7 Fakta Efisiensi Pakan, Salah Satunya Melalui Fermentasi

7 Fakta Fermentasi Membantu Efisiensi Pakan Ikan

Untuk melakukan efisiensi pakan, para pembudidaya ikan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya biaya pakan hingga nilai Feed Conversion Ratio (FCR) yang kurang efisien.

Diketahui, pakan menjadi komponen terbesar dalam biaya produksi budidaya, yakni mencapai 60-70% dari total biaya operasional, sebagaimana dilansir dari Diotraining.

Efisiensi pakan menjadi faktor kunci untuk meningkatkan keuntungan dalam budidaya ikan. Salah satu cara inovatif yang bisa dilakukan adalah fermentasi pakan ikan.

Berdasarkan penelitian ”Pengaruh Pakan Fermentasi Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp.)”, efisiensi pakan adalah ukuran seberapa optimal pakan diubah menjadi pertambahan bobot ikan.

Hal lainnya yang juga mempengaruhi efisiensi pakan adalah kualitas bahan pakan, kandungan nutrisi, dan cara pengolahan pakan.

Fermentasi pakan berperan dalam mengurangi biaya produksi karena dapat memanfaatkan bahan lokal yang murah. Mikroorganisme yang digunakan dalam proses fermentasi akan memecah bahan baku menjadi lebih sederhana, sehingga mudah diserap oleh ikan.

Selain itu, proses fermentasi juga dapat meningkatkan kualitas nutrisi pakan, seperti meningkatkan kandungan protein, mengurangi serat kasar, dan menghasilkan senyawa yang merangsang pertumbuhan ikan.

Efisiensi Pakan melalui Pencernaan Ikan

Melalui Minapoli, pada saat proses fermentasi, bahan baku pakan akan dipecah melalui bantuan enzim dari mikroba atau probiotik. Hal ini membuat pakan lebih bergizi melalui kandungan protein yang naik.

Pemecahan tersebut membantu ikan dalam mencerna pakannya karena pakan sudah ’dicerna’ di luar tubuh terlebih dahulu. Dengan begitu, kerja lambung ikan menjadi lebih ringan saat memproses protein dan kandungan lainnya dalam pakan.

Pemecahan bahan oleh enzim juga membuat lambung ikan terhindar dari beban mencerna bahan nabati dalam pakan. Hasilnya, nutrien seperti asam amino, glukosa, dan asam lemak yang langsung dapat diserap oleh ikan.

Efisiensi Pakan melalui Bertambahnya Bobot Ikan

Berdasarkan penelitian ”Pemberian Pakan yang Difermentasikan dengan Probiotik untuk Pemeliharaan Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) pada Teknologi Bioflok Feed Fermented Using Probiotic for African Catfish in Biofloc Technology”, melalui pakan fermentasi ikan hanya memerlukan energi yang lebih sedikit untuk mencernanya.

Sisanya, digunakan untuk pertumbuhan yakni menambah bobot ikan.

Baca juga: Perbandingan Kualitas Pakan Ikan Vitoma vs. Produk Konvensional dalam Budidaya Akuakultur

Efisiensi Pakan melalui Penurunan FCR

Centra biotech Indonesia juga menyebutkan bahwa fermentasi dapat meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan. Hal ini mengurangi jumlah pakan yang terbuang, sehingga menurunkan Feed Conversion Ratio (FCR) yang berarti biaya pakan menjadi lebih hemat.

Melalui Minapoli juga menyebutkan bahwa, pakan yang difermentasi menghasilkan lebih banyak nutrisi yang dapat diserap ikan sehingga menyebabkan TDN (Total Digestible Nutrient) meningkat dan  hasil produksi ikut naik.

Fermentasi pakan menjadi cara paling mudah untuk menghasilkan FCR yang baik. FCR yang rendah, mengurangi pemborosan pakan sekaligus mendukung pertumbuhan ikan yang lebih baik.

Berdasarkan penelitian beberapa jurnal, FCR adalah rasio yang menunjukkan berapa banyak pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan peningkatan bobot ikan. Sementara TDN, adalah nilai nutrisi yang dapat dicerna dari suatu bahan pakan.

