Pakan ikan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh pembudidaya ikan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan ternak. Dalam pemilihan produk pakan ikan, pembudidaya memiliki standar tersendiri dengan memandang aspek kualitas dan keramahan harga.
Faktanya, para pembudidaya ikan harus mengeluarkan 50%—70% biaya produksi untuk membeli pakan ikan konvensional. Tingginya harga pakan ikan konvensional tidak sebanding dengan pendapatan para pembudidaya hingga berimbas kepada keberlanjutan usaha mereka.
Pakan ikan fermentasi hadir sebagai solusi. Penggunaan bakteri pada pakan ikan fermentasi merupakan solusi berkelanjutan yang menjanjikan dari sisi ekonomi dan dari sisi tumbuh kembang ikan. Fungsi penggunaan bakteri pada pakan ikan fermentasi lebih dari sekadar mikroorganisme pengurai.
Tidak semua mikroorganisme dapat berperan sebagai bakteri pada pakan ikan fermentasi. Kira-kira apa saja jenis bakteri pada pakan ikan fermentasi? Apa fungsi dan dampak penggunaan bakteri pada pakan ikan fermentasi bagi keberlanjutan budi daya? Berikut penjelasannya.
Pakan Ikan Fermentasi: Solusi Budi Daya Berkelanjutan

Pakan ikan fermentasi merupakan salah satu produk inovasi berbasis sustainability yang menggabungkan solusi ekonomi dan lingkungan. Pakan ikan fermentasi memanfaatkan limbah organik sebagai bahan baku utama yang membawa dampak besar bagi perubahan iklim.
Limbah organik menjawab keresahan akan limbah organik yang menumpuk di TPA. Per tahun 2025, jumlah limbah organik yang belum dikelola dengan baik mencapai 75% yang tersebar di seluruh TPA di Indonesia.
Tingginya jumlah persentase jumlah limbah organik tentu bukan hal yang baik. Limbah organik merupakan salah satu pemicu terjadinya pemanasan global dan kerusakan iklim karena limbah organik yang menumpuk meningkatkan laju produksi gas metana.
Selain menghasilkan gas metana, limbah organik menghasilkan cairan lindi. Cairan lindi merupakan cairan yang tercipta ketika air menggenangi tumpukan sampah. Cairan lindi dapat menyerap ke permukaan tanah dan membawa dampak buruk bagi struktur dan kesuburan tanah.
Dengan memanfaatkan limbah organik sebagai sumber utama produksi pakan ikan, inovasi tersebut mampu menyelamatkan lingkungan dan mendukung keberlanjutan usaha para pembudidaya dengan memanfaatkan beberapa jenis bakteri pada pakan ikan fermentasi.
Baca juga: ANGPHOT Kenalkan Cara Mengurai Sampah Melalui Pengelolaan Limbah Yang Tepat
3 Jenis Bakteri pada Pakan Ikan Fermentasi
Pengguaan bakteri dalam pengolahan limbah organik menjadi pakan ikan menambah nilai kualitas yang terkandung di dalam produk ramah lingkungan tersebut. Namun, tidak semua jenis bakteri dapat dimanfaatka sebagai bakteri pada pakan ikan fermentasi.
Berikut 3 jenis bakteri serta manfaatnya untuk keberlangsungan budi daya dan kebaikan tumbuh kembang ikan!
Bakteri Penghasil Asam Laktat (BAL)

Menurut Utami dalam penelitian Rahmiati dan Mumpuni (2017), Bakteri Asam Laktat atau BAL merupakan bakteri anaerob fakultatif yang mampu bertahan hidup di segala medium, salah satunya adalah produk fermentasi.
Bakteri Asam Laktat digunakan di dalam produk fermentasi termasuk di dalam produk pakan ikan fermentasi. BAL bermanfaat sebagai pengawet makanan, kultur fermentasi, dan pakan probiotik karena BAL memiliki aktivitas antimikroba.
Target utama BAL adalah bahan baku pakan. Bakteri Asam Laktat bekerja mengubah karbohidrat pada bahan baku pakan menjadi asam laktat dengan cara mengonsumsi karbohidrat melalui proses fermentasi. BAL sering disamakan dengan bakteri probiotik, tetapi nyatanya fokus kedua bakteri tersebut berbeda.
BAL memiliki dua tipe, yaitu BAL homofermentatif dan BAL heterofermentatif. BAL homofermentatif merupakan bakteri asam laktat yang hanya menghasilkan asam laktat. Tipe tersebut lebih efektif untuk menurunkan kadar pH yang membuat bahan-bahan pakan ikan fermentasi terkonsolidasi dengan baik.
Kemudian tipe BAL heterofermentatif bekerja mengubah karbohidrat menjadi zat lain yang beragam, seperti gas karbon dioksida. Tipe ini lebih sedikit menghasilkan asam laktat dibanding dengan tipe homofermentatif.
Sebagai salah satu jenis bakteri pada pakan ikan fermentasi, BAL memiliki banyak fungsi dan dampak baik bagi ikan. BAL dapat berperan sebagai probiotik yang membawa dampak bagi kesehatan dan kebersihan air kolam ternak. Beberapa genus BAL memiliki manfaatnya tersendiri bagi pakan ternak.
Terdapat empat genus BAL yang umum digunakan sebagai jenis bakteri pada pakan ikan fermentasi, yaitu Lactiplantibacillus plantarum, Lactobacillus acidophilus, Pediococcus spp., dan Enterococcus faecium. Empat genus tersebut juga berperan sebagai probiotik yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki kualitas feses ikan.
Lactiplantibacillus plantarum bekerja optimal menurunkan kadar pH dan sangat efektif memproduksi asam laktat. Genus tersebut dapat mendekomposisi limbah organik yang berserat tinggi menjadi adonan yang lunak dan mudah dicerna oleh ikan.
Lactobacillus acidophilus merupakan genus BAL yang bekerja aktif menurunkan kadar pH dan optimal mendekomposisi limbah organik sebagai bahan utama pakan ikan fermentasi. Selain itu, genus ini mampu menekan pertumbuhan patogen dan berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh ikan.
Pediococcus spp. dan Enterococcus faecium merupakan dua genus BAL yang sangat efektif dalam proses fermentasi limbah organik. Keduanya bekerja optimal menurunkan pH dan memproduksi asam laktat. Hal tersebut membuat pakan ikan menjadi awet dan terhindar dari risiko pembusukan.
Bakteri Penghasil Enzim (Bacillus spp.)

