Strategi Pakan Alami Lobster Air Tawar untuk Pendederan

lobster air tawar

Pakan alami lobster tengah menjadi tren mengingat permintaan global terhadap lobster terus meningkat. Hal ini mendorong banyak pihak untuk mengembangkan budidaya yang berkelanjutan. Salah satu tantangan besar dalam siklus hidup lobster berduri adalah fase larva yang panjang, di mana tingkat keberhasilan pembesaran dari telur hingga mencapai puerulus (benih bening lobster/BBL) masih rendah. Kegagalan ini umumnya disebabkan oleh pemberian pakan yang tidak sesuai pada fase larva phyllosoma.

Namun, setelah mencapai tahap BBL, tingkat kelangsungan hidup lobster menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurut Rostika dan rekan (2021), pada fase ini survival rate bisa mencapai hingga 100 persen dalam waktu satu bulan. Ini merupakan suatu pencapaian yang signifikan bagi dunia akuakultur.

Tulisan ini merangkum berbagai temuan penting seputar pemberian pakan untuk BBL, mulai dari kebiasaan makan, jenis pakan alami, hingga nilai gizi dari masing-masing bahan pakan. Semoga bisa menjadi referensi praktis bagi para pembudidaya di seluruh Indonesia.

Apa itu pendederan lobster?

Pendederan adalah tahapan awal dalam budidaya perikanan di mana benih ikan atau lobster yang masih kecil dibesarkan hingga cukup kuat untuk dipelihara di kolam atau laut lepas pada tahap selanjutnya.

Secara sederhana:

Pendederan = fase pembesaran benih dari ukuran kecil ke ukuran sedang.

Di budidaya lobster misalnya, pendederan dilakukan setelah lobster mencapai fase puerulus (BBL – benih bening lobster). Pada fase ini, lobster masih sangat rentan terhadap penyakit, stres, dan kanibalisme, sehingga harus dipelihara di lingkungan yang lebih terkontrol, dengan pakan dan perlindungan yang tepat sampai mereka siap masuk ke tahap pembesaran akhir atau penggemukan (grow out).

Jadi pendederan itu semacam masa “balita” buat lobster, masih butuh perhatian ekstra sebelum jadi dewasa

Salah satu kendala utama dalam pemeliharaan lobster muda adalah kecocokan pakan. Penggunaan pakan alami lobster hidup seperti Artemia, seperti yang dicatat oleh Cox dan Johnson (2010), sering kali tidak memberikan hasil optimal. Dalam konteks ini, pakan buatan yang berbentuk pasta atau lunak kini dianggap sebagai alternatif paling menjanjikan untuk diberikan kepada BBL.

Sebagai hewan nokturnal, lobster menunjukkan aktivitas tinggi saat malam dan memilih bersembunyi di celah karang pada siang hari. Di habitat aslinya, pakan alami lobster terdiri dari zooplankton, krill, larva ikan, serta hewan-hewan kecil lainnya yang kaya akan protein dan mineral.

Vitoma pakan ikan

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!

Rekomendasi Pemberian Pakan Alami Lobster

Dalam budidaya lobster, disarankan untuk memberikan pakan segar seperti:

  • Ikan rucah yang dicacah
  • Udang kecil
  • Cumi-cumi
  • Kerang yang dihancurkan

Pakan alami lobster diberikan sebanyak 100% dari bobot tubuh lobster per hari, dibagi dalam dua waktu yaitu pukul 09.00 pagi dan 16.00 sore. Pakan utama sebaiknya diberikan menjelang malam saat lobster mulai aktif.

Untuk mencegah pakan hanyut keluar dari karamba, ikan bisa diikat di bagian ekor dan digantung dekat shelter. Penting juga untuk menyebar pakan secara merata guna menghindari perebutan pakan yang dapat memicu kanibalisme antar lobster.

Baca juga: Pemanfaatan Bulu Ayam sebagai Pakan Ternak Ikan

Tabel 1: Komposisi Pakan Alami Lobster, Tingkat Trofik, dan Luas Relung

Nama LokalNama LatinMakrofita (%)Moluska (%)Annelida (%)Ikan (%)Krustasea (%)Detritus (%)Karang (%)Tingkat TrofikLuas Relung
PasirPanulirus homarus049,8001,8144,503,660,233,222,23
BatikPanulirus pericillatus14,3533,150052,5003,122,46
BatuPanulirus longipes18,4832,274,76010,33254,162,584,00
MutiaraPanulirus ornatus016,67016,67066,6602,52
BambuPanulirus versicolor043,9301,8125,8125,233,232,8613,08

Pakan Alami Lobster yang Direkomendasikan

udang rama-rama untuk pakan alami lobster
udang rama-rama untuk pakan alami lobster (gambar: nparks.goc.sg)

1. Krustasea: Udang Rama-Rama

Jenis udang ini memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta mengandung zat bioaktif seperti omega-3 dan astaksantin. Kandungan tersebut sangat berguna sebagai antioksidan alami, baik untuk pakan alami lobster maupun manusia.

