Fatal! Ini 10 Penyebab Bibit Ikan Lele Mati Setiap Hari

penyebab bibit ikan lele mati setiap harinya

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan yang banyak disukai sebab keunikannya yang unggul. Menurut Ciptawati dkk., (2021), ikan lele banyak digemari oleh konsumen karena pengolahannya yang mudah, rasanya lezat, tinggi protein sekitar 15%–20%, serta mudah dijumpai dengan harga yang terjangkau.

Di pasaran sendiri, ikan lele banyak diminati oleh konsumen sehingga permintaannya perjalan melonjak tinggi. Tingginya permintaan konsumen menjadikan pembudidaya ikan lele terus memproduksi ikan lele dengan jumlah yang besar. 

Pembudidaya sering menghiraukan risiko kematian dari fase awal pertumbuhan ikan lele. Faktanya, penyebab bibit ikan lele mati setiap harinya karena fase pertumbuhan awal setiap ikan memang lebih rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh belum cukup kuat.

Kesalahan yang sering diabaikan oleh pembudidaya pemula yang menjadi penyebab bibit ikan lele mati hingga risiko kebangkrutan sering muncul dari kesalahan kecil hingga kesalahan besar yang sejak awal tidak diperhatikan. 

Pembudidaya wajib tahu 10 penyebab bibit ikan lele mati setiap harinya dan apa yang dapat dilakukan oleh pembudidaya untuk menghindari risiko kegagalan dalam berbudidaya!

Penyebab Bibit Ikan Lele Mati dan Cara Mencegahnya

1. Kualitas Air Kolam Buruk

Air merupakan media yang menghidupkan ikan yang menjadi faktor paling kuat dari penyebab bibit ikan lele mati secara perlahan. Daya tahan tubuh bibit ikan leleh lebih rendah dibanding dengan ikan lele dewasa yang tahan terhadap perubahan lingkungan.

Air kolam yang terlalu keruh, berbau tidak sedap, memuat banyak bahan organik, dan mengalami perubahan parameter secara tiba-tiba dapat membuat bibit ikan lele mengalami stres.

Masalah lebih serius dapat timbul akibat kadar oksigen terlarut (DO) rendah, sedangkan kadar amonia dan nitrit meningkat akibat kontaminasi sisa pakan serta kotoran ikan. Bibit mungkin tidak langsung mati, tetapi kemungkinan kondisi kesehatan bibit akan melemah sehingga risiko kematian perlahan terjadi.

Risiko kematian yang diakibatkan oleh kualitas air yang buruk dapat dicegah dengan menjaga kualitas air kolam sejak hari pertama sebelum bibit ditebar. Pemeliharaan kualitas air kolam dapat dilakukan dengan mengamati warna, bau, kondisi permukaan air, perilaku ikan.

Pembudidaya dapat mengganti air kolam jika kualitasnya menurun. Lakukan pergantian air secara berkala alih-alih langsung mengganti air dalam jumlah yang besar yang dapat menimbulkan perubahan lingkungan ekstrem yang dapat memicu stres pada benih ikan lele.

2.  Bibit Ikan Lele Mengalami Stres

Bibit ikan lele yang baru tiba dari tempat pembenihan telah melewati berbagai rangkaian prosedur budi daya, dimulai dari proses penangkapan, penyortiran, pemindahan, perjalanan, hingga berakhir masuk ke kolam baru.

Bibit berisiko mengalami stres berat hingga berakhir menjadi salah satu penyebab bibit ikan lele mati jika bibit langsung ditebar tanpa melewati proses adaptasi terhadap perubahan suhu, pH, dan kondisi air.

Bibit ikan lele yang mengalami stres biasanya menunjukkan gejala, seperti nafsu makan menurun, kurang aktif, berenang tidak normal, berkumpul di area tertentu. 

Kondisi tersebut seringkali membuat pembudidaya berpikir penyebab kematian bibit adalah serangan penyakit. Padahal, penyebab bibit ikan lele mati berakar dari proses produksi, transportasi, dan aklimatisasi yang kurang tepat.

Pembudidaya dapat mencegah risiko tersebut dengan prosedur aklimatisasi yang tepat, yaitu dengan tidak menebar bibit langsung ke dalam kolam tanpa adanya proses adaptasi terhadap suhu dan kondisi keseluruhan air kolam. 

