Jenis-Jenis Urban Farming yang Dapat Kamu Coba di Rumah

Istilah urban farming di masa pandemi kini cukup populer dibandingkan masa sebelum Covid-19, di mana kini segala aktivitas berubah dikerjakan dari rumah (work from home).

Urban farming menjadi salah satu inovasi agrikultur yang dapat dilakukan tanpa membutuhkan tempat bertani yang luas, terutama di daerah perkotaan yang sering dikaitkan dengan wilayah sempit lahan, ditambah menghadapi situasi kejenuhan akibat pandemi saat ini.

Tren urban farming sebenarnya tidak hanya mengacu pada lahan sempit, karena pada dasarnya teknik produksi makanan ini dapat dilakukan dalam bermacam-macam luas lahan.

Urban farming atau disebut juga urban agriculture, cukup populer dengan berbagai alasan yang mencakup ketahanan pangan (sustainability), ketersediaan pangan (affordability), kesehatan (health), dan convenience.

Apa itu urban farming?

Urban farming adalah teknik menanam, memproses, dan mendistribusikan bahan makanan di dalam atau di sekitar area urban (perkotaan). Urban farming dapat mencakup peternakan hewan, budidaya lebah, hortikultura, akuakultur, dan agroforestry. (sumber: wikipedia)

Urban farming, juga disebut sebagai urban agriculture, cukup berpotensi untuk memberikan banyak manfaat, khususnya untuk masyarakat urban. Perkembangan tren berkebun secara modern melahirkan gaya baru dalam berkebun, terutama di perkotaan yang terus mengalami pembangunan.

Selain itu, hasil panen urban farming juga dinilai lebih menyehatkan karena menerapkan sistem konsep organik, terbebas dari penggunaan bahan kimia dan pestisida sintesis.

Dalam beberapa kondisi, akses yang lebih mudah untuk produksi sayur, buah, dan hasil perkebunan segar di perkotaan akan memberikan dampak ketahanan dan kesehatan pangan yang lebih ideal di masa depan.

Jenis urban farming

Jenis-jenis urban farming dapat digolongkan berdasarkan tempat di mana penanaman dilakukan. Adapun jenis ruban farming dapat dikelompokkan dalam kategori sebagai berikut:

1. Backyard Garden

jenis-jenis urban farming
Salah satu contoh tipe backyard urban farming yang diterapkan di perumahan yang ada di Ohio, Amerika Serikat

Jenis urban farming ini memanfaatkan lahan pekarangan belakang rumah sehingga disebut backyard garden. Pekarangan rumah yang masih tersisa, dapat kamu kelola sedemikian rupa dengan inovasi desain kebun yang bisa kamu kreasikan sendiri.

Keuntungan dari jenis perkebunan yang dilakukan di pekarangan rumah adalah kemudahan untuk panen dan sewaktu-waktu dapat kamu gunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan, juga mungkin berbagi makanan dengan tetangga.

Baca juga: Cara Merawat Anggrek yang Hampir Mati

2. Street landscaping

street landscaping
Jenis street landscaping menerapkan lahan publik untuk ditanami beberapa tanaman perkebunan

Street landscaping lebih fokus dalam memanfaatkan lahan di area sarana transportasi dan publik, seperti jalan raya atau taman. Street landscaping dibangun dengan variasi tujuan, seperti taman kota yang didesain untuk digunakan oleh masyarakat lokal.

Tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan, jenis kebun yang memanfaatkan lahan publik ini juga dapat mempercantik jalanan dan memberikan kesan yang lebih hijau dan rindang.

3. Forest Gardening

Sesuai namanya, jenis kebun ini memanfaatkan lahan hutan untuk membangun perkebunan secara lebih modern. Forest gardening atau forest planting merupakan cara produksi bahan makanan yang memadukan sayuran, buah-buahan, bahkan peternakan di lingkungan urban.

Hutan umumnya mampu menyediakan suasana yang menenangkan dan kondusif untuk produksi bahan panen, sehingga dengan tujuan ini pula, tipe forest gardening dapat menjadi salah satu upaya untuk menangani aktivitas deforestasi.

Penanaman hutan juga dapat menjadi bagian dari kegiatan penghijauan, yang memungkinkan penanaman pohon sebagai langkah mitigasi pemanasan global di perkotaan.

4. Greenhouse

greenhouse anggrek
Greenhouse pengembangan bibit anggrek

Baca juga: Manfaat Bunga Anggrek untuk Kesehatan

Greenhouse merupakan praktik agrikultur yang dapat dilakukan dari tingkat masyarakat, praktik industri, dan ruang publik di perkotaan. Membangun greenhouse membutuhkan ruang yang cukup luas sehingga membutuhkan pertimbangan yang cukup matang.

Namun, beberapa waktu terakhir ini, beberapa inovasi greenhouse telah berkembang dalam aneka bentuk. Paduan greenhouse kali ini tidak lagi membutuhkan ruang luas, seperti halnya yang pernah kita lihat sebelumnya.

