Apa Saja Kandungan Cangkang Telur? Ini Penjelasannya

kadungan di dalam cangknag telur

Cangkang telur sering dipandang sebagai limbah dapur yang tidak memiliki nilai guna. Padahal, dari sudut pandang ilmiah, kandungan cangkang telur menyimpan komposisi mineral yang sangat kaya dan kompleks.

Struktur ini bukan sekadar lapisan pelindung telur, tetapi merupakan hasil proses biologis yang terorganisasi dengan baik di dalam tubuh unggas.

Dalam kajian ilmu pangan dan kimia material, cangkang telur dikategorikan sebagai biomineral, yaitu struktur biologis yang sebagian besar tersusun oleh mineral anorganik yang dipadukan dengan matriks organik.

Secara umum, kandungan cangkang telur didominasi oleh mineral kalsium, khususnya dalam bentuk kalsium karbonat. Selain itu, terdapat pula mineral lain seperti magnesium, fosfor, dan sejumlah unsur mikro dalam jumlah kecil.

Kombinasi antara komponen mineral dan matriks organik tersebut membentuk struktur cangkang yang kuat, stabil, tetapi tetap memiliki pori-pori mikroskopis.

Struktur dan Komposisi Umum Cangkang Telur

Sebelum memahami secara detail kandungan cangkang telur, penting untuk mengetahui bahwa cangkang telur tersusun dari beberapa komponen utama, yaitu:

  1. Lapisan mineral anorganik
  2. Matriks protein organik
  3. Membran cangkang
  4. Pori-pori mikroskopis

Secara kimia, komposisi cangkang telur dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:

  • Mineral anorganik (95%)
  • Bahan organik (3–4%)
  • Air (1–2%)

Komposisi ini dapat sedikit berbeda tergantung pada jenis ayam, umur ayam, kualitas pakan, serta kondisi lingkungan pemeliharaan.

Baca Juga: Manfaat Cangkang Telur sebagai Sumber Kalsium Alami

Kandungan Mineral Utama dalam Cangkang Telur

Di dalam cangkang telur, terdapat 3 kandungan miniral utama yang dapat kamu jumpai. Mineral tersebut meliputi kalsium karbonat, magnesium karbonat, dan kalsium fosfat.

Berikut penjelasan mengenai kandungan mineral utama yang terkandung di dalam cangkang telur.

1. Kalsium Karbonat (CaCO₃)

Komponen paling dominan dalam kandungan cangkang telur adalah kalsium karbonat (CaCO₃). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini menyusun sekitar 94–96% dari total berat cangkang telur (Oliveira et al., 2013).

Kalsium karbonat pada cangkang telur tersusun dalam bentuk kristal kalsit yang saling terikat dan membentuk struktur padat. Kristal-kristal ini disusun secara berlapis dan membentuk jaringan mineral yang kuat. Struktur tersebut memberikan dua karakteristik utama pada cangkang telur, yaitu:

  • ketahanan mekanik yang tinggi
  • kemampuan pertukaran gas melalui pori-pori mikro

Dari sisi kuantitas, satu cangkang telur ayam rata-rata memiliki berat sekitar 5–6 gram. Dari jumlah tersebut, sekitar 2–2,5 gram merupakan kalsium yang berasal dari kalsium karbonat (Schaafsma et al., 2000).

Tingginya kandungan kalsium ini menjadikan cangkang telur sebagai sumber kalsium alami yang sangat melimpah di lingkungan.

2. Magnesium Karbonat (MgCO₃)

Selain kalsium karbonat, kandungan cangkang telur juga mencakup magnesium karbonat dalam jumlah kecil. Kandungan magnesium karbonat biasanya berada pada kisaran 0,8–1% dari total komposisi cangkang telur (Arunlertaree et al., 2007).

Magnesium memiliki peran penting dalam memengaruhi struktur kristal kalsit. Keberadaan magnesium membantu meningkatkan stabilitas struktur mineral dan mengurangi kemungkinan terbentuknya retakan pada cangkang.

Dalam satu cangkang telur ayam, kandungan magnesium diperkirakan sekitar 20–40 mg.

3. Kalsium Fosfat

Mineral lain yang juga terdapat dalam kandungan cangkang telur adalah kalsium fosfat (Ca₃(PO₄)₂). Kandungan mineral ini biasanya berkisar sekitar 0,7–1% dari total komposisi cangkang telur (Oliveira et al., 2013).

Kalsium fosfat memiliki peran penting dalam proses biomineralisasi, yaitu proses pembentukan struktur mineral selama pembentukan cangkang telur di dalam tubuh ayam.

Fosfor yang berasal dari kalsium fosfat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan struktur mineral pada cangkang telur.

Dalam satu cangkang telur, kandungan fosfor biasanya sekitar 15–30 mg.

Kandungan Bahan Organik dalam Cangkang Telur

Walaupun sebagian besar kandungan cangkang telur terdiri dari mineral, terdapat pula komponen organik yang berfungsi sebagai matriks struktural. Bahan organik ini mencakup sekitar 3–4% dari total berat cangkang telur (Stadelman, 2000).

Berikut komponen organik yang terdapat pada cangkang telur:

  • Protein matriks
  • Glikoprotein
  • Polisakarida
  • Lipid

Protein matriks memiliki fungsi yang sangat penting dalam pembentukan struktur kristal kalsium karbonat. Protein ini mengontrol pertumbuhan kristal mineral sehingga terbentuk struktur yang terorganisasi dengan baik.

Tanpa keberadaan matriks organik ini, kristal mineral akan terbentuk secara acak dan menyebabkan cangkang telur menjadi rapuh.