Tabel 2: Kandungan Gizi Udang Rama-Rama

Komponen GiziKandungan (%)
Protein19,5
Lemak1,2
Abu1,8
Air76,5
Karbohidrat1,0

2. Gastropoda: Keong atau Kerang

Keong laut merupakan pakan alami lobster yang kaya protein, rendah lemak, dan mengandung karbohidrat tinggi. Daging keong juga dipercaya memiliki manfaat sebagai aprodisiaka dan dapat membantu pengobatan berbagai penyakit.

Tabel 3: Komposisi Gizi Keong Laut

Komponen GiziKandungan (%)
Protein38,06
Lemak<5
Karbohidrat10,66
Air49,5

3. Ikan Rucah

Ikan rucah adalah pakan alami lobster yang paling mudah didapat dan relatif murah. Meski kadar proteinnya tinggi, penggunaan secara tunggal tidak dianjurkan karena kadar kalsium dan fosfornya yang rendah dapat memperlambat pertumbuhan lobster dan menghambat proses molting.

Kandungan Gizi Ikan Rucah (per Ghazali et al., 2020):

  • Protein kasar: 58,97%
  • Lemak kasar: 6,54%
  • Abu: 27,89%
  • Serat kasar: 1,64%

Pemberian ikan rucah sebaiknya tidak lebih dari 10% dari total pakan harian.

Dalam sistem budidaya, lobster sebaiknya diberi pakan alami berupa ikan rucah yang dicacah, udang kecil, cumi-cumi, dan kerang yang dihancurkan. Pemberian pakan alami lobster disarankan sebesar 100% dari bobot tubuh lobster per hari. Pakan harus diberikan dua kali sehari, pada pukul 09.00 dan 16.00, dengan pembersihan sisa pakan dilakukan setiap pagi untuk menjaga kualitas lingkungan.

Sore hari menjadi waktu utama pemberian pakan karena mendekati waktu aktif lobster. Agar pakan tidak hanyut keluar dari karamba, ikan sebaiknya diikat atau digantung dekat shelter. Penyebaran pakan pun harus merata untuk mencegah persaingan dan agresivitas antar lobster.

Baca juga: Info Harga Ikan Channa Gabus Hias yang Fantastis

Hasil Penelitian Terkait Pakan Alami

Riset yang dilakukan oleh penulis bersama tim di Hatchery Ciemas, Sukabumi (2021), menunjukkan bahwa udang liar, serta kombinasi udang liar, cumi, dan ikan rucah memberikan hasil pertumbuhan terbaik. Sebaliknya, pemberian pakan tunggal seperti hanya cumi atau ikan rucah, tidak cukup menunjang pertumbuhan optimal.

Hal ini selaras dengan temuan Mayfield dkk. (2000) yang menunjukkan bahwa lobster pasir memanfaatkan moluska (49,8%), krustasea (44,5%), dan ikan dalam jumlah kecil. Hal ini menegaskan bahwa lobster merupakan omnivora yang membutuhkan variasi makanan dari berbagai sumber.

Komposisi Pakan Alami Lobster

Krustasea seperti udang rama-rama memiliki kandungan gizi tinggi, termasuk omega-3, astaksantin, dan protein. Nutrisi ini penting tidak hanya bagi pertumbuhan lobster, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan tinggi bagi manusia.

Gastropoda atau keong laut juga menyimpan nilai gizi yang tinggi, khususnya dalam hal protein dan karbohidrat. Kandungan lemaknya yang rendah menjadikannya pilihan yang baik dalam pakan lobster.

Ikan rucah meskipun kaya akan protein (58,97%), memiliki kadar kalsium dan fosfor yang rendah. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya dibatasi hingga 10% dari total pakan alami lobster harian untuk menghindari gangguan pertumbuhan dan proses molting.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang jenis pakan alami serta kebiasaan makan lobster, diharapkan para pembudidaya dapat meningkatkan keberhasilan pendederan lobster. Ini merupakan langkah penting untuk mendukung visi Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadikan Indonesia sebagai eksportir utama lobster konsumsi di dunia.

Semoga informasi ini menjadi bekal berharga bagi para pelaku budidaya dalam mengelola usaha secara berkelanjutan dan produktif.

Apakah kamu tertarik untuk belajar budidaya lobster lebih mendalam bersama komunitas? Yuk, bergabung dalam komunitas Angphot! Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog produk pertanian inovasi dari pengelolaan food waste dan hidroponik, serta karya kreatif juga bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Referensi

Rostika, R. et al. (2021). Hasil riset pendederan lobster di Hatchery Sukabumi.

Ghazali et al. (2020). Kandungan gizi udang rama-rama.

Mika et al. (2013). Komposisi nutrisi dan senyawa aktif pada udang.

Sumber asli artikel: FPIK Universitas Padjadjaran

Facebook Comments Box
Scroll to Top