Budidaya Bunga anggrek Untuk Pemula: Tips, Jenis, dan Perawatan

1 5 1

Bunga anggrek sudah lama menjadi primadona tanaman hias karena tampilannya yang elegan dan terlihat bernilai tinggi. Tak heran jika budidaya bunga anggrek semakin diminati, baik sebagai hobi maupun peluang usaha yang menjanjikan.

Selain cantik, bunga anggrek juga memiliki daya tahan bunga yang relatif lama dibandingkan tanaman hias lainnya. Keunggulan ini membuat budidaya bunga anggrek dianggap punya nilai estetika dan ekonomi sekaligus.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap budidaya bunga anggrek itu rumit dan hanya cocok untuk kolektor berpengalaman. Padahal faktanya, dengan pemilihan media tanam dan pot yang tepat, merawat anggrek justru bisa dilakukan oleh pemula tanpa ribet.

Jenis Bunga Anggrek yang Populer untuk Budidaya

Meskipun terdapat banyak sekali jenis bunga anggrek yang mungkin sering kalian lihat di lingkungan sekitar, tetapi tidak semua jenis anggrek bisa dibudidayakan dengan sembarang.

Anggrek bulan (Phalaenopsis)

anggrek bulan

Jenis anggrek bulan dan gambarnya banyak ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara, seperti Filipina, Malaysia, termasuk Indonesia yang punya spesies asli Phalaenopsis amabilis. Jenis ini dijuluki sebagai Puspa Pesona karena kecantikan kelopak bunganya yang lebar dan tampak sangat elegan saat mekar.

Tanaman ini adalah pilihan nomor satu kalau kamu baru mau mulai mencoba budidaya bunga anggrek di rumah. Perawatannya tidak menuntut banyak sinar matahari langsung, jadi kamu bisa menaruhnya di dekat jendela kamar atau di dalam ruangan.

Keunggulan utama dari budidaya bunga anggrek jenis ini terletak pada masa mekar bunga yang sangat awet, bahkan bisa bertahan hingga tiga bulan. Selain itu, variasi warnanya sekarang sudah sangat beragam berkat hasil persilangan yang dilakukan para ahli botani.

Baca juga: Anggrek Bulan Mini (Phalaenopsis spp.)

Anggrek Dendrobium

anggrek dendrobium

Dendrobium merupakan salah satu genus anggrek terbesar yang tersebar luas dari dataran Asia tropis, seperti Thailand dan Papua. Jenis ini sangat populer di Indonesia karena daya tahannya yang luar biasa terhadap cuaca panas yang terik.

Kamu bakal suka memelihara Dendrobium karena jenis ini sangat rajin berbunga sepanjang tahun tanpa mengenal musim tertentu. Budidaya bunga anggrek jenis ini ramah untuk pemula karena tidak manja dan relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit busuk akar.

Kelebihan lainnya adalah bentuk batangnya yang kokoh dan bisa menghasilkan banyak tangkai bunga sekaligus dalam satu tanaman. Pilihan warnanya juga sangat ceria, mulai dari gradasi putih-ungu yang lembut sampai warna-warna neon yang mencolok.

Anggrek Cattleya

anggrek cattleya

Cattleya sering disebut sebagai “Ratu Anggrek” karena ukuran bunganya yang sangat besar dibandingkan jenis anggrek pada umumnya. Habitat aslinya berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan, terutama di wilayah hutan tropis yang lembap.

Anggrek ini sangat terkenal karena aroma wanginya yang semerbak dan bisa tercium dari jarak yang cukup jauh. Meskipun masa mekarnya tidak selama anggrek bulan, kepuasan saat melihat bunga besarnya terbuka sempurna bener-bener nggak ada tandingannya.

Budidaya bunga anggrek jenis ini cenderung lebih sulit, Cattleya adalah jenis selanjutnya setelah kamu berhasil merawat Dendrobium. Keunggulannya ada pada nilai gengsinya yang tinggi, sehingga sering dijadikan koleksi wajib bagi para pecinta tanaman hias kelas atas.

Baca juga: Gambar Bunga Anggrek Cattleya Spesies Terpopuler

Anggrek Vanda

anggrek vanda

Vanda adalah jenis anggrek yang unik karena sebagian besar spesiesnya hidup menggantung di udara tanpa butuh media tanam tanah atau arang. Mereka berasal dari wilayah tropis Asia dan sangat menyukai lingkungan dengan sirkulasi udara yang sangat lancar serta kelembapan tinggi.

