Tahukah kamu? Sebanyak 44% jenis limbah yang terbuang adalah limbah sisa makanan. Melansir dari brin.go.id, 60%—70% limbah berakhir di TPA. Limbah yang dibiarkan menumpuk di ruang terbuka berpotensi menimbulkan gas metana yang berbahaya bagi kesehatan.
Melihat masalah tersebut, PT ANGPHOT ORION INDONESIA membuat inovasi berbasis sustainability dengan memanfaatkan limbah organik. ANGPHOT melihat limbah sisa makanan bukan sekadar sebagai masalah, melainkan sebagai peluang besar yang menyimpan nilai ekonomi.
Peluang tersebut direalisasikan dalam bentuk produk di sektor perikanan, pertanian, dan peternakan. Berikut cara ANGPHOT mengembangkan inovasinya.
Sustainability Bukan Sekadar Trend, melainkan Kebutuhan Bisnis Jangka Panjang

Perusahaan-perusahaan yang hanya berfokus pada keuntungan mulai ditinggalkan oleh para pemangku kebijakan. Mereka mengabaikan faktor sosial, lingkungan, dan ekonomi sebagai pendukung keberlanjutan.
Sesuatu yang hidup pasti bersifat dinamis. Masyarakat perlahan mengalami perubahan cara pandang terhadap perusahaan yang tidak memperhatikan realitas sosial dan lingkungan di dalam aktivitas produksi.
Masyarakat mulai menyadari bahwa kesejahteraan sosial dan lingkungan bisa berjalan beriringan. Hal tersebut membawa perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor mulai menerapkan inovasi berbasis sustainability dalam kegiatan industri.
Inovasi berbasis sustainability merupakan inovasi jangka panjang yang mengedepankan kepentingan sosial dan lingkungan. Sustainability menjadi pendorong untuk menyelamatkan masa depan kehidupan Bumi dan manusia.
Di dalam dunia bisnis, inovasi berbasis sustainability mengimplementasikan elemen-elemen penting berkelanjutan ke dalam seluruh aktivitas produksi dimulai dari tahap produksi sampai ke model bisnis.
Tujuan dari penerapan inovasi tersebut untuk meraih nilai jangka panjang bagi perusahaan juga bagi lingkungan masyarakat. Inovasi berbasis keberlanjutkan perlu diterapkan demi menangkap keuntungan dari arah sosial-lingkungan dan pandangan keterbukaan visi misi oleh masyarakat.
Posisi inovasi berbasis sustainability semakin diperkuat dengan kemunculan istilah-sitilah baru di dunia bisnis, seperti ekonomi hijau, SDGs, dan ESG sebagai pionir sekaligus standar baru bagi dampak keberlanjutan yang dibawa oleh suatu perusahaan.
Baca juga: Usaha Pelestarian Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Di Indonesia
Dinamika Tantangan yang Melatarbelakangi Lahirnya Program ANGPHOT

Sesekali mari kita sebentar meniti dan merenungi bagaimana keadaan bumi dan realitas sosial kita. Terdapat banyak masalah yang menyelimuti kita tanpa kita sadari. Mulai dari masalah lingkungan, ekonomi, hingga sosial.
Persoalan pengelolaan limbah organik menjadi tugas yang belum terselesaikan. Limbah organik menjadi jenis limbah yang menguasai lingkungan. Mereka hadir di sudut rumah, ruang terbuka, hingga hidup bersama masyarakat di lingkungan TPA.
Melansir dari ugm.ac.id, limbah organik berada di angka 50% sebagai jenis sampah yang tersebar di Indonesia dan masih bisa didaur ulang. Mendaur ulang limbah organik merupakan jalan pintas yang menguntungkan bagi sistem ekonomi dan sosial.
Produk ramah lingkungan menjadi solusi bagi beberapa pelaku usaha di sektor peternakan, khususnya pembudidaya ikan. Para peternak ikan kerap kali menghadapi masalah mengenai kelangkaan dan tingginya harga pakan ikan konvensional.
Imbas dari tingginya harga pakan adalah biaya produksi membengkak dan banyak pembudidaya yang menutup usaha mereka. Kondisi ekonomi menurun dan berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Hal tersebut yang menjadi akar dari lahirnya inovasi berbasis sustainability di Indonesia.
Program inovasi berbasis sustainability ANGPHOT lahir dari keresahan limbah organik, harga pakan konvensional yang tinggi, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang bergantung pada sistem konvensional yang tidak lagi relevan.
Pendekatan konvensional di sektor bisnis dan perekonomian tidak lagi relevan. Perusahaan yang masih memegang prinsip konvensional perlahan mulai ditinggalkan karena tidak melihat masa depan, teknologi modern, dan tidak lagi menjunjung efisiensi.
Oleh karena itu sangat dibutuhkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Pembudidaya membutuhkan solusi atas ancaman kegiatan usaha mereka. Solusi pembangunan berkelanjutan harus dijalankan demi menjaga kondisi sosial dan ekonomi Indonesia.
Baca juga: 10+ Contoh Bisnis Hijau Yang Potensial Dan Menguntungkan
Mengenal Lebih Dalam Inovasi, Prinsip, dan Dampak Sustainability ANGPHOT