Baca Juga: Cara Mengolah Tepung Cangkang Telur untuk Filler Bioplastik

Mineral Mikro dalam Kandungan Cangkang Telur

Selain mineral utama, kandungan cangkang telur juga mencakup berbagai unsur mikro dalam jumlah yang sangat kecil. Unsur-unsur ini biasanya hanya terdeteksi melalui analisis laboratorium seperti X-ray fluorescence (XRF) atau atomic absorption spectrophotometry (AAS).

Beberapa unsur mikro yang ditemukan dalam cangkang telur antara lain:

MineralKisaran Kandungan
Natrium (Na)0,3–0,5 %
Kalium (K)0,1–0,3 %
Besi (Fe)<0,05 %
Seng (Zn)<0,05 %
Mangan (Mn)<0,05 %
Stronsium (Sr)<0,02 %

Walaupun jumlahnya sangat kecil, mineral-mineral ini tetap berperan dalam proses pembentukan dan stabilitas struktur cangkang telur.

Kandungan Air dalam Cangkang Telur

Selain mineral dan bahan organik, kandungan cangkang telur juga mencakup sejumlah kecil air. Kandungan air ini biasanya berkisar sekitar 1–2% dari total berat cangkang.

Air ini berada dalam bentuk terikat pada matriks protein dan mineral. Meskipun jumlahnya kecil, keberadaan air membantu menjaga keseimbangan struktur mikro pada cangkang telur.

Ringkasan Komposisi Kandungan Cangkang Telur

Nah itu tadi kandungan mineral anorganik, bahan organik, dan air pada cangkang telur. Untuk mempermudah mu memahami kandungan apa saja yang ada pada cangkang telur, kamu dapat melihat ringkasan kandungan yang terdapat pada tabel dibawah ini.

KomponenPersentase
Kalsium karbonat (CaCO₃)94–96 %
Magnesium karbonat0,8–1 %
Kalsium fosfat0,7–1 %
Bahan organik3–4 %
Mineral mikro<1 %
Air1–2 %

Komposisi ini menunjukkan bahwa cangkang telur merupakan material alami yang sangat kaya akan mineral, terutama kalsium.

Baca Juga: 10 Manfaat Cangkang Telur untuk Tanaman

Potensi Pemanfaatan Kandungan Cangkang Telur

Melihat tingginya kandungan cangkang telur, terutama kalsium karbonat, banyak penelitian mulai mengembangkan pemanfaatan cangkang telur dalam berbagai bentuk produk. Salah satu bentuk pengolahan yang semakin berkembang adalah tepung cangkang telur (eggshell powder).

Dalam pembuatannya, tepung cangkang telur diperoleh melalui proses beberapa proses berikut.

  1. Pembersihan cangkang telur
  2. Sterilisasi melalui pemanasan
  3. Pengeringan
  4. Penggilingan hingga menjadi serbuk halus

Proses tersebut bertujuan untuk menghasilkan serbuk mineral kalsium alami dengan ukuran partikel sangat kecil sehingga lebih mudah digunakan dalam berbagai aplikasi.

Saat ini, beberapa produsen mulai mengembangkan tepung cangkang telur steril dengan tingkat kehalusan tinggi yang memiliki kandungan kalsium karbonat dominan. Salah satu perusahaan yang mengembangkan produk ini adalah PT Angphot Orion Indonesia.

Perusahaan ini mengolah limbah cangkang telur yang kemudian diproses dengan teknologi ultra-halus dan sterilisasi ganda.

Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam berbagai kebutuhan, mulai dari penelitian, pupuk organik, kosmetik, bahan baku filler bioplastik, dan serta dapat diolah menjadi pakan unggas ataupun ternak.

Dengan kandungan kalsium yang sangat tinggi, tepung cangkang telur menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik yang bernilai tambah sekaligus lebih ramah lingkungan.

Screenshot 2026 01 08 222322

Beli Bubuk Cangkang Telur di Official Store ANGPHOT!

Kesimpulan

Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, kandungan cangkang telur didominasi oleh kalsium karbonat sebesar sekitar 94–96% dari total berat cangkang. Selain itu, terdapat pula magnesium karbonat sekitar 1%, kalsium fosfat sekitar 1%, serta bahan organik berupa protein matriks sekitar 3–4%.

Di samping mineral utama tersebut, cangkang telur juga mengandung berbagai unsur mikro seperti natrium, kalium, besi, seng, dan mangan dalam jumlah sangat kecil.

Komposisi ini menunjukkan bahwa cangkang telur merupakan sumber mineral alami yang sangat kaya, terutama kalsium. Oleh karena itu, pengolahan cangkang telur menjadi produk seperti tepung cangkang telur menjadi salah satu langkah inovatif untuk memanfaatkan limbah.

Referensi

Arunlertaree, C., et al. (2007). Chemical composition of eggshell and its potential use.

Oliveira, D. A., Benelli, P., & Amante, E. R. (2013). A literature review on adding value to solid residues: Eggshells. Journal of Cleaner Production, 46, 42–47.

Schaafsma, A., et al. (2000). Eggshell powder as a calcium source in human nutrition. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 51(5), 319–323.

Stadelman, W. J. (2000). Eggshell composition and structure. International Journal of Food Science and Technology.

Tertarik belajar pertanian modern sekaligus juga berperan sebagai penggerak mitigasi iklim? Yuk, bergabung dalam komunitas Angphot! Selengkapnya lihat ketentuan di halaman kami.

Katalog produk pertanian inovasi dari pengelolaan food waste dan hidroponik, serta karya kreatif bisa kamu lihat di Katalog Angpot.

Facebook Comments Box
Scroll to Top