Pakan Ikan Fermentasi dengan Harga Terjangkau, Kini Hadir di Vitoma

Pakan ikan dan pada budidaya ikan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi yang mencapai 60-70% dari total biaya operasional, sebagaimana dilansir dari Diotraining.

Tingginya biaya pakan menjadi tantangan tersendiri bagi para pembudidaya. Oleh karena itu, ANGPHOT menghadirkan Vitoma sebagai pakan ikan dengan harga terjangkau hasil teknologi fermentasi.

Keunggulan Utama

Untuk menjawab tantangan tersebut, Vitoma hadir dengan tiga keunggulan utama.

Pakan Ikan Bernutrisi

Pakan ikan ini diproduksi dengan teknologi fermentasi probiotik guna memaksimalkan penyerapan nutrisi, meningkatkan kesehatan ikan, dan menjaga kualitas air tetap jernih untuk menekan risiko kematian.

Harga Lebih Kompetitif

Hadir dengan harga lebih kompetitif yakni 7-10% lebih murah dibandingkan pakan ikan komersial guna membantu menekan biaya pakan yang mengambil 60-70% dari total biaya produksi.

Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Pakan ini juga lebih berkelanjutan karena tidak menggunakan tepung ikan atau kedelai yang berkontribusi terhadap deforestasi dan penangkapan ikan berlebihan, sehingga pasokan bahan baku stabil dalam jangka panjang.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Selain menjawab kebutuhan pembudidaya, Vitoma juga memberi dampak positif yang lebih luas. Dari sisi lingkungan, membantu mengurangi volume limbah organik yang menumpuk di tempat terbuka maupun yang masuk ke TPA.

Dampak lingkungan lainnya yakni pakan ikan ini diklaim mudah dicerna oleh ikan, sehingga menghasilkan kotoran yang lebih sedikit dan berdampak pada kejernihan air kolam.

Dari sisi sosial, inovasi ini memberikan peluang bagi petani sayur yang limbahnya bisa dijual kepada ANGPHOT, sehingga mendapatkan tambahan penghasilan.

Sementara bagi pembudidaya ikan, mereka bisa mendapatkan pakan ikan berkualitas dengan harga lebih terjangkau yang membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan keuntungan usaha.

Kualitas Air & Pertumbuhan Ikan

Kandungan probiotik Vitoma membantu dekomposisi bahan organik, sehingga residu pakan yang tersisa lebih sedikit, menjadikannya air kolam tetap jernih.

Penggunaan Vitoma juga mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Pakan ikan ini mendukung penyerapan nutrisi yang lebih optimal dan efisiensi pakan yang lebih tinggi, sehingga ikan dapat tumbuh optimal tanpa efek negatif pada kualitas air.

Awal Mula Vitoma Tercipta

Vitoma terinspirasi dari pengamatan terhadap ikan sungai yang sering memakan bahan fermentasi alami, sehingga muncul inovasi untuk menerapkan konsep serupa pada pengolahan limbah organik.

Ide ini didukung oleh rasa keprihatinan terhadap banyaknya limbah organik yang dibiarkan menumpuk di tempat terbuka. Akibatnya, limbah organik mengalami pembusukan dan mencemari lingkungan.

Melihat permasalahan tersebut, ANGPHOT mengolah limbah organik menjadi pakan ikan dengan harga terjangkau melalui teknologi fermentasi probiotik baik.

Bahan Baku Utama

Bahan baku utama yang digunakan yaitu limbah organik seperti sampah sayuran. Namun, tidak semua sampah sayuran bisa digunakan sebagai bahan baku.

Dilansir dari trubus id, sampah sayuran yang cocok dijadikan pakan yaitu terong, kacang panjang, sawi, kubis, buncis, kangkung, bayam, hingga kulit wortel dan kentang.

Namun yang terpenting, walaupun dari sampah, tetapi tetap harus dalam kondisi segar dan sebelumnya tidak terkontaminasi oleh pestisida.

Baca juga: 5 Solusi Pakan Ikan Dari Sampah Organik, Rahasia Hemat & Panen Melejit

Proses Produksi: Fermentasi

Sampah sayur difermentasi dengan bakteri probiotik. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan nutrisi dan menghilangkan zat berbahaya di sampah sayur.

Hasilnya, pakan lebih mudah dicerna oleh ikan, tidak hancur saat di air, aman dikonsumsi, mendukung pertumbuhan, dan mengurangi risiko penyakit.

Hal ini juga mengurangi jumlah pakan yang terbuang, sehingga dapat meningkatkan konversi pakan, yang berefek pada biaya pakan yang lebih hemat.

Dilansir dari Dio Training, fermentasi juga berperan dalam mengurangi biaya produksi karena dapat memanfaatkan bahan lokal yang murah, dalam hal ini limbah sayur.

Kandungan Probiotik

Keunggulan utama dari pakan ini terletak pada kandungan probiotiknya, yaitu Lactobacillus sp., Saccharomyces cerevisiae, Rhodopseudomonas sp., Bacillus sp., dan Actinomycetes.

Dilansir dari Centra Biotech Indonesia dan IPB Digitani, Lactobacillus sp. bermanfaat untuk mengawetkan pakan, menghambat bateri, dan meningkatkan pertumbuhan ikan.

Dilansir dari IPB Digitani dan Dio Training, Bacillus sp. mampu membuat pakan lebih hemat hingga 30%, memecah protein dan serat menjadi lebih mudah dicerna, serta menghasilkan enzim yang baik untuk pencernaan ikan.

Adapun Saccharomyces Cerevisiae atau ragi, berperan membantu proses fermentasi karbohidrat, dengan menambah kandungan vitamin B, dan menjaga kesehatan usus ikan.

Vitoma Mendukung Sistem Bioflok

Selain bermanfaat langsung bagi ikan, kandungan probiotik Vitoma juga mendukung sistem bioflok dengan mengurai bahan organik dan endapan sisa pakan dalam air.

Sistem bioflok merupakan teknik budidaya akuakultur yang menggunakan mikroorganisme untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam air dan mampu mengurangi kebutuhan pergantian air.

Sistem ini terbukti efektif dan hemat biaya dalam budidaya ikan, serta berdampak positif pada kualitas hidup ikan, juga mengurangi biaya operasional bagi pembudidaya.

Baca juga: Wajib Punya! Fungsi Aerator Kolam Ikan Nila Bioflok untuk Budidaya

Dimana bisa Mendapatkan Vitoma?

Screenshot 2026 01 08 223258 1024x591

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!

Tertarik menggunakan Vitoma untuk budidaya ikan atau udangmu? Dapatkan produknya melalui website resmi kami dan Katalog ANGPHOT, atau hubungi WhatsApp Admin untuk info lebih lanjut.

Facebook Comments Box
Scroll to Top