ANGPHOT melahirkan program inovasi berbasis sustainability yang berakar dari keresahan dan kesadaran potensi ekonomi saat melihat limbah organik di Pasar Yosowilangun, Jombang, Jawa Timur. Limbah organik yang menumpuk membawa bahaya kesehatan dan kerusakan lingkungan.
Kami mengumpulkan limbah organik, memilahnya, dan mengolah limbah organik tersebut menjadi produk ramah lingkungan yang menjadi solusi ketahanan pangan dan ekonomi sejalan dengan visi dan misi kami.
ANGPHOT mengemban visi dan misi penting bagi keberlanjutan masa depan, yaitu menghadirkan solusi deep-tech inovatif untuk mengurangi emisi karbon melalui pendekatan waste-to-resource.
ANGPHOT berkomitmen mentransformasi limbah makanan yang merupakan 44% dari total sampah di Indonesia dan penghasil utama gas metana untuk diolah menjadi pakan ikan tinggi protein serta bahan baku untuk industri livestock.
Inovasi berbasis sustainability memadukan konservasi lingkungan dan dampak sosial-ekonomi. Kami memegang tiga pilar sustainability sejalan dengan latar belakang program keberlanjutan demi keberlangsungan masa depan, yaitu environmental impact, social impact, economic impact.
1. Dampak untuk Lingkungan

Faktor besar yang menjadi pendorong lahirnya program inovasi berbasis sustainability adalah keresahan atas menumpuknya limbah organik dan risiko buruk yang akan dialami oleh keseimbangan kehidupan manusia dan lingkungan.
ANGPHOT berkomitmen dalam program pengelolaan limbah organik lewat Program Tabungan Limbah. Limbah organik hasil aktivitas para mitra dari kalangan masyarakat pelaku usaha, SPPG, dan ibu rumah tangga.
Kumpulan limbah organik yang berhasil ditampung kemudian dipilah dan diolah menjadi produk ramah lingkungan, yaitu pakan ikan fermentasi Vitoma dan Bubuk Cangkang Telur yang kaya akan kandungan gizi.
Per tanggal 2 Mei 2026 hasil dari Program Tabungan Limbah batch 1, limbah organik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 191,9 kg dengan mayoritas limbah berasal dari dapur rumah tangga. Dampak yang langsung dirasakan oleh lingkungan adalah 140,4 kg emisi gas metana berhasil berkurang per tahun 2025.
Program pemanfaatan limbah organik tersebut menjadikan inovasi berbasis sustainability tidak hanya memperhatikan keuntungan, melainkan ikut andil dalam mengubah iklim dan mewujudkan keberlanjutan masa depan Indonesia.
2. Dampak untuk Masyarakat

Selain fokus memperhatikan dampak bagi lingkungan, ANGPHOT memadukan dampak bagi lingkungan dengan aktif mengadakan program pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat potensi masyarakat dan menyebarkan inovasi berbasis sustainability.
Kami berkomitmen dalam memperdaya masyarakat Desa Padomasan, Kec. Jombang, Kab. Jember melalui program pelatihan kapasitas individu dan kelompok. Program pelatihan tersebut hadir demi mewujudkan ketahanan masyarakat Paseban dan Puger den menyebarkan pengetahuan tentang inovasi berbasis sustainability.
Program pelatihan tersebut berbentuk ruang edukasi terbuka yang membahas mengenai cara pengolahan limbah hasil laut dan penyediaan sarana budi daya berkelanjutan di bidang akuakultur. ANGPHOT mendukung masyarakat dalam membangun komunitas tangguh dan mandiri.
3. Dampak untuk Ketahanan Ekonomi