Bakteri penghasil enzim atau Bacillus spp. merupakan sekumpulan genus yang bekerja sebagai pemecah sesuatu menjadi zat yang lebih sederhana. Genus dari kelompok bakteri ini umum digunakan dalam produk fermentasi karena menghasilkan berbagai enzim ekstraseluler yang berperan sebagai pengurai.
Menurut Atlas & Bartha, dalam artikel Hatmanti (2000), Bacillus spp. menjadi jenis bakteri yang potensial jika digunakan di industri bioteknologi karena tahan terhadap senyawa antiseptik, memiliki frekuensi suhu perkembangan yang beragam, memiliki sifat aerob atau fakultatif anaerob, menghasilkan enzim yang beragam, dan beberapa genus dapat mendekomposisi senyawa rekalsitran dan xenobiotik.
Beberapa genus Bacillus spp. umumnya dapat diaplikasikan ke dalam proses pengolahan yang berperan sebagai bakteri pada pakan ikan fermentasi, seperti Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, dan Bacillus amyloliquefaciens.
B. subtilis merupakan genus Bacillus spp. paling umum digunakan karena memproduksi enzim protease dan amilase yang bekerja mengubah limbah organik dengan kadar protein dan karbohidrat tinggi menjadi pakan yang mudah dicerna oleh ikan. Dalam beberapa penelitian, genus ini dapat meningkatkan mutu pakan.
B. licheniformis serupa dengan B. subtilis yang mampu menghasilkan enzim protease. Genus ini berfungsi meningkatkan kadar nutrisi pada pakan ikan fermentasi. Perannya dalam pakan ikan fermentasi adalah mengolah limbah organik menjadi produk fermentasi bergizi tinggi.
Dalam pakan ikan fermentasi, B. amyloliquefaciens berperan mengubah komponen bahan organik menjadi produk fermentasi kaya manfaat bagi pakan ternak. Limbah organik yang difermentasi menggunakan genus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan fungsional yang lebih mudah dicerna oleh ikan.
Baca juga: 5 Jenis Pakan Ikan Berprotein Tinggi Agar Ikan Sehat Dan Unggul
Bakteri Probiotik

Menurut Lilley & Stillwell (1965), dalam fkp.unair.ac.id, bakteri probiotik merupakan senyawa yang mampu merangsang pertumbuhan mikroba lain. Kemudian Parker (1974) mengatakan bahwa bakteri probiotik berfungsi sebagai penyeimbang mikroba dalam saluran pencernaan.
Singkatnya, bila bakteri probiotik digunakan dalam jumlah yang cukup, maka dapat membawa manfaat kesehatan bagi tubuh, seperti meningkatkan sistem penyerapan nutrisi, sistem pencernaan, dan mampu mengoptimalkan proses penyerapan nutrisi.
Bakteri probiotik merupakan jenis bakteri pada pakan ikan fermentasi yang umum digunakan. Fokus utama bakteri tersebut adalah bekerja di dalam tubuh ikan. Bakteri probiotik dapat menekan pertumbuhan patogen, memperbaiki kualitas hidup ikan, dan mampu memperkuat sistem pencernaan ikan.
Terdapat beberapa genus dari kelompok bakteri BAL dan Bacillus spp. yang termasuk ke kategori probiotik, seperti Bacillus subtilis, Bacillus licheniformis, Bacillus amyloliquefaciens, Lactiplantibacillus plantarum dan Lactobacillus casei.
Genus BAL bekerja sebagai pengurai oleh enzim sehingga meningkatkan ketahanan umur pakan melalui proses pengawetan alami dan genus Lactobacillus bekerja mempertahankan keasaman pakan tetap stabil sehingga menjaga pakan dari serangan bakteri.
Baca juga: Kualitas Air Budidaya Lele Buruk? Ini Alasannya Lele Bisa Mati Secara Massal
Kesimpulan
Produk pakan ikan fermentasi merupakan produk ramah lingkungan yang menunjukkan bahwa pelaku produksi bisa menggabungkan kepentingan usaha, sosial, dan lingkungan. Jenis bakteri pada pakan ikan tidak tidak spontan dipilih, melainkan melihat manfaat yang dapat diberikan pada pakan ikan.
Produk pakan fermentasi Vitoma ANGPHOT merupakan salah satu produk pakan ikan yang memanfaatkan bakteri probiotik. Produk tersebut dapat meningkatkan bobot dan menjaga kesehatan ikan.
Berdasarkan hasil uji FCR yang dilakukan oleh Tim ANGPHOT, harga produk pakan ikan fermentasi Vitoma lebih murah 7%—10% dibanding dengan pakan ikan konvensional. Perbandingan harga menjadikan Vitoma ANGPHOT dapat dipilih sebagai opsi tetap pakan ikan favoritmu.
Tertarik mencoba produk pakan ikan ramah lingkungan yang melalui proses fermentasi bakteri probiotik? Kunjungi official online store kami dan nikmati diskon menariknya!

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!


