4 Keunggulan Pakan Ikan Fermentasi: Kunci Keberlanjutan Budi Daya

Pakan ikan fermentasi

Dunia akuakultur kerap mengalami perubahan dan kemajuan. Pembudidaya akuakultur khususnya di sektor perikanan mulai memikirkan solusi yang efisien sekaligus ramah lingkungan untuk prosedur usaha mereka. 

Hambatan yang umum dialami oleh pembudidaya adalah tingginya pakan ikan konvensional. Mereka mengeluarkan sekitar 60% hingga 70% anggaran produksi hanya untuk membeli pakan ikan.

Penggunaan anggaran yang begitu besar untuk membeli pakan ikan tidak sebanding dengan pendapatan mereka. Hal tersebutlah yang menghambat keberlanjutan budi daya. Dibutuhkan inovasi yang membantu menghilangkan keresahan para pembudidaya.

Pakan ikan fermentasi merupakan jenis pakan ikan yang menjawab keresahan pembudidaya akan membengkaknya biaya produksi dan realitas sosial lingkungan hidup. Proses fermentasi menggunakan bakteri probiotik yang menambah poin kualitas pakan ikan fermentasi.

Di keadaan ekonomi yang serba tidak menentu ini, pakan ikan fermentasi menjadi penyelamat bagi keberlangsungan usaha para pembudidaya ikan. Berikut 5 keunggulan di balik pakan ikan fermentasi yang membawa keuntungan dari berbagai sisi.

Memanfaatkan Limbah Organik

Pakan ikan fermentasi tercipta dari inovasi berbasis sustainability. Pelaku usaha pakan ikan fermentasi berperan sebagai produsen yang bertanggung jawab dalam kegiatan produksi melalui pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku produksi.

Limbah organik merupakan jenis limbah yang mendominasi sampah yang terbuang dan menumpuk. Melansir data dari Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional, 75% limbah organik yang tersebar di Indonesia belum diolah dengan baik. 

Tumpukan limbah organik yang berlebih dapat meningkatkan produksi gas metana yang dapat memicu terjadinya pemanasan global dan cairan lindi yang mengancam lingkungan hidup manusia dengan merusak struktur tanah.

Ancaman kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan keadaan sosial yang memicu inovasi berbasis sustainability penting dilakukan. Pakan ikan fermentasi menjadi inovasi jangka panjang yang dapat menguntungkan pembudidaya dan produsen pakan ikan.

Posisi inovasi berkelanjutan di mata masyarakat semakin diperkuat dengan terbentuknya istilah-istilah baru sebagai standar keberhasilan produk yang diukur dengan dampak yang dihasilkan bagi lingkungan, yaitu ekonomi hijau, SDGs, dan ESG.

1. Ekonomi Hijau

Melansir dari jurnal penelitian yang ditulis oleh Auliya dan Nurhadi, istilah ekonomi hijau merupakan standar tolok ukur keberhasilan pembangunan berkelanjutan yang menggabungkan kondisi lingkungan dengan aspek ekonomi. 

Ekonomi hijau perlu digunakan sebagai latar belakang sebuah perusahaan untuk mengatasi kondisi lingkungan yang kian kompleks dan kondisi ekonomi yang serba berubah dari skala nasional hingga skala global.

Tantangan penerapan ekonomi hijau terus berdatangan. Mulai dari penggunaan sumber daya alam tanpa diadakannya pelestarian, tingginya kadar gas rumah kaca, ekosistem alami yang dibiarkan rusak menjadi tantangan yang harus diatasi lewat inovasi ekonomi hijau.

2. SDG’s (Sustainable Development Goals)

SDG’s atau Sustainable Development Goals merupakan target capaian kehidupan berkelanjutan yang terdiri dari 17 poin yang mencakupi banyak sektor kehidupan bumi dan masyarakat.

Program yang bertujuan untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2015 dalam rangka menjawab tantangan global.

Poin-poin utama yang berkaitan dengan sustainability di perusahaan sektor agrikultur dan akuakultur, yaitu (5) Kesetaraan Gender, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (11) Kota dan Komunitas Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab, dan (13) Penanganan Perubahan Iklim).

3. ESG (Environment, Social, and Governance)

ESG bergerak sebagai media pelaksana target SDGs dengan mengedepankan kegiatan pembangunan, investasi, atau bisnis berkelanjutan yang diukur dari tiga kriteria utama, yaitu environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola).

Kriteria lingkungan memandang bagaimana dampak dari aktivitas produksi terhadap lingkungan dan perusahaan sebagai pelaku perubahan lingkungan dengan memanfaatkan bahan baku, energi, dan sistem tata kelola yang ramah lingkungan. 

Kriteria sosial memandang bagaimana suatu perusahaan membangun dan menjaga hubungan serta reputasinya dengan para stakeholder serta bagaimana perusahaan membina mereka dengan baik. Unsur tata kelola melihat bagaimana suatu perusahaan menciptakan sistem pengelolaan yang baik.

Baca juga: Pengolahan Sampah Berbasis 4R Reduce, Reuse, Recycle, Replace

Beginner Friendly: Peluang Usaha Berkelanjutan

Pakan ikan fermentasi membuka peluang besar bagi pelaku bisnis berbasis ekonomi hijau. Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi produk bernilai jual, produsen pakan ikan fermentasi telah berkontribusi dalam mencegah kerusakan lingkungan.

Kumpulan limbah organik sisa makanan yang telah dipilah, seperti limbah sisa sayuran, buah-buahan, manfaat cangkang telur, sampai limbah ikan rucah dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai. 

Limbah organik sisa produksi rumah tangga yang telah terkumpul dipilah untuk kemudian dihaluskan. Adonan dari limbah organik kemudian difermentasi menggunakan larutan bakteri probiotik.