Pembudidaya ikan disarankan melakukan penebaran bibit pada saat suhu lingkungan relatif rendah, seperti di pagi atau sore hari, sehingga perubahan suhu dan tekanan lingkungan tidak terlalu berat untuk bibit ikan lele.

3. Ukuran Tidak Seragam dan Fenomena Kanibalisme

Ikan lele memiliki kecenderungan suka memakan sesama atau kanibalisme. Fenomena kanibalisme terjadi sebab perbedaan ukuran yang cukup besar, tingkat padat tebar yang tinggi, dan ketersediaan pakan yang tidak mencukupi. 

Bibit yang berukuran lebih besar dapat memangsa bibit dengan ukuran lebih kecil. Dampaknya, fenomena tersebut menjadi penyebab bibit ikan lele mati secara perlahan hingga risiko timbulnya infeksi bakteri akibat luka yang timbul akibat serangan dari benih lele berukuran besar.

Pembudidaya dapat mencegah fenomena kanibalisme dengan menebar benih ikan lele dengan ukuran yang sama sejak awal. Apabila terdapat perubahan ukuran selama proses pemeliharaan, lakukan penyortiran secara berkala dengan alat dan metode yang tepat sesuai kelompok ikan.

Berikan pakan secara merata dan secukupnya ke seluruh kolam agar tidak terjadi persaingan antara bibit ikan lele. Pembudidaya pun dapat menjaga kadar kepadatan tebar agar kompetensi dan peluang penyebab bibit ikan lele mati akibat kanibalisme tidak meningkat.

Baca juga: Cara Pemberian Pakan Ikan Lele yang Benar agar Cepat Besar dan Tidak Boros

4. Porsi Pemberian Pakan Tidak Tepat

Pakan menjadi faktor terpenting dalam pertumbuhan dan kesehatan ikan. Namun, pemberian pakan secara berlebihan dapat berakibat menjadi salah satu penyebab bibit ikan lele mati. Sisa pakan yang tidak dimakan akan terurai di dasar kolam sehingga menambah beban organik pada air kolam.

Proses penguraian tersebut dapat meningkatkan kadar konsumsi oksigen dan menghasilkan senyawa berbahaya, seperti amonia. Pemberian pakan terlalu sedikit pun dapat menimbulkan permasalahan, seperti ikan mengalami kekurangan gizi, pertumbuhan tidak optimal, dan persaingan antarbibit meningkat.

Sebaiknya pembudidaya memperkirakan porsi pemberian pakan berdasarkan ukuran, jumlah, biomassa, serta respons ikan terhadap pakannya. Amati respons ikan saat diberi pakan. 

Apabila ikan menunjukkan respons yang sangat agresif, tetapi tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap distribusi dan frekuensi pemberian pakan. Pakan harus mencukupi kebutuhan ikan tanpa membebankan kualitas air kolam.

5. Tingkat Padat Tebar Terlalu Tinggi

Banyak ditemukan pembudidaya pemula yang memiliki pemikiran semakin banyak bibit yang ditebar akan semakin banyak pula keuntungan yang diraih. 

Padahal, tingkat padat tebar yang terlalu tinggi dapat meningkatkan persaingan asupan oksigen dan pakan, mempercepat akumulasi kotoran, meningkatkan beban bahan organik, serta mampu memberikan tekanan besar bagi sistem perairan.

Saat ikan terserang penyakit, kondisi padat tebar yang tinggi dapat meningkatkan peluang penyebaran masalah kesehatan ke ikan-ikan lainnya yang menjadikan faktor padat tebar yang tinggi menjadi salah satu penyebab bibit ikan lele mati setiap harinya.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menentukan kepadatan bibit ikan berdasarkan kapasitas kolam dan sistem pengairan kolam. Kolam dengan sistem aerasi, pergantian air, filterisasi, dan pengelolaan limbah yang baik memiliki kemampuan budi daya lebih unggul.

Jika kemampuan pengelolaan air terbatas, maka jangan memaksa tingkat kepadatan yang tinggi. Lebih baik memelihara ikan lele dengan jumlah sedikit, tetapi tingkat kehidupan dan pertumbuhannya tinggi dibanding memelihara dengan jumlah yang besar dengan kemungkinan kematian terus-menerus.

