Fish silage yang dibuat dari limbah ikan dan ikan rucah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pakan alternatif yang lebih efisien dan ramah biaya.
Melalui IPB Digitani, harga pakan komersial yang terus naik menjadi beban besar dalam operasional budidaya, sehingga pencarian alternatif pakan yang lebih ekonomis dan tetap berkualitas, menjadi kebutuhan utama pagi pembudidaya.
Pada usaha budidaya ikan, pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas ikan, dengan biaya mencapai 60-70% dari total biaya produksi.
Salah satu jawabannya adalah pemanfaatan ikan rucah maupun limbah ikan sebagai bahan baku alternatif yang dapat membantu pembudidaya menekan biaya produksi, khususnya biaya pakan, serta meningkatkan efisiensi.
Ikan rucah (trash fish) adalah spesies ikan laut berukuran kecil, yang tidak layak dikonsumsi dan tidak mempunyai nilai komersial, sehingga sering kali diabaikan atau dibiarkan membusuk sebagai limbah.
Sementara itu, limbah ikan seperti kulit, kepala, tulang, organ, isi perut, juga sering dianggap tidak memiliki nilai ekonomi hingga mencemari lingkungan dan mengganggu kualitas perairan.
Padahal, ikan rucah sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, terutama protein, sedangkan pada limbah ikan, tersimpan potensi ekonomi yang besar.
Apa itu Fish Silage?

Dilansir dari berbagai sumber, fish silage adalah produk hasil pendekatan bioteknologi berbentuk cair yang diproses dengan fermentasi dan/atau pengasaman dari limbah ikan maupun ikan rucah.
Proses tersebut memanfaatkan aktivitas enzim alami dan/atau bakteri asam laktat. Enzim tersebut memecah protein ikan menjadi unit-unit yang lebih kecil dan larut untuk mencegah pembusukan oleh bakteri, meningkatkan ketersediaan nutrisi, dan menjaga kualitas bahan.
Baca juga: Fish Meal: Rahasia Nutrisi di Balik Pakan Berkualitas Tinggi
Kenapa Fish Silage Menjadi Solusi Pakan Alternatif?

Melalui IPB Digitani, pembuatan fish silage menjadi salah satu metode terbaik untuk memanfaatkan limbah ikan dan ikan rucah, sekaligus mengatasi pencemaran lingkungan.
Bahan yang sering dipandang tak bernilai ini, melalui proses fermentasi, bisa diubah menjadi sumber protein, asam amino esensial, dan energi yang aman untuk pakan ikan dan dapat memengaruhi laju pertumbuhan ikan.
Selain itu, harga ikan rucah yang lebih murah dibandingkan dengan tepung ikan impor, turut membantu menekan biaya pakan secara signifikan.
Tambahan dari jurnal ”Aplikasi Bioteknologi dalam Pembuatan Silase Ikan Rucah melalui Fermentasi Bakteri Asam Laktat”, proses pembuatannya pun hemat energi tanpa perlu pemanasan tinggi.
Kandungan Protein dan Lemak dalam Fish Silage

Protein sebagai salah satu nutrien yang perlu diperhatikan dalam pakan ikan, memiliki berbagai peran penting sebagai pembentuk jaringan tubuh pada proses pertumbuhan.
Sementara lemak, merupakan sumber energi bagi ikan yang membantu penyerapan mineral dan vitamin serta berfungsi sebagai cadangan energi dalam kelangsungan hidup ikan.
Melalui jurnal ”Aplikasi Bioteknologi dalam Pembuatan Silase Ikan Rucah melalui Fermentasi Bakteri Asam Laktat”, fish silage yang difermentasi menggunakan bakteri asam laktat dan/atau asam organik dan/atau asam mineral selama 4-14 hari, memiliki kandungan protein sebesar 21-76% dengan kadar lemak sebesar 5-9%.
2 Cara Pembuatan Fish Silage

Berdasarkan penelitian dalam jurnal “Peningkatan Kualitas Silase Limbah Ikan secara Biologis dengan Memanfaatkan Bakteri Asam Laktat”, pembuatan fish silage dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara kimiawi dan secara biologis, yang kemudian dilanjutkan dengan proses fermentasi.
Kimiawi
Pembuatan secara kimiawi menggunakan penambahan asam kuat, yaitu asam mineral (asam anorganik) seperti asam formiat dan asam propionat.
Namun, bahan ini bersifat sangat korosif sehingga perlu dinetralkan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang berarti membutuhkan waktu dan biaya tambahan sehingga kurang efektif.
Sementara itu, asam organik lain seperti asam benzoat, asam asetat, asam sorbat, dan asam sitrat justru jarang digunakan, padahal harganya relatif sama dan juga mudah didapatkan di pasaran.
Biologi
Pembuatan secara biologi memanfaatkan mikroba tertentu, yakni bakteri asam laktat, dengan menambahkan bahan sumber karbohidrat seperti dedak, polard, ataupun molase.
Proses Umum Pembuatan Fish Silage

Sementara itu untuk proses umumnya, sebagaimana dilansir dari jurnal ”Pengujian Mutu Silase Ikan Tembang yang Ditambahi Bakteri Asam Laktat (konsentrasi 20%) Tepung Jagung dengan atau Tanpa Larutan Urea”, meliputi:
- Limbah ikan maupun ikan curah dibersihkan, kemudian kepala dan isi perutnya dipisahkan.
- Bahan dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 100 derajat Celcius selama 10 menit untuk mengurangi kadar air sekaligus meminimalkan kontaminasi bakteri.
- Bahan yang telah dioven, lalu dihaluskan.
- Bahan yang sudah halus kemudian dicampur dengan bakteri asam – tergantung menggunakan cara kimiawi atau cara biologis –, lalu diaduk hingga merata.
- Campuran dimasukkan ke dalam toples dan ditutup dengan rapat, kemudian disimpan selama 3-14 hari untuk proses fermentasi.
Dalam prosesnya, mikroba fermentasi bekerja menurunkan pH, mengawetkan nutrisi, dan membuat protein lebih mudah dicerna. Hasilnya? Pakan lebih efisien, limbah berkurang, nilai ekonomi meningkat.
Baca juga: 4 Keunggulan Pakan Ikan Fermentasi: Kunci Keberlanjutan Budi Daya
Fish Silage Wujud Vitoma, Hasil Fermentasi Berprotein Tinggi

Limbah ikan diolah menjadi fish silage, sumber nutrisi baru bagi pakan ikan berwujud Vitoma. Vitoma sendiri merupakan pakan ikan berwujud padat, hasil transformasi fish silage yang semula berwujud cair.
Pakan ini diproduksi dengan teknologi fermentasi probiotik guna memaksimalkan penyerapan nutrisi dan meningkatkan kesehatan ikan melalui kandungan protein tinggi.
Di ANGPHOT, fish silage menjadi bukti bahwa inovasi berbasis mikroba bisa menciptakan nilai baru dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tak berguna, sekaligus bagian dari upaya waste-to-value, yakni mengolah sisa menjadi sumber daya.
Bagi ANGPHOT, fermentasi bukan sekadar proses, melainkan strategi untuk membangun bioekonomi sirkular dari potensi yang selama ini terabaikan.
Baca juga: Pakan Ikan Fermentasi dengan Harga Terjangkau, Kini Hadir di Vitoma
Dapatkan pakan ini melalui halaman produk Vitoma di website resmi kami. Hubungi kontak WhatsApp Admin kami untuk informasi lebih lanjut.

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!