Ada beberapa tipe greenhouse yang dapat dikembangkan berdasarkan tujuan tanaman apa yang ingin dibudidayakan. Selain itu, greenhouse juga menyediakan kesempatan yang lebih luas untuk petani karena lingkungan tumbuh untuk pertanian dapat diatur sesuai kondisi yang dibutuhkan oleh hasil budidaya.

5. Rooftop Garden

berkebun di atap

Area perkotaan kian memiliki ruang terbatas, tetapi tidak menjadi hambatan untuk tetap bercocok tanam. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan atap untuk berkebun, atau dikenal sebagai rooftop garden.

Atap yang didesain menjadi taman dapat disesuaikan sesuai kondisi cuaca sehingga lebih mudah dalam menanam sayur, buah-buahan, atau tanaman obat herbal.

Ada sebuah keuntungan tersendiri ketika atap bangunan diubah menjadi sebuah taman, di mana bagian bawah tanam akan terasa lebih sejuk. Hal ini disebabkan tipe urban farming rooftop garden dapat meminimalisasi suhu panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan.

6. Green Walls

green walls

Green walls memadukan konsep berkebun di tempat yang unik, yakni dinding. Jenis urban farming ini hanya membutuhkan dinding untuk menanam beberapa jenis tanaman yang mendukung, terutama jenis tanaman rambat.

Sistem green walls cukup menguntungkan, karena selain tidak membutuhkan banyak ruang, metode ini juga cukup ramah lingkungan, membuat udara semakin bersih, dan membuat ruangan terlihat lebih sejuk.

Metode green walls juga dikenal cukup baik untuk mengatasi limpahan air hujan ketika badai sehingga banyak diterapkan di luar negeri.

7. Kebun Vertikal

Kebun vertikal (vertical gardens) secara teori menerapkan konsep seperti Green Walls. Kebun vertikal dikembangkan untuk mengurangi jejak penggunaan tanah dalam keperluan berkebun.

Teknik berkebun ini biasanya tidak membutuhkan lahan yang luas, cukup memanfaatkan dinding di mana tanaman yang ditanam disesuaikan secara vertikal.

8. Peternakan hewan

Untuk penduduk perkotaan, beternak mungkin merupakan pilihan yang jarang dilakukan, tetapi bukan berarti tidak dapat direalisasikan. Pada dasarnya, ada banyak pilihan peternakan yang dapat dilakukan di lingkungan urban.

Pemilihan lokasi yang cocok menjadi faktor penentu untuk dapat mewujudkan kondisi peternakan yang kondusif sekaligus inovatif, mengingat jarangnya peternakan di perkotaan.

9. Urban beekeeping

Urban beekeeping adalah cara beternak lebah di perkotaan di mana untuk mengembangkannya sangat bergantung pada lokasi yang ditempati. Dapat dikatakan, peternakan lebah dapat berubah dari satu kota ke kota lain.

Namun, peternakan lebah di perkotaan dapat membawa beberapa keuntungan yang sangat penting untuk masyarakat urban. Keberadaan lebah itu sendiri sangat berperan penting dalam kelangsungan ekosistem, yaitu sebagai agen untuk membantu penyerbukan sehingga meningkatkan keberagaman hayati.

10. Akuaponik

Teknik aquaponik menerapkan sistem pengairan secara lebih modern

Tipe urban farming satu ini mungkin telah banyak didengar para petani modern, sebagai salah satu cara inovatif selain hidroponik. Praktik berkebun secara akuaponik biasanya diaplikasikan karena tersedianya peternakan kolam ikan.

Kolam yang dibangun dapat menyesuaikan kondisi tempat yang hendak dimanfaatkan. Biasanya, teknik yang lebih modern memanfaatkan alat yang mengumpulkan air hujan, kemudian menghasilkan jaringan resirkulasi mandiri di tangki atau kolam ikan buatan.

Akuaponik termasuk teknik adaptatif di mana dengan metode yang benar, jenis urban farming ini dapat memelihara tanaman secara efektif dan memberikan protein alternatif pada tanaman yang ramah lingkungan.

Itulah beberapa jenis urban farming yang dapat dilakukan di lingkungan perkotaan. Selain efektif dalam memanfaatkan lingkungan yang tersedia, tanpa membutuhkan lahan yang luas, beberapa tipe yang tersedia juga dapat memberikan manfaat yang cukup baik untuk mendukung ketanahan pangan serta kelangsungan lingkungan hidup.

Oleh karena itu, jika kamu berminat mengembangkan urban farming di rumah kamu, maka artinya kamu juga turut menyumbang dukungan kelangsungan lingkungan hidup yang lebih baik.

Salam sukses, Angphotorion!

Salam Angphot! Kamu bisa belajar bersama kami dalam link whatsapp Angphotorion dan Channel Telegram Angphot untuk belajar cara menanam dan merawat anggrek dan tanaman hias lain bersama sekaligus melakukan jual beli dengan aman. Kamu dapat mengajukan pertanyaan serta berkonsultasi gratis bersama kami.

Kami juga menyediakan kesempatan sebagai reseller dan mitra dalam naungan Angphotorion. Selengkapnya lihat ketentuan dalam halaman kami. Katalog anggrek, aglonema, produk makanan sehat dan hidroponik, buku, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Leave a Reply