6. Kurangnya Oksigen Terlarut

Peran oksigen terlarut sangat penting bagi ikan saat menjalankan sistem metabolisme tubuh. Kadar oksigen yang rendah terjadi akibat kepadatan ikan tinggi, penumpukan bahan organik, sisa pakan, aktivitas mikroorganisme pengurai, atau sistem aerasi kurang memadai.

Kurangnya kadar oksigen dapat menjadi salah satu penyebab bibit ikan lele mati karena menimbulkan risiko bibit ikan tidak mendapatkan sumber oksigen hingga berakhir megap-megap di permukaan air. Keadaan dapat memburuk saat malam hingga menjelang pagi hari karena proses fotosintesis berhenti.

Kematian pada bibit ikan dapat dicegah dengan memastikan sistem aerasi dan sirkulasi oksigen sesuai dengan kebutuhan air kolam. Lakukan pengecekan secara berkala pada aerator, khususnya pada saat malam menuju pagi hari. 

Kadar padat tebar, jumlah pakan, dan akumulasi bahan organik juga harus dikontrol karena ketiga hal tersebut berkaitan erat dengan kadar oksigen terlarut di dalam air kolam. 

Baca juga: Air yang Bagus untuk Bibit Lele agar Tumbuh Sehat

7. Munculnya Penyakit atau Infeksi Patogen

Bibit ikan lele yang mengalami stres, luka, atau dengan kondisi tubuh yang lemah cenderung lebih mudah mengalami gangguan kesehatan. Faktor pemicunya beragam, seperti serangan bakteri, jamur, maupun kombinasi beberapa faktor. 

Gejala yang ditunjukkan bibit ikan lele saat terserang penyakit pun beragam, misalnya bibit ikan lele menjadi kurang aktif, nafsu makan menurun, warna tubuh berubah, terdapat luka atau bercak pada tubuh, sirip rusak, berenang tidak normal, atau angka kematian meningkat.

Munculnya penyakit dan infeksi mampu berisiko menjadi penyebab bibit ikan lele mati perlahan. Hal tersebut diperparah dengan kondisi lingkungan yang buruk dan stres yang dialami oleh bibit yang mengakibatkan menurunnya kemampuan mereka dalam menghadapi serangan patogen.

Demi mencegah risiko yang merugikan budi daya, pembudidaya dapat memulai menerapkan sistem biosekuriti dan manajemen lingkungan. 

Gunakan bibit yang sehat, jaga kualitas air, hindari menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi tanpa sterilisasi, dan segera lakukan pemisahan bagi ikan yang menunjukkan gejala yang tidak normal. 

Jangan sembarangan menggunakan obat atau antibiotik hanya disebabkan melihat ikan mati. Identifikasi terlebih dahulu gangguan kesehatan apa yang dialami oleh bibit agar penanganannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

8. Perubahan Signifikan pada Suhu atau pH

Ikan lele memang terkenal sebagai jenis ikan yang mampu bertahan di segala kondisi lingkungan, tetapi hal tersebut tidak menjadi tolok ukur ketahanan bibit ikan lele terhadap perubahan parameter air. 

Perubahan suhu atau pH yang berlangsung cepat dapat mengakibatkan bibit ikan lele mengalami stres fisiologis. Hal tersebut sering terjadi ketika pembudidaya mengganti air kolam dalam jumlah yang besar dengan air yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan air kolam sebelumnya.

Bibit yang semula stres akibat transportasi menjadi semakin rentan ketika langsung dihadapi dengan perubahan kondisi lingkungan. Apabila diabaikan, hal tersebut dapat menjadi penyebab bibit ikan lele mati tanpa disadari oleh pembudidaya.

Untuk mencegahnya, pembudidaya perlu menjaga parameter air tetap relatif stabil dan melakukan perubahan secara perlahan untuk menyesuaikan karakteristik air lama. Suhu pada air kolam pun perlu diperhatikan, khususnya saat proses penebaran dilakukan setelah perjalanan jauh. 

9. Prosedur Penanganan Bibit Tidak Tepat

Bibit ikan lele memiliki tubuh yang kecil dan relatif lebih rentan. Kesalahan dalam proses penangkapan, penghitungan, pengangkutan, penyortiran, hingga pemindahan bibit ke kolam baru dapat menyebabkan luka atau kerusakan pada bagian tubuh.

