Pada dunia budi daya akuakultur, sistem pengairan biasa digunakan pada kolam budi daya ikan. Saluran air pada kolam budi daya ikan berfungsi mengaliri air, menentukan kualitas air, dan menentukan tingkat produktivitas ekosistem yang ada di dalam air kolam.
Tidak jarang ditemukan kasus kematian massal, pertumbuhan ikan yang lambat, hingga berujung pada kegagalan panen yang disebabkan oleh kesalahan pemilihan jenis saluran air pada kolam budi daya ikan.
Kerugian materiil nyata dialami oleh seorang pembudidaya ikan, salah satu mitra Perusahaan ANGPHOT, yang menerapkan kolam bioflok dan baru membuka usahanya sekitar seminggu. Kolam bioflok yang dinilai modern dan ramah lingkungan justru melenyapkan lebih dari 7.000 ekor.
Kesalahan dalam menentukan jenis sistem saluran air pada kolam budi daya ikan tersebut menjadi salah satu kesalahan fatal karena dapat merugikan pengusaha budi daya dari segi kegagalan ekonomi dan dapat mencemari lingkungan.
Jenis Saluran Air pada Kolam Budi Daya Ikan: Pendukung Kesuksesan Budi Daya
Melansir dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), sistem air mengalir berfungsi menyediakan oksigen sekaligus limbah metabolisme ikan. Luas kolam tidak menentukan kualitas budi daya, melainkan jumlah air mengalir yang menentukannya.
Tulisan FAO sejalan dengan penelitian Agricultural Research Service USA (2020), yaitu kolam budi daya ikan dengan sistem saluran air yang baik dapat meningkatkan kadar oksigen terlarut hingga 30% lebih tinggi dibanding kolam statis.
Jika dipahami dengan sederhana, semakin baik sistem pemasukan dan pengeluaran air, maka akan semakin tinggi tingkat kepadatan ikan yang masih bisa dipelihara dengan baik berkat kesesuaian sistem saluran air pada kolam budi daya ikan.
Berikut 8 referensi jenis saluran air pada kolam budi daya ikan yang dapat diaplikasikan demi mendukung keuntungan panen yang melejit.
1. Saluran Pemasukan Air (Inlet)

Saluran pemasukan air atau inlet merupakan jalur perairan yang berfungsi mengalirkan air bersih dari sumber air ke kolam budi daya ikan. Sumber air bersih dapat diambil dari sungai, saluran irigasi, sumber mata air, waduk, hingga dari sumur bor.
Air yang menjadi sumber bagi kolam budi daya ikan sebaiknya datang dari sumber air yang memiliki debit yang cukup untuk kolam, air yang berkualitas, bebas dari pencemaran, seperti dari pestisida, logam berat, dan bahan kimia lainnya yang dapat membahayakan kesehatan ikan.
Dalam penerapannya, sistem saluran air untuk kolam budi daya ikan tersebut dilengkapi dengan saringan pelapis untuk mencegah masuknya ikan liar, telur ikan predator, katak, serangga air, sampah organik, atau dedaunan yang membawa hama yang berpotensi menyebarkan bibit penyakit.
Saluran pemasukan air yang dirancang dengan baik umumnya mampu menjaga kestabilan kadar oksigen terlarut, suhu, dan kualitas air yang mampu mendorong pertumbuhan ikan secara optimal, cepat, dan dengan tingkat kualitas hidup yang baik.
2. Saluran Pembuangan Air (Outlet)

Saluran pembuangan air atau outlet merupakan sistem saluran air pada kolam budi daya ikan yang berfungsi mengeluarkan air dari kolam saat dilakukan pergantian air, pembersihan kolam, panen, maupun pengeringan kolam sebelum siklus budi daya berikutnya.
Eksistensi saluran pembuangan air penting bagi keberlangsungan budi daya ikan karena sisa pakan, kotoran ikan, lumpur, dan bahan organik lainnya yang mengendap di dasar kolam akan terus menumpuk jika tidak dikeluarkan secara berkala.
Akibatnya, penumpukkan tersebut dapat menghasilkan amonia, nitrit, serta gas beracun, seperti sulfida, yang dapat membahayakan kesehatan ikan.
Saluran outlet yang dibangun dengan baik biasanya terdapat pada bagian bawah paling rendah dari kolam ikan agar endapan lumpur dapat ikut terbuang secara maksimal ketika dilakukan pergantian air.
Dalam penerapannya, sebaiknya saluran outlet dilengkapi dengan pintu air yang dapat diakses dengan mudah oleh pembudidaya agar proses pengurasan dapat dilakukan secara bertahap tanpa menimbulkan stres terhadap ikan.
3. Saluran Pelimpah Air (Overflow)