Keunikan utamanya ada pada akar-akarnya yang menjuntai bebas dan berfungsi menyerap air langsung dari udara di sekitarnya. Kamu nggak perlu repot menyiapkan pot berisi media, cukup gantungkan saja di dahan pohon atau di bawah kanopi teras rumahmu.

Warna bunga Vanda biasanya sangat tajam dan punya pola tutul-tutul atau garis yang sangat eksotis di setiap kelopaknya. Jenis ini cocok banget buat kamu yang ingin punya dekorasi taman dengan nuansa hutan hujan tropis yang kental.

Anggrek Perahu (Cymbidium)

anggrek perahu

Cymbidium atau anggrek perahu lebih banyak ditemukan di daerah dataran tinggi yang udaranya cenderung lebih sejuk dan dingin. Bentuk bunganya unik karena bagian bibir bunganya melengkung menyerupai lambung perahu kecil yang sangat cantik.

Budidaya bunga anggrek ini sangat populer di pasar internasional sebagai bunga potong karena tangkainya yang panjang dan tekstur bunga yang kaku. Kalau kamu tinggal di daerah pegunungan, jenis ini bakal tumbuh dengan sangat subur dan rajin mengeluarkan kuncup bunga baru.

Keunggulannya terletak pada jumlah kuntum bunga yang sangat banyak dalam satu malai atau tangkai panjangnya. Tampilannya yang rimbun bikin Cymbidium sering dijadikan tanaman penghias sudut ruangan yang mewah di hotel-hotel atau perkantoran.

Anggrek Kupu-Kupu (Oncidium)

anggrek kupu-kupu

Oncidium dijuluki sebagai “Dancing Lady Orchid” karena bentuk kelopak bunganya yang sekilas mirip dengan rok penari yang sedang berputar. Jenis ini aslinya berasal dari wilayah Amerika Selatan dan punya daya adaptasi yang cukup baik di iklim Indonesia.

Budidaya bunga anggrek ini sangat digemari karena dalam satu tangkai bisa tumbuh puluhan hingga ratusan kuntum bunga kecil yang sangat ramai. Meskipun bunganya mungil, aroma wangi yang dihasilkan beberapa jenis Oncidium menyerupai bau cokelat atau vanilla yang manis sehingga disukai oleh banyak orang.

Kelebihan dari budidaya bunga anggrek ini adalah perawatannya yang simple dan dia nggak butuh ruang yang terlalu luas untuk bisa tumbuh dengan maksimal.

Tips Memilih Bibit Unggul

budidaya bunga anggrek

Periksa kondisi daun dan batang

Saat memilih bibit untuk budidaya bunga anggrek, pastikan daunnya berwarna hijau segar dan tidak ada bercak kecokelatan. Batang atau bulb-nya juga harus terlihat gemuk dan berisi, bukan yang mengkerut atau terlihat kering seperti kekurangan nutrisi.

Perhatikan kesehatan akar

Akar yang sehat itu teksturnya keras dan ujungnya berwarna hijau muda yang menandakan dia lagi aktif tumbuh. Kalau akarnya sudah lembek atau berwarna hitam, mending cari bibit yang lain saja daripada pusing di kemudian hari.

Rekomendasi fase pertumbuhan

Buat kamu yang masih belajar, sangat disarankan membeli bibit fase remaja atau yang sudah dewasa. Memang harganya sedikit lebih mahal dibanding bibit botolan, tapi persentase keberhasilannya jauh lebih tinggi karena daya tahannya sudah terbentuk.

Pastikan bebas dari hama

Sebelum memilih bibit untuk budidaya bunga anggrek, coba periksa di bawah lipatan daun atau di sela-sela batang, pastikan tidak ada kutu putih, ulat, atau serangga kecil lainnya yang menempel. Membawa pulang bibit yang berhama sama saja dengan mengundang masalah buat tanamanmu yang lain di rumah.

Baca juga: Cara Merawat Bunga Anggrek Bagi Pemula

Pemilihan Media Tanam dan Pot untuk Budidaya Bunga Anggrek

media air untuk menanam anggrek

Media tanam yang tepat

Karena anggrek bukan tanaman biasa yang tumbuh di tanah, kamu butuh media yang punya sirkulasi udara bagus.