Program pemanfaatan limbah menjadi produk ramah lingkungan menjawab solusi atas keresahan para pembudidaya dan masyarakat. ANGPHOT berhasil menjawab dan menghadirkan solusi bagi para pembudidaya ikan yang mengalami pembengkakan biaya produksi.
Produk Vitoma ANGPHOT menjadi solusi ekonomis dan efisien bagi para pelaku usaha ternak ikan. Jika dibandingkan dengan produk pakan ikan konvensional, Vitoma memiliki harga jual yang lebih murah 7%—10%.
Harga yang murah tidak mengurangi keunggulan yang ada di produk pakan ikan fermentasi. Produk Vitoma memanfaatkan bakteri probiotik sebagai mikroba yang mengoptimalkan proses dekomposisi. Penggunaan bakteri probiotik memaksimalkan penyerapan nutrisi pada ikan sehingga kesehatan ikan terjaga dan bobot tubuh mereka ikut bertambah.
Efisiensi biaya produksi pakan ikan fermentasi terjadi karena pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku utama. Selain menjadi jawaban untuk pembudidaya ikan, produk yang memanfaatkan limbah organik pun turut mendukung keberlanjutan usaha pelaku UMKM di sektor pangan.
Baca juga: Perbedaan Kualitas Pakan Ikan Vitoma Vs. Produk Konvensional Dalam Budidaya Akuakultur
Cara ANGPHOT Mengubah Masalah Menjadi Solusi Berkelanjutan
Inovasi ANGPHOT lahir dari keresahan lingkungan terkait bahaya limbah organik dan keresahan masyarakat pembudidaya terkait mahalnya biaya produksi. Lalu, bagaimana cara ANGPHOT dapat melahirkan solusi berbasis sustainability? Berikut penjelasannya.
1. Dari Ide Menjadi Solusi

Sebelum beralih dan berkomitmen mengolah limbah organik menjadi produk bernilai jual dengan menggunakan inovasi berbasis sustainability, ANGPHOT bergerak di bidang florikultur yang menyediakan perlengkapan berkebun dan menjual tanaman hias bunga anggrek.
Inovasi keberlanjutan muncul saat Arin yang menjabat sebagai Founder AGPHOT selama tiga tahun menyadari bahwa pengembangan arah bisnis diperlukan. Kemudian ia terpikir oleh bobot tubuh ikan yang besar dengan hanya mengonsumsi kotoran manusia.
Faktanya, kotoran manusia melewati proses fermentasi oleh bakteri baik di sistem pencernaan. Dari fakta tersebut, Arin teringat akan tumpukan limbah organik di Pasar Yosowilangun. Akhirnya, ide berbasis sustainability tercipta dalam bentuk produk pakan ikan fermentasi Vitoma ANGPHOT.
2. Dari Solusi Menjadi Dampak

Inovasi berbasis sustainability membawa dampak langsung bagi keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi di masa kini hingga masa yang akan datang. ANGPHOT berkomitmen untuk terus menjalankan strategi ketahanan pangan di sektor budidaya ikan.
Dampak dari pengelolaan limbah organik menjadi produk pakan ikan berprotein tinggi adalah tingkat emisi gas metana berhasil ditekan sebanyak 140,4 kg. Berkurangnya tingkat penyebaran emisi gas metana menekan potensi terjadinya pemanasan global yang berakibat pada kekeringan.
Masyarakat dari seluruh kalangan merasakan dampak dari inovasi berbasis sustainability, dimulai dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga pembudidaya ikan di sektor akuakultur. Mitra ANGPHOT mengalami peningkatan keuntungan sebesar +165%.
Pembudidaya ikan yang menggunakan produk pakan ikan fermentasi Vitoma ANGPHOT pun ikut merasakan dampaknya. Biaya produksi yang biasa mereka keluarkan untuk pakan ikan konvensional dapat dialokasikan untuk hal lain karena perbandingan harga yang jauh lebih murah.
3. Dari Dampak Menjadi Gerakan

Dari ide yang berujung menghasilkan dampak, ANGPHOT terus memperkuat jalinan kerja sama bersama masyarakat lokal dan UMKM. Kami pun tumbuh dan berkembang atas bantuan dari banyak pihak, yaitu BRIN, Kementerian Koperasi Republik Indonesia, hingga China Centre for Promotion of SME Development.
Dalam merancang dampak dari strategi pengembangan berkelanjutan berbasis sustainability, ANGPHOT mengajak masyarakat dan pelaku usaha mikro untuk ikut bergabung menjadi mitra Program Tabungan Limbah ANGPHOT.
Gerakan menabung limbah bersama ANGPHOT dibuka setