Metodologi Pengambilan Sampel Tanah Utuh dan Terganggu di Lapangan

Pengambilan sampel tanah merupakan tahap awal yang sangat penting dalam uji tanah, karena dengan pengambilan contoh tanah yang benar akan menjamin bahwa tanah yang akan dianalisis di labolatorium benar-benar area yang akan diamati.

Sebaliknya, jika pengambilan sampel tanah salam maka hasil analisis dan rekomendasi yang diberikan akan menyimpang (BPTP, 2001). Pengambilan sampel bertujuan untuk memperoleh data karakteristik tanah yang tidak dapat diperoleh secara langsung dari pengamatan lapangan.

Pengertian Sampel Tanah (Contoh Tanah)

Sampel tanah atau kadang disebut juga sebagai contoh tanah memiliki definisi tersendiri berdasarkan kategorinya. Menurut Suganda, et al.,[1] pengertian dari masing-masing sampel tanah adalah sebagai berikut:

Sampel tanah utuh (undisturbed soil sample)

Sampel tanah utuh adalah tanah yang diambil dari lapisan tanah tertentu dalam keadaan tidak terganggu, sehingga kondisinya hampir menyamai kondisi di lapangan. Sampel tanah ini biasa digunakan untuk penetapan angka berat volume (berat isi, bulk density), distribusi pori pada berbagai tekanan (pF 1, pF 2, pF 2,54, dan pF 4,2 dan permeabilitas).

Sampel tanah agregat utuh (undisturbed soil aggregate)

Sampel tanah agregat utuh adalah sampel tanah berupa bongkahan alami yang kokoh dan tidak mudah pecah. Sampel tanah ini biasa diperuntukkan untuk analisis indeks kestabilitas agregat (IKA). Sampel dapat diambil menggunakan cangkul pada kedalaman 0-20 cm.

Sampel tanah tidak utuh atau terganggu (disturbed soil sample)

Sampel tanah tidak utuh atau terganggu (disturbed soil sample) adalah tanah yang diambil dengan menggunakan cangkul, sekop atau bor tanah dari kedalaman tertentu sebanyak 1-2 kg. Contoh tanah terganggu digunakan untuk keperluan analisis kandungan air, tekstur tanah, perkolasi, batas cair, batas plastis, batas kerut, dan lain-lain.

Baca juga: Cara Menyemai Biji Anggrek untuk Pemula

Alat dan Bahan untuk Mengambil Sampel Tanah

alat untuk pengambilan sampel tanah
Gambar Alat untuk Pengambilan Contoh Tanah

Alat-alat yang dibutuhkan untuk mengambil tiga macam sampel tanah berbeda-beda, tergantung jadi jenis sampel tanah. Macam-macam contoh alat yang dibutuhkan beserta macam tanah yang diambil disajikan dalam tabel berikut:

Jenis sampel tanahJenis alat
Sampel tanah utuh (undisturbed soil sample)Tabung logam kuningan atau tembaga (ring sample), sekop/cangkul, pisau tajam tipis
Sampel tanah dengan agregat utuh (undisturbed soil aggregate)Cangkul, kotak contoh
Sampel tanah terganggu (disturbed soil sample)Cangkul dan atau bor tanah, kantong plastik tebal

Untuk memperoleh contoh tanah yang baik dan tanah di dalam tabung tetap seperti keadaan lapangan (tidak terganggu), maka perbandingan antara luas permukaan tabung logam bagian luar (tebal tabung) dan luas permukaan tabung bagian dalam tidak lebih dari 0,1.

Baca juga: Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Langkah Kerja

Urutan langkah kerja pengambilan sampel tanah adalah sebagai berikut:

  1. Ratakan dan bersihkan permukaan tanah dari rumput atau serasah.
  2. Tanah digali sampai kedalaman tertentu (5-10 cm) di sekitar calon tabung tembaga diletakkan, kemudian tanah diratakan dengan pisau.
  3. Letakan tabung di atas permukaan tanah secara tegak lurus dengan permukaan tanah, kemudian dengan menggunakan balok kecil yang diletakkan di atas permukaan tabung, tabung ditekan sampai tiga per empat bagian masuk ke dalam tanah.
  4. Letakan tabung lain di atas tabung pertama, dan tekan sampai 1 cm masuk ke dalam tanah.
  5. Pisahkan tabung bagian atas dari tabung bagian bawah.
  6. Gali tabung menggunakan sekop. Dalam menggali, ujung sekop harus lebih dalam dari ujung tabung agar tanah di bawah tabung ikut terangkat.
  7. Iris kelebihan tanah bagian atas terlebih dahulu dengan hati-hati agar permukaan tanah sama dengan permukaan tabung, kemudian tutuplah tabung menggunakan tutup plastik yang telah tersedia. Setelah itu, iris dan potong kelebihan tanah bagian bawah dengan cara yang sama dan tutuplah tabung.
  8. Cantumkan label di atas tutup tabung bagian atas contoh tanah yang berisi informasi kedalaman, tanggal, dan lokasi pengambilan contoh tanah

Teknik pengambilan sampel tanah apabila dijelaskan dalam diagram alir, maka akan tampak seperti berikut:

diagram alir pengambilan sampel tanah

[1] Suganda, Husein, dkk. (Anonim). Petunjuk Pengambilan Contoh Tanah. Balitanah Litbang diakses pada 29 September 2021


Salam sukses, Angphotorion!

Salam Angphot! Kamu bisa belajar cara menanam dan merawat anggrek dan tanaman hias lain bersama sekaligus melakukan jual beli dengan aman bersama kami dalam link whatsapp Angphotorion dan Channel Telegram Angphot. Kamu juga dapat mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi gratis bersama kami.

Kami juga menyediakan kesempatan sebagai reseller dan mitra dalam naungan Angphotorion. Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog anggrek, aglonema, produk makanan sehat dan hidroponik, buku, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Leave a Reply