Baca juga: Feed Conversion Ratio: Cara Hitung & Optimasi Efisiensi

Efisiensi Pakan melalui Kesehatan dan Imunitas Ikan

Pemberian pakan fermentasi dapat meningkatkan sistem imun ikan terhadap virus penyebab penyakit, sehingga angka kematian bisa diturunkan.

Hal ini terjadi karena bahan baku – biasanya limbah makanan – yang difermentasi mengandung vitamin, mineral, dan asam amino yang lebih mudah diserap untuk mendukung kekebalan tubuh ikan dalam melawan infeksi dari patogen di air kolam.

Peningkatan kekebalan tubuh ini penting untuk menjaga kelangsungan hidup ikan, yang pada akhirnya berdampak pada hasil panen.

Selain itu, ikan yang diberi pakan fermentasi cenderung makan lebih banyak, sehingga energi yang tersedia untuk pertumbuhan dan metabolisme pun meningkat.

Asupan makanan yang lebih tinggi ini sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup ikan, terutama dalam sistem budidaya intensif.

Efisiensi Pakan melalui Kualitas dan Lingkungan Budidaya

Pakan yang difermentasi menghasilkan kualitas yang baik dengan tekstur yang tidak mudah hancur saat di dalam air.

Selain itu, nutrisinya dapat diserap dalam jumlah tinggi oleh ikan, sehingga kotoran yang terbuang lebih sediki dan beban pencemaran organik atau TOM (Total Organik Matter) menjadi lebih kecil.

Melalui jurnal ”Pengaruh Total Organic Matter (TOM) dan Alkalinitas Terhadap Kelimpahan Vibrio sp. Pada Pembenihan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei)”, TOM adalah jumlah dari sisa-sisa organisme mati, kotoran ikan, maupun bahan organik lainnya yang sudah larut,tersuspensi dan koloid di dalam air kolam.

Dampaknya, ekosistem kolam menjadi lebih sehat, kualitas air membaik, dan ikan dapat berkembang dengan baik, yang akhirnya berkontribusi pada hasil panen yang melimpah.

Efisiensi Pakan melalui Bahan Pakan Alternatif

Penggunaan bahan pakan alternatif seperti limbah makanan bisa membantu meningkatkan efisiensi pakan sekaligus menghemat biaya karena bahan ini mudah diperoleh dari lingkungan sekitar.

Selain itu, limbah organik  yang difermentasi menghasilkan nutrisi yang lebih seimbang untuk ikan, sehingga mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.

Baca juga: 5 Solusi Pakan Ikan Dari Sampah Organik, Rahasia Hemat & Panen Melejit

Efisiensi Pakan melalui Strategi Pemberian Pakan

Pemberian pakan ikan secara terjadwal dan sesuai kebutuhan metabolisme ikan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, sehingga menurunkan biaya operasional budidaya.

Sebaliknya, manajemen pakan yang kurang baik seperti pemberian berlebihan atau tidak sesuai jadwal, dapat menyebabkan pemborosan pakan, meningkatkan FCR, dan menurunkan efisiensi pakan.

Dilansir dari BMPP, pemberian pakan 100% dari kebutuhan ikan, hanya menghasilkan efisiensi pakan sebesar 80%. Sementara itu, pemberikan pakan 80% dari kebutuhan ikan, justru dapat mencapai efisiensi hingga 100%.

Vitoma: Pakan Fermentasi yang bisa Mendukung Efisiensi Pakan

Screenshot 2026 01 08 223258

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!

Vitoma adalah pakan ikan berprotein tinggi yang diproduksi melalui fermentasi limbah makanan,  sehingga mendukung efisiensi pakan.

Hal ini dapat dilihat pada keunggulan vitoma meliputi, penyerapan nutrisi yang maksimal, peningkatan kesehatan ikan, kualitas air yang tetap jernih, serta harga yang lebih kompetitif yakni 7-10% lebih murah.

Kamu dapat mengunjungi langsung website resmi kami untuk mendapatkan produk Vitoma, ataupun melalui Katalog Angphot kami, maupun dengan menghubungi kontak WhatsApp Admin kami untuk informasi lebih lanjut.

Facebook Comments Box
Scroll to Top