Berikut beberapa pilihannya:

  • Arang sekam atau arang kayu: Bagus untuk menyerap sisa pupuk tapi tidak menyimpan air terlalu banyak
  • Pakis cacah: Media favorit karena awet dan punya drainase yang sangat oke
  • Moss hitam/putih: Sangat baik menyimpan kelembapan, cocok kalau kamu tinggal di daerah panas
  • Potongan kayu/kulit pinus: Memberikan kesan alami dan sangat mirip dengan habitat asli anggrek

Baca juga: Cara Menanam Anggrek Hidroponik dengan Media Air

Pemilihan Pot

Pilihan pot sangat menentukan nasib akar anggrek hasil budidaya bunga anggrekmu nanti. Pot tanah liat punya pori-pori yang bagus untuk penguapan air, sehingga akar tidak gampang busuk.

Kalau kamu ingin budidaya bunga anggrek menggunakan pot plastik, pastikan lubang di bagian bawah dan sampingnya cukup banyak untuk penguapan air. Untuk jenis Vanda, pot gantung dari kawat atau kayu adalah pilihan terbaik agar akarnya bisa bebas bernapas.

Langkah-Langkah Perawatan Harian

budidaya bunga anggrek

Penyiraman

Siramlah pada pagi hari (sekitar jam 7-9 pagi) agar air yang menempel di daun punya waktu untuk kering sebelum malam hari. Cukup semprot bagian akar dan medianya saja sampai basah merata.

Pencahayaan

Kebanyakan anggrek butuh cahaya matahari yang disaring, kamu bisa pasang paranet atau letakkan di bawah naungan pohon. Kalau daun anggrekmu berubah jadi cokelat gelap, itu tandanya dia “terbakar” sinar matahari, segera pindahkan ke tempat yang lebih teduh.

Suhu dan kelembapan

Anggrek suka lingkungan yang lembap tapi sirkulasi udaranya lancar, kamu bisa meletakkan nampan berisi air di bawah pot (tapi pot jangan menyentuh air) untuk meningkatkan kelembapan udara di sekitarnya. Jangan biarkan anggrek diletakkan di tempat yang terlalu pengap karena bisa memicu tumbuhnya jamur.

Nutrisi dan Pemupukan dalam Budidaya Bunga Anggrek

budidaya bunga anggrek

Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan dalam budidaya bunga anggrek

Sama seperti kita, anggrek butuh “makanan” lengkap berupa Nitrogen (N) untuk daun, Fosfor (P) untuk bunga, dan Kalium (K) untuk daya tahan tubuh. Tanpa nutrisi yang cukup, budidaya bunga anggrek kamu bisa gagal dan anggrek susah untuk berbunga.

Jenis pupuk

Penggunaan pupuk berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan bunga, kalau anggreknya masih kecil, pakai pupuk dengan N tinggi untuk memacu pertumbuhan daun. Tapi kalau sudah masuk usia berbunga, ganti ke pupuk dengan kandungan P dan K yang lebih tinggi agar bunganya cepat muncul.

Waktu pemupukan

Lakukan pemupukan setidaknya satu kali seminggu dengan dosis yang lebih encer dari instruksi di kemasan. Lebih baik memupuk sedikit demi sedikit tapi rutin daripada memberikan dosis besar sekaligus yang malah bisa bikin akar terbakar.

Rekomendasi pupuk

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pupuk NPK sangat efektif digunakan pada fase awal pertumbuhan anggrek, khususnya jenis Vanda. NPK membantu mempercepat pembesaran anggrek sehingga lebih siap dipindahkan ke media tanam.

Sementara untuk anggrek Dendrobium fase seedling, pupuk daun terbukti lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan bibit. Selain itu, untuk anggrek dewasa seperti Dendrobium, pupuk slow release direkomendasikan karena mampu memberikan nutrisi stabil dan mendukung pembungaan lebih baik.

Dengan demikian, kombinasi pupuk NPK, pupuk daun, dan pupuk slow release dapat digunakan sesuai fase pertumbuhan anggrek agar hasil budidaya lebih maksimal. Penggunaan pupuk alami seperti tepung cangkang telur juga sangat baik digunakan di awal fase menanam.

Selain itu, kamu juga bisa sesekali memberikan vitamin B1 untuk mengurangi stres pada tanaman, terutama setelah kamu mengganti media tanamnya.

Pengendalian Hama dan Penyakit

bunga anggrek

Hama umum yang sering menyerang

Kutu gajah dan kutu putih adalah musuh bebuyutan dalam budidaya bunga anggrek mereka biasanya menghisap cairan tanaman sehingga daun jadi keriput dan kerdil. Selain itu, waspadai juga siput telanjang yang suka mengumpat di bawah pot dan memakan akar muda di malam hari.

