Limbah Organik Idul Adha Berpotensi Cemari Lingkungan, Ini Cara Pengelolaannya

Limbah Organik Idul Adha, persoalan abadi setiap tahun

Limbah organik Idul Adha selalu menjadi perhatian khusus setiap tahunnya. Selain daging kurbannya yang masih ada, efek dari pembuangan limbah organik Idul Adha juga masih ada.

Setiap perayaan Idul Adha, kamu pasti selalu menjumpai kotorannya yang mengalir di sungai. Salah satu dampaknya, bisa mencemari air yang kemudian dapat menyebarkan penyakit jika mengonsumsi air dari sungai tersebut.

Limbah organik Idul Adha, sebenarnya dapat dengan mudah dikelola dengan tepat. Kuncinya, dengan adanya kerjasama antara pemerintah daerah, pengelola masjid, panitia kurban, dan masyarakatnya.

Pihak-pihak tersebut dapat saling bekerja sama membangun sistem kurban yang ramah lingkungan untuk menekan lonjakan limbah organik Idul Adha setiap tahunnya.

Limbah Organik Hewan Kurban Sebelum Idul Adha

Limbah organik hewan kurban tidak hanya muncul setelah Idul Adha, tetapi juga sebelum Idul Adha. Tepatnya, saat hewan kurban masih hidup.

Limbah organik tersebut dihasilkan dari kotorannya dan sisa pakannya. Contoh, dari hewan kurban sapi. Kotoran sapi biasanya dibersihkan dengan air dari selang sambil disapu mengarah ke sungai.

Contoh lain, dari hewan kurban kambing, kotorannya biasanya dibiarkan menumpuk di tanah terbuka. Dua hal tersebut dapat menyebabkan pencemaran air dan pencemaran udara akibat bau busuknya.

Adapun sisa pakannya, biasanya dibiarkan menumpuk di tempat terbuka yang kemudian dapat menimbulkan pencemaran udara dari bau busuknya dan bisa menyebarkan penyakit melalui lalat.

Limbah Organik Hewan Kurban Setelah Idul Adha

Setelah perayaan Idul Adha, pengelolaan limbah organik hasil penyembelihan hewan kurban selalu menjadi perhatian yang serius.

Dilansir dari Tempo, limbah organik hewan kurban, terbagi menjadi dua kategori utama. Kategori pertama, limbah di area penjualan. Kategori kedua, limbah di area penyembelihan.

Limbah organik hewan kurban di lokasi penjualan, berupa kotoran dan sisa pakan. Sementara limbah organik hewan kurban di area penyembelihan, berupa darah, jeroan, isi rumen, kulit, hingga tulang.

Limbah organik hewan kurban penyembelihan memiliki potensi kontaminasi tinggi, sehingga harus ditangani dengan cara khusus, dibandingkan dengan dibuang ke sungai, seperti yang selama ini selalu dilakukan.

Dampak Jika Limbah Organik Idul Adha tidak Dikelola dengan Baik

Limbah organik Idul Adha yang tidak dikelola dengan baik, tapi dibuang ke sungai, bisa mencemari air yang kemudian dapat menyebarkan penyakit jika mengonsumsi air dari sungai tersebut.

Selain dibuang ke sungai, limbah organik Idul Adha biasanya juga dibuang ke TPA. Hal ini menimbulkan bau busuk, mencemari tanah, dan mengundang lalat dan tikus yang dapat menyebarkan penyakit.

Limbah organik Idul Adha yang dibiarkan menumpuk di Tempat Pembungan Akhir (TPA), juga dapat membentuk gas metana dari proses pembusukannya.

Cairan Ezo Enzim: Pengelolaan Limbah Organik Idul Adha

Dilansir dari mozaik islam, terdapat cara untuk mengurangi bau busuk dan amis dari limbah organik darah di area penyembelihan, yaitu dengan disiram menggunakan cairan eco enzim.

Cairan eco enzim merupakan cairan alami hasil fermentasi limbah organik kulit buah dan sayur. Cairan ini dinilai mampu membantu dalam pengelolaan limbah organik Idul Adha secara ramah lingkungan.

Limbah organik seperti usus dan babat, juga dapat direndam cairan eco enzim untuk kemudian dibuat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, daripada dibuang sembarangan.

Namun, perlu diingat, bahwa cairan eco enzim sangat tidak disarankan bersentuhan langsung dengan daging kurban, misalnya seperti disemprotkan atau dicampurkan.

Baca juga: 5 Resep Pestisida Alami untuk Anggrek yang Mudah Dibuat

Biopori: Pengelolaan Limbah Organik Idul Adha

Selain menggunakan cairan eco enzim, limbah organik Idul Adha juga dapat dikelola dengan sistem biopori atau lubang di tanah, seperti yang disarankan melalui website resmi unair.ac.id.

Kamu bisa membuat lubang di tanah untuk menimbun limbah organik seperti kulit, buntut, tulang, atau jeroan. Sebelum ditutup dengan tanah, campuri dahulu dengan kapur untuk mengurangi bau.

Limbah organik Idul Adha yang tidak bisa dikonsumsi, sangat tidak disarankan untuk dibakar karena dapat mencemari udara.

Pengelolaan Limbah Organik Idul Adha Menjadi Produk Bernilai

Adapun cara lainnya yang juga ramah lingkungan serta lebih kreatif yaitu diolah menjadi produk kerajinan, seperti pada kulitnya yang menjadi tas ataupun pada tulangnya yang menjadi barang.

Bisa juga dijadikan sebagai bahan pangan. Contohnya, kulit sapi bisa dibuat menjadi kerupuk kulit sapi yang gurih. Tulang sapi, bisa digunakan sebagai bahan penyedap kuah bakso.

Kotorannya yang biasanya dihanyutkan ke sungai, sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi biogas ataupun pupuk organik seperti kompos atau vermikompos.

Melalui pengelolaan yang tepat, limbah organik Idul Adha tidak akan menjadi masalah lingkungan, melainkan dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Baca juga: 3 Cara Membuat Cangkang Telur Hias Jadi Karya Seni Cantik & Mewah

Solusi Lain: Pengelolaan Limbah Organik Idul Adha bersama ANGPHOT

Melalui program tabungan limbah, bukan sekadar program pengelolaan limbah, tapi perubahan cara pandang dari waste menjadi resource, dari sisa menjadi nilai, dari masalah menjadi solusi.

Melalui program tabungan limbah, ANGPHOT mengajak masyarakat mengolah limbah organik dengan cara yang berbeda, bukan sebagai sampah, tapi sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Kami mengubah limbah organik menjadi pakan-pakan bernutrisi. Seperti vitoma, produk pakan ikan bernutrisi dari limbah organik, lalu egg shell powder yang merupakan bubuk nutrisi dari cangkang telur.

Informasi lengkap dapat kamu temukan pada halaman ketentuan kami. Beragam produk pertanian inovatif berbasis pengelolaan food waste, hidroponik, serta karya kreatif lainnya tersedia di Katalog Angphot.

Baca juga: Ciri Pakan Ikan yang Berkualitas: Panduan Memilih Nutrisi Terbaik untuk Budidaya

Butuh Bibit dengan Harga Murah?

Kami menyediakan bibit ikan unggulan dengan harga terjangkau, cocok untuk pembudidaya pemula maupun profesional.

Editor: M Khoirul Hasan

Facebook Comments Box
Scroll to Top