Penggunaan wadah yang tidak sesuai, tingkat kepadatan terlalu tinggi selama proses transportasi, paparan udara yang terlalu lama, atau perlakuan yang kasar terhadap bibit ikan lele dapat meningkatkan stres yang dialami oleh bibit.

Luka kecil yang tidak terlihat sekalipun dapat menjadi jalan bagi serangan patogen. Hal tersebut memang tidak dapat menjadi penyebab bibit ikan lele mati di saat itu juga, tetapi risiko kematian dapat muncul beberapa hari setelah penanganan.

Pembudidaya mampu mencegahnya dengan meminimalisir frekuensi penanganan dan menggunakan alat yang sesuai dengan ukuran bibit. Hindari mengangkat bibit ikan lele terlalu kasar atau membuat bibit terlalu lama terpapar udara di luar air. 

Ketika melakukan proses penyortiran, lakukan dengan cepat dan hati-hati Terapkan prinsip semakin sedikit ikan yang mengalami stres dan cedera, maka semakin besar peluang ikan bertahan hidup dan tumbuh dengan baik.

10. Kualitas Bibit Memang Buruk

Kesalahan yang cukup mahal dan berakhir menjadi penyebab bibit ikan lele mati di setiap harinya berorientasi pada harga yang murah ketika membeli bibit. Bibit dengan harga yang murah belum tentu ekonomis bila tingkat kelangsungan hidupnya rendah.

Bibit dengan kualitas buruk umumnya berasal dari indukan yang kurang baik, proses pembenihan yang kurang optimal, prosedur pemeliharaan yang buruk, atau manajemen kesehatan yang tidak memadai. 

Bibit dengan kualitas yang buruk terlihat normal ketika pertama kali datang, tetapi sebenarnya bibit tersebut memiliki daya tahan tubuh yang buruk sehingga mudah mengalami kematian setelah menghadapi perubahan lingkungan di kolam pembesaran.

Untuk mencegah pembelian bibit dengan kualitas yang buruk, pembudidaya dapat membeli bibit berkualitas unggul dari pembenih dengan reputasi yang baik dan mampu memberikan informasi asal-usul serta kondisi benih. 

Pilih benih dengan ukuran yang seragam, aktif berenang, responsif terhadap rangsangan, tidak memiliki luka atau kelainan fisik, dan tidak menunjukkan gejala penyakit. Jangan hanya melihat jumlah bibit yang diterima, tetapi perhatikan juga kualitas fisik dan riwayat pemeliharaannya.

Baca juga: Jual Bibit Lele Terdekat Jember dan Sekitarnya

Mengapa Harus Memilih Bibit Berkualitas dan Menjaga Kualitas Bibit?

Penyebab kematian bibit ikan lele dari kesalahan kecil hingga kesalahan besar sangat berdampak pada kesuksesan budi daya. Kesalahan dalam menjaga kualitas air, abai terhadap kualitas pakan untuk bibit, kemunculan gangguan kesehatan, hingga kualitas benih dapat mempengaruhi keberlanjutan budi daya.

Menerapkan prosedur pemeliharaan yang tepat dan memilih bibit dengan kualitas yang baik menjadi pondasi inti keberhasilan dalam budi daya ikan. Melakukan penyesuaian prosedur pemeliharaan dapat mempermudah tumbuh kembang bibit ikan lele dan menjaga kualitasnya.

Memilih bibit berkualitas unggul merupakan salah satu upaya penting dalam keberlanjutan budi daya. Bibit dengan kualitas yang baik memiliki tingkat ketahanan hidup lebih lama dan sistem kekebalan tubuh yang lebih stabil.

Membeli bibit ikan lele berkualitas disarankan melalui pembenih yang amanah dengan penilaian baik dari para pembudidaya. ANGPHOT merupakan contoh perusahan budi daya akuakultur yang menjadi pelaku pembenih ikan lele.

Bibit ikan lele yang ditawarkan ANGPHOT memiliki tingkat ketahanan tubuh yang tinggi terhadap serangan penyakit, durasi pertumbuhan relatif cepat, dan bibit ikan lele ideal untuk pembudidaya yang ingin memulai usaha budi daya ikan lele dengan kolam jenis apapun.

Ingin memulai usaha budi daya ikan lele dengan bibit yang berkualitas unggul? Segera hubungi tim ANGPHOT atau kunjungi laman web ANGPHOT untuk membuktikan kualitas bibitnya!

Facebook Comments Box
Scroll to Top