Saluran pelimpah air merupakan saluran air yang berfungsi sebagai jalur pembuangan air ketika terjadi hujan deras atau ketika debit air kolam meningkat. Sistem saluran air pada kolam budi daya ikan tersebut berperan menjaga debit air kolam agar tetap pada kapasitas awal.
Tanpa adanya saluran overflow, air dapat meluap sehingga menyebabkan air keluar dari kolam yang dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pembudidaya ikan.
Selain mencegah risiko ikan kabur akibat air yang meluap, sistem saluran air pada kolam budi daya ikan jenis overflow dapat membantu menjaga kestabilan kualitas air karena air permukaan yang membawa kotoran, busa, hingga sampah organik dapat segera dibuang.
Pada kolam budi daya yang terletak di daerah dengan curah hujan yang tinggi, pembudidaya perlu membuat saluran pelimpah air demi mengurangi risiko kerugian dan tetap menjaga kualitas air kolam.
4. Saluran Drainase Bawah (Bottom Drain)

Saluran drainase bawah atau bottom drain merupakan jenis sistem saluran air pada kolam budi daya ikan yang terletak didasar kolam budi daya yang berperan untuk mengeluarkan endapan lumpur, sisa pakan, hingga kotoran yang dihasilkan oleh ikan yang mengendap di dasar kolam.
Sistem saluran air tersebut banyak digunakan pada kolam budi daya ikan jenis kolam beton, kolam bundar, maupun kolam intensif dengan jumlah kepadatan ikan yang tinggi.
Keuntungan utama menerapkan sistem perairan ini adalah kualitas air tetap stabil karena limbah organik tidak sempat membusuk di dasar kolam. Selain itu, tidak dibutuhkan tenaga lebih untuk membersihkan kolam karena proses pembuangan lumpur dapat dilakukan dengan membuka katup drainase.
Sistem bottom drain pun dapat membantu mengurangi risiko munculnya bakteri patogen yang hidup pada endapan bahan organik yang berada di dasar kolam.
Baca juga: Waspada! 4 Gejala Keracunan Pada Ikan Ini Cukup Berbahaya Dan Mematikan
5. Saluran Resirkulasi Air

Saluran resirkulasi air adalah sistem saluran air pada kolam budi daya ikan yang memanfaatkan kembali air kolam yang telah dipakai setelah melalui proses penyaringan. Air yang keluar dari kolam dialirkan menuju filter mekanis, filter biologis, maupun filter kimia sebelum kembali ke kolam.
Sistem saluran air ini cocok diterapkan pada daerah budi daya ikan yang memiliki keterbatasan pasokan air bersih karena mampu menghemat air hingga mencapai sebagian besar dari sistem perairan konvensional.
Selain dapat menghemat biaya operasional, sistem saluran air pada kolam budi daya ikan tersebut mampu menjaga kualitas air kolam karena parameter, seperti amonia, nitrit, dan padatan tersuspensi, dapat dikendalikan pertumbuhannya secara rutin.
6. Saluran Distribusi Air Antarkolam

Pada kawasan budi daya yang memiliki banyak kolam ikan yang tersebar di beberapa titik, umumnya terdapat satu saluran distribusi utama yang berfungsi mengalirkan air ke setiap kolam secara merata. Saluran utama tersebutlah yang dinamai sebagai saluran distribusi air antarkolam.
Jenis sistem saluran air pada kolam budi daya ikan tersebut memungkinkan seluruh kolam mendapatkan pasokan air dengan debit yang dapat diatur sesuai kebutuhan.
Pengelolaan distribusi air yang baik dapat mempermudah pengelolaan kolam berdasarkan umur ikan, tingkat kepadatan tebar ikan, maupun kebutuhan pergantian air.
Selain meningkatkan efisiensi, sistem saluran air pada kolam budi daya ikan ini dapat mempermudah proses pemeliharaan karena setiap kolam dapat dioperasikan secara mandiri tanpa mengganggu kolam lainnya apabila sistem distribusi disusun secara terencana.
7. Saluran Pembuangan Limbah Terpisah

Saluran pembuangan limbah terpisah merupakan sistem saluran air pada kolam budi daya ikan yang bertujuan untuk mengaliri air limbah yang dihasilkan oleh kolam ikan ke unit pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan terbuka.
Pada budi daya ikan komersial, sebaiknya air limbah dipisah dari saluran air bersih. Pemisahan tersebut bertujuan untuk mengurangi pencemaran perairan di sekitar kolam sekaligus memenuhi prinsip budi daya ramah lingkungan.
Selain berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sistem saluran air pada kolam budi daya ikan tersebut mampu mengurangi risiko masuknya kembali air limbah ke dalam kolam ikan sehingga kualitas kesehatan ikan tetap terjaga.
Baca juga: Kelola Limbah Makanan Jadi Pakan Ikan Ramah Lingkungan sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan
8. Saluran Pengendapan (Settling Channel)

Saluran atau kolam pengendapan berfungsi sebagai penghambat aliran air sehingga partikel lumpur, pasir, dan bahan organik dapat mengendap sebelum air masuk ke kolam budi daya.
Penerapan sistem saluran air pada kolam budi daya ikan tersebut memungkinkan kualitas air yang masuk lebih jernih dan kandungan padatan tersuspensinya berkurang. Hal tersebut membawa manfaat pada saat musim penghujan datang ketika air mengandung banyak sedimen.
Selain melindungi ikan dari buruknya kualitas air, saluran pengendapan dapat membantu menjaga kebersihan dasar kolam sehingga frekuensi pengurasan dapat ditekan.
Rekomendasi Jenis Sistem Saluran Air untuk Kolam Budi Daya Ikan
Di antara jenis-jenis sistem saluran air pada kolam budi daya ikan yang telah kita kenali bersama, pembudidaya tidak harus menerapkan seluruh sistem perairan yang ada. Penerapan sistem saluran air dipilih sesuai dengan jenis budi daya, lokasi budi daya, serta keuntungan yang ingin dirasakan oleh pembudidaya.
Sistem saluran air pada kolam budi daya ikan dapat dikombinasikan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Pembudidaya dapat memadukan sistem pemasukan air, sistem pembuangan air, saluran pelimpah, dan saluran drainase dasar.
Perpaduan keempat jenis sistem saluran air tersebut dapat bekerja secara optimal dalam menjaga kualitas air, mempercepat proses pembuangan limbah, meminimalisir risiko ikan lepas akibat air kolam meluap, serta memudahkan proses pemeliharaan dan panen.
Pada budi daya intensif atau komersial, keuntungan semakin meningkat apabila menggabungkan sistem saluran air resirkulasi dengan sistem saluran pembuangan limbah karena memungkinkan efisiensi penggunaan air, kesehatan ikan terjaga, angka kematian menurun, dan dapat meningkatkan produktivitas kolam.
Baca juga: 5 Solusi Pakan Ikan Dari Sampah Organik, Rahasia Hemat & Panen Melejit
Kesimpulan
Penggunaan saluran air yang tepat dapat membuka jalan kesuksesan bagi budi daya. Pemilihan sistem saluran air untuk kolam budi daya ikan memandang faktor jenis budi daya, lokasi, serta besaran keuntungan yang ingin didapatkan oleh pembudidaya.
Mengenal sistem saluran air pada kolam budi daya ikan menjadi langkah awal yang dapat menjamin kesuksesan. Selain mengenal berbagai jenis saluran air, mengenali kualitas dari jenis pakan ikan pun dapat membawa keuntungan pada budi daya ikan.
Jenis pakan yang dipilih dalam dunia budi daya akuakultur dapat mendukung efektivitas kerja saluran air karena terdapat jenis pakan yang sifatnya tidak meninggalkan endapan residu di dasar kolam. Jenis pakan tersebut adalah pakan ikan fermentasi Vitoma ANGPHOT.
Pakan ikan fermentasi Vitoma ANGPHOT dirancang untuk memudahkan proses produksi budi daya ikan dengan memanfaatkan limbah organik yang melalui proses dekomposisi menggunakan bakteri probiotik.
Proses dekomposisi mampu mengubah serat yang terkandung di dalam limbah organik menjadi pakan yang mudah dicerna oleh ikan sehingga tidak meninggalkan residu. Selain itu, harga jual dari pakan ikan fermentasi tergolong lebih murah dibanding dengan pakan ikan konvensional.
Dengan perpaduan antara saluran air dan jenis pakan ikan yang tepat, pembudidaya baru saja merancang masa depan budi daya berkelanjutan yang mampu meraup keuntungan maksimal. Tertarik ingin mencoba Vitoma ANGPOT? Silakan kunjungi toko resmi kami dan nikmati harga spesialnya!

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!