Setelah adonan bercampur dengan bakteri probiotik, diamkan adonan di tempat yang teduh dan tertutup sekitar 2—3 hari. Pakan ikan fermentasi pun siap dicetak dan didistribusikan ke pelaku usaha budi daya ikan.

Salah satu produk pakan ikan fermentasi yang lahir dari pelaku UMKM adalah Vitoma ANGPHOT. Vitoma mengadopsi inovasi berbasis sustainability dengan memanfaatkan limbah organik yang terkumpul menjadi produk pakan ikan bergizi tinggi.

Produsen pakan ikan fermentasi yang menggunakan limbah organik sebagai bahan baku utama produknya telah menerapkan inovasi berbasis sustainability dengan cara mengumpulkan, memilah, dan mengolah kembali limbah organik sejalan dengan prinsip zero waste life

Baca juga: Perbandingan Kualitas Pakan Ikan Vitoma Vs. Produk Konvensional Dalam Budidaya Akuakultur

Bakteri Probiotik Menyokong Kualitas Kehidupan Ikan 

Harga pakan ikan konvensional yang tinggi belum tentu memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan. Mayoritas pakan ikan konvensional tidak menggunakan mikroorganisme hidup sebagai sumber bakteri baik bagi ikan.

Bakteri probiotik merupakan jenis mikroorganisme hidup yang baik bagi kesehatan. Jenis bakteri probiotik yang digunakan untuk pakan ikan fermentasi adalah Lactobacillus sebagai pelunak dan pengawet alami, Bacillus sebagai pengurai protein, dan ragi yang bekerja meningkatkan nutrisi.

Penggunaan bakteri probiotik pada pakan ikan membawa banyak manfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan ikan. Bakteri probiotik mendukung proses penyerapan nutrisi yang dilakukan oleh ikan sehingga bobot ikan berpotensi mengalami peningkatan.

Dalam uji Feed Conversion Ratio (FCR) yang dilakukan oleh Tim ANGPHOT, terbukti bahwa ikan yang diberi pakan dengan produk fermentasi ANGPHOT mengalami peningkatan bobot tubuh dibandingkan dengan ikan yang diberi makan pakan konvensional. 

Manfaat pakan ikan fermentasi dari sisi kebersihan air pun terbukti melalui uji FCR tersebut. Pakan ikan fermentasi bakteri probiotik secara optimal mendekomposisi bahan baku berserat tinggi sehingga mengurangi endapan residu hasil aktivitas konsumsi di dalam air kolam. 

Minimnya endapan residu yang tertinggal di air kolam membuat air kolam tetap terjaga kebersihannya sehingga air kolam tidak perlu diganti terus-menerus. Probiotik dalam pakan ikan pun mampu mengurangi kadar nitrit di dalam air kolam yang berbahaya bagi kesehatan ikan.

Pakan Ikan Fermentasi Jadi Solusi Ekonomis bagi Pembudidaya

Pakan ikan fermentasi memadukan inovasi berkelanjutan dengan solusi permasalahan ekonomi yang dialami oleh pembudidaya akuakultur. Tingginya harga dan kelangkaan pakan ikan konvensional membuat banyak pelaku budi daya ikan gulung tikar. 

Pembudidaya ikan menggunakan lebih dari 70% anggaran produksi untuk membeli pakan ikan. Tingginya harga pakan ikan konvensional dan tingkat kebutuhan pembudidaya akan pakan ikan membuat mereka terpaksa mengeluarkan lebih dari separuh anggaran. 

Produk pakan ikan yang melewati proses fermentasi bakteri dan memanfaatkan limbah organik mendukung keberlangsungan usaha pembudidaya ikan. Harga jual dari produk pakan tersebut lebih murah 7%–10%, jauh berbeda dibandingkan dengan pakan ikan konvensional. 

Produk Vitoma ANGPHOT menjadi salah satu produk pakan ikan fermentasi yang mendukung keberlanjutan usaha pembudidaya ikan. Melalui uji FCR, Vitoma ANGPHOT terbukti efisien untuk digunakan sebagai produk pakan ikan tetap bagi pembudidaya ikan.

Baca juga: 5 Solusi Pakan Ikan Dari Sampah Organik, Rahasia Hemat Dan Panen Melejit

Kesimpulan

Mengelola limbah organik masih menjadi tugas yang belum terselesaikan. Usaha mengolah limbah organik terlihat dari inovasi produk pakan ikan fermentasi yang memanfaatkan limbah organik sebagai bahan baku utama.

Pakan ikan fermentasi merupakan usaha kolektif dalam mengurangi penyebaran limbah organik sejalan dengan standar dampak produksi terhadap keberlanjutan kehidupan manusia dan lingkungan hidup.

Produk pakan ikan hadir sebagai solusi ekonomis bagi para pelaku budi daya ikan. Pembudidaya tetap dapat memberi pakan berkualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih murah. Pakan ikan fermentasi menjadi pendorong kesuksesan budi daya melalui mikroorganisme hidup yang membawa berbagai manfaat.

Lewat inovasi berbasis sustainability, usaha pembudidaya ikan dapat bertahan lama dan lingkungan sekitar pulih lebih baik berkat permasalahan limbah yang perlahan teratasi. Secara tidak langsung, pakan ikan fermentasi berhasil menjawab permasalahan lingkungan dan ekonomi lewat satu produk efisien.

Tertarik untuk membeli produk pakan Vitoma? Silakan kunjungi toko resmi kami. Sobat ANGPHOT juga bisa berkolaborasi langsung bersama ANGPHOT dalam mengubah limbah menjadi solusi berkelanjutan dengan menghubungi tim kami.

Facebook Comments Box
Scroll to Top