Pada proses budidaya ikan maupun udang tidak selalu berjalan mulus. Salah satu permasalahan umum yang sering dialami yakni, menurunnya kualitas air kolam budidaya.
Penurunan tersebut ditandai dengan air yang cepat keruh, berbau, hingga berubah warna. Hal ini tentunya akan memberikan dampak negatif, baik bagi biota budidaya, maupun bagi pembudidaya.
Dampak tersebut mulai dari ikan dan udang yang mengalami stres mengakibatkan pertumbuhan menjadi lambat dan berefek gagal panen, serta peningkatan risiko penyakit, hingga lonjakan biaya air untuk mengisi ulang air.
Apa sebenarnya yang menjadi penyebab munculnya masalah pada menurunnya kualitas air kolam budidaya?
Penyebab utamanya yakni, mulai dari sisa pakan yang tidak termakan, pakan yang cepat hancur di air, hingga kotoran ikan yang menumpuk, menjadi sumber amonia dan mempercepat pertumbuhan alga atau bakteri jahat.
Oleh karena itu, cara paling dasar untuk menjaga kualitas air kolam budidaya yakni dengan memilih pakan yang tepat dan berkualitas.
Kenali Penyebab Kualitas Air Kolam Budidaya Menurun

Menurunnya kualitas air kolam budidaya tentu tidak terjadi tanpa sebab. Berikut tiga penyebab utama yang perlu diketahui, khususnya bagi para pembudidaya.
1. Pakan dan Kotoran
Sisa pakan yang tidak termakan, pakan yang cepat hancur di air, hingga kotoran ikan yang menumpuk, menjadi sumber amonia dan mempercepat pertumbuhan alga atau bakteri jahat.
Apabila dibiarkan, kadar amonia pada air kolam bisa tinggi dan menyebabkan kematian massal pada biota budidaya, ikan dan udang, apabila tidak ditangani dengan baik, sebagaimana dilansir dari ISW Group.
Selain amonia, pertumbuhan alga yang cepat juga menjadi ancaman lain. Alga yang bisa tumbuh pada air kolam yang kotor yakni alga biru-hijau (sianobakteri).
Alga ini terkenal membentuk lapisan tebal mengandung racun yang merusak kualitas air dan kesehatan ikan, sebagaimana dilansir dari Rikasensor.
Baca juga: Jenis-Jenis Alga dan Peran Pentingnya Untuk Ekosistem
2. Kurangnya Aerasi
Aerasi adalah memasukkan oksigen ke dalam air. Sistem aerasi yang tepat, mampu meningkatkan oksigen terlarut dalam air, menjaga sirkulasi udara, serta memastikan ikan tumbuh dengan baik.
Untuk meningkatkan aerasi pada air kolam, memerlukan bantuan aerator. Aerator yang digunakan harus sesuai dengan kolam budidaya yang dimiliki.
Namun, syarat utamanya yakni aerator harus memiliki daya tahan tinggi karena digunakan dalam jangka waktu lama, serta harus memiliki daya perputaran air yang tinggi, sehingga aerasi dapat berjalan lebih maksimal juga agar kadar amonia dapat berkurang.
3. Kepadatan Ikan
Berdasarkan jurnal ’Pengaruh Pakan Alami dan Pakan Buatan dalam Budidaya Ikan’, kepadatan tebar ikan yang tinggi, dapat meningkatkan produksi limbah berupa sisa pakan dan kotoran ikan yang menumpuk.
Semakin tinggi kepadatan tebar tersebut, semakin besar pula dampaknya terhadap kondisi air kolam, yakni pencemaran air yang meningkat dan kualitas air lebih cepat menurun.
Kondisi ini akan semakin diperparah apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan pakan yang tepat. Padat tebar ikan yang tinggi dengan manajemen pakan yang buruk dapat mengakibatkan perairan menjadi keruh dan tercemar.
Cara Menjaga Kualitas Air Kolam Budidaya

Selain dengan memilih pakan yang tepat dan berkualitas, terdapat empat cara yang juga harus dilakukan oleh para pembudidaya.
1. Pengelolaan Pemberian Pakan
Menurut PPID Jember, pakan harus diberikan dalam jumlah yang sesuai dan tidak berlebihan. Selain itu, gunakan pakan berkualitas tinggi yang mengandung nutrisi lengkap untuk membantu pertumbuhan ikan dan meningkatkan kekebalan tubuhnya.
Sementara itu berdasarkan jurnal ’Pengaruh Pakan Alami dan Pakan Buatan dalam Budidaya Ikan’, porsi pakan yang diberikan harus sesuai dengan daya tumbuh harian ikan (average daily growth).
Porsi tersebut idealnya sebesar 80% dari daya kenyang, guna memberikan ruang pada lambung untuk memproduksi enzim-enzim pencernaan. Penentuan porsi ini juga diharapkan dapat membantu efisiensi pakan tetap sempurna.
2. Penggunaan Probiotik Secara Berkala
Penggunaan probiotik juga dapat menjadi cara untuk menjaga kualitas air kolam budidaya, sebagaimana dilansir dari Minapoli. Hal ini dikarenakan, probiotik mengandung bakteri baik yang dapat mengurai bahan organik pada air kolam budidaya.
Bakteri baik akan menekan pertumbuhan bakteri pentagon sehingga dapat menjaga kestabilan air, serta meningkatkan jumlah plankton yang berfungsi meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air kolam budidaya.
Penggunaan probiotik salah satunya dapat melalui pakan fermentasi, yang diolah menggunakan probiotik. Pakan fermentasi ini menghasilkan berbagai enzim yang dapat meringankan kerja organ pencernaan biota sebanyak 30%.
Selain itu, juga membantu menghasilkan kotoran yang mudah terurai dan ramah lingkungan, sebagaimana berdasarkan penelitian ’Pengaruh Pakan Alami dan Pakan Buatan dalam Budidaya Ikan’.
Baca juga: 4 Keunggulan Pakan Ikan Fermentasi: Kunci Keberlanjutan Budi Daya
3. Perhatikan Kepadatan Ikan
Perhatikan jumlah ikan dalam kolam. Kepadatan yang terlalu tinggi atau overcrowding, dapat memicu stress pada biota budidaya, meningkatkan risiko penyakit, dan memperburuk kualitas air.
Overcrowding dapat menyebabkan biota budidaya menghasilkan limbah berlebih, sehingga memengaruhi kualitas air kolam budidaya. Oleh karena itu, hindari overcrowding dengan memperhatikan jumlah biota sesuai kapasitas kolam.
4. Pergantian Air Secara Rutin
Pergantian air tergantung oleh beberapa hal, meliputi:
- Umur pemeliharaan biota budidaya: pada fase dewasa, umumnya lebih banyak menghasilkan limbah organik
- Kepadatan tebar pakan dan biota budidaya: tebar pakan yang padat dapat meninggalkan sisa pakan yang membuat air kotor
- Kekeruhan air kolam budidaya: kekeruhan dapat terjadi karena sisa pakan maupun limbah organik
- Perbedaan pH air harian yang di luar batas: khususnya pada saat hujan karena air hujan mengandung pH yang asam dan tidak baik untuk biota
- Jumlah limbah organik terlarut yang tinggi: limbah organik bisa berupa kotoran ikan maupun sisa pakan
- Munculnya busa dipermukaan air kolam budidaya: busa juga menjadi ciri dari tingginya jumlah limbah organik
Melalui JalaTech, pergantian air disarankan secara bertahap untuk mengantisipasi stres pada biota budidaya.
Peran Pakan Berkualitas dalam Menjaga Kualitas Air Kolam Budidaya

Berdasarkan penelitian ’Analisis Perbedaan Kualitas Air Berdasarkan Kandungan Pakan Komersial yang Berbeda pada Benih Ikan Lele Mutiara dalam Keberlanjutan Akuakultur’, salah satu pakan berkualitas ialah pakan yang mengandung protein tinggi.
Pakan berprotein tinggi paling optimal dalam menjaga kualitas air kolam budidaya dengan ditandai oleh kadar oksigen terlarut (DO) tinggi dan kadar aminoa rendah.
Pakan yang berkualitas, membantu mendukung pertumbuhan biota budidaya secara optimal, meningkatkan efisiensi pakan, dan menjaga kualitas air kolam budidaya tetap stabil.
Baca juga: Pakan Fermentasi vs Pakan Konvensional, Mana yang Lebih Baik untuk Ikan?
Solusi Pakan Berkualitas untuk Air Kolan Budidaya Tetap Bersih

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!
Pakan berkualitas dan berprotein tinggi yang membantu menjaga kualitas air kolam budidaya, salah satunya adalah Vitoma.
Pakan ini diproduksi dengan teknologi fermentasi probiotik guna memaksimalkan penyerapan nutrisi, meningkatkan kesehatan biota budidaya, dan menjaga kualitas air tetap jernih untuk menekan risiko kematian.
Vitoma memberikan dampak lingkungan melalui pakan yang mudah dicerna, sehingga menghasilkan kotoran yang lebih sedikit dan berdampak pada kejernihan air kolam budidaya.
Kandungan probiotik Vitoma membantu dekomposisi bahan organik, sehingga residu pakan yang tersisa lebih sedikit, menjadikannya air kolam budidaya tetap jernih
Pakan ini mendukung penyerapan nutrisi yang lebih optimal dan efisiensi pakan yang lebih tinggi, sehingga biota budidaya dapat tumbuh optimal tanpa efek negatif pada kualitas air.
Tertarik menggunakan Vitoma untuk budidaya ikan atau udangmu? Dapatkan produknya dengan mengunjungi halaman Vitoma di website resmi kami. Anda juga bisa menghubungi kontak WhatsApp Admin kami untuk informasi lebih lanjut.