Penyakit yang sering muncul

Penyakit yang paling mematikan adalah busuk hitam dan busuk akar yang disebabkan oleh jamur karena lingkungan yang terlalu basah. Jika kamu melihat ada bagian yang lembek dan berbau tidak sedap, itu tandanya infeksi bakteri sudah mulai menyerang tanamanmu.

Baca juga: 11 Penyebab Daun Anggrek Berubah Kuning dan Cara Mengatasinya

Cara-cara mengatasi hama dan penyakit

Cara organik

Cara organik sangat disarankan kalau kamu ingin membasmi hama tanpa merusak lingkungan atau kesehatanmu sendiri. Kamu bisa memanfaatkan air rebusan tembakau atau campuran sabun cuci piring cair yang diencerkan dengan banyak air sebagai pestisida alami.

Semprotkan larutan ini secara merata ke seluruh bagian tanaman, terutama pada bagian bawah daun yang sering jadi tempat persembunyian. Kandungan nikotin dalam tembakau sangat ampuh untuk mengusir serangga kecil tanpa meninggalkan residu kimia yang berbahaya.

Cara Mekanis

Langkah mekanis adalah cara paling cepat dan aman untuk menangani serangan hama yang jumlahnya masih sedikit atau baru terlihat. Kamu bisa langsung mengambil ulat atau siput yang menempel menggunakan tangan atau pinset agar mereka tidak sempat memakan bagian pucuk anggrek.

Untuk mengatasi kutu putih yang lengket, gunakanlah kapas atau cotton bud yang sudah dicelupkan ke dalam alkohol dosis rendah. Usapkan secara perlahan pada bagian yang terkena serangan sampai kutu terangkat bersih sehingga jaringan daun tidak mengalami iritasi lebih lanjut.

Cara Kimia

Penggunaan bahan kimia biasanya menjadi solusi terakhir yang diambil jika serangan hama atau penyakit sudah sangat masif dan mengancam nyawa tanaman. Kamu bisa membeli insektisida untuk membasmi serangga atau fungisida jika anggrekmu menunjukkan gejala busuk yang disebabkan oleh jamur.

Pastikan kamu selalu membaca instruksi dosis pada kemasan agar tidak terjadi overdosis yang justru bisa membuat daun anggrek menjadi kuning atau terbakar. Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat melakukan penyemprotan kimia demi menjaga keamanan kesehatanmu sendiri.

Baca juga: Bunga Anggrek Ekor Tupai (Aerides multifora) dan Tips Merawatnya

Cara Memperbanyak Anggrek

budidaya bunga anggrek

Pemisahan rumpun (split)

Ini adalah cara yang paling gampang buat kamu lakukan di rumah. Kalau rumpun anggrekmu sudah terlalu penuh di satu pot, bagi menjadi beberapa bagian. Pastikan setiap bagian minimal punya 3 bulb agar tanaman barunya punya cukup cadangan energi untuk tumbuh.

Stek batang

Khusus untuk jenis Dendrobium atau Epidendrum, kamu bisa memotong batang yang sudah tua. Letakkan potongan batang tersebut di atas media moss yang lembap sampai muncul tunas-tunas baru dari buku-buku batangnya.

Mengenal keiki

Madang-kadang, anggrek suka menumbuhkan “bayi” kecil di tangkai bunga atau batangnya yang disebut keiki. Kalau akarnya sudah tumbuh sekitar 3-5 cm, kamu bisa memotongnya dengan hati-hati dan memindahkannya ke pot baru sebagai tanaman mandiri.

Budidaya bunga anggrek bukan sekadar soal mempercantik ruangan, tetapi juga tentang memahami nilai keindahan, kesehatan, dan peluang ekonomi yang ada di dalamnya. Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran akan pelestarian, anggrek bisa terus memberi manfaat tanpa merusak alam.​

Gimana, makin tertarik buat mulai koleksi anggrek di rumah? Kalau kamu tertarik untuk mulai menanam bunga anggrek dan ingin tahu lebih dari manfaat bunga anggrek, kamu bisa cari tahu informasi lebih dalam mengenai bunga anggrek di halaman Angphot.

Temukan juga bubuk vangkang telur terbaik untuk membantu pertumbuhan tanamanmu di Katalog Cangkang Telur Angphot.

Facebook Comments Box
Scroll to Top