentuk zoospora empat flagel. Pada tempat yang sesuai, zoospora tumbuh menjadi talus gametofit (haploid).

Reproduksi generatif dilakukan dengan cara peleburan gamet jantan dan betina yang berukuran sama (isogamet). Masing-masing gamet memiliki dua flagel. Peleburan gamet jantan dan gamet betina akan membentuk zigot. Selanjutnya, zigot akan tumbuh menjadi talus sporofit (diploid).

10. Chara

manfaat ganggang hijau Charophyceae
Charophyceae

Chara banyak ditemukan di air tawar, biasanya mengapung di kolam. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tingkat tinggi karena ada bagian yang menyerupai batang yang beruas-ruas serta memiliki struktur yang menyerupai helaian daun. Sebagian ahli mengelompokkan ganggang ini ke dalam kelas tersendiri yaitu Charophyceae.

Reproduksi vegetatif Chara dilakukan dengan cara fragmentasi. Reproduksi generatifnya dengan pembentukan zigospora dan bersifat heterotrof. Pada ruas-ruas cabang tertentu, terdapat alat-alat reproduksi yaitu berupa oogonium dan anteridium.

Oogonium menghasilkan ovum, sedangkan anteridium menghasilkan spermatozoid. Peleburan ovum dan spermatozoid akan menghasilkan zigot yang kemudian tumbuh menjadi zigospora. Selanjutnya, zigospora lepas dari tubuh induknya dan tumbuh menjadi Chara baru.

Itulah beberapa contoh dari ganggang hijau beserta manfaatnya dalam kehidupan manusia. Jika ada yang tidak kamu mengerti, jangan sungkan menanyakannya pada kami melalui kolom komentar.

Salam sukses, Angphotorion!

Salam Angphot! Kamu bisa belajar bersama kami dalam link whatsapp Angphotorion dan Channel Telegram Angphot untuk belajar cara menanam dan merawat anggrek dan tanaman hias lain bersama sekaligus melakukan jual beli dengan aman. Kamu dapat mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi gratis bersama kami.

Kami juga menyediakan kesempatan sebagai reseller dan mitra dalam naungan Angphotorion. Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog anggrek, aglonema, produk makanan sehat dan hidroponik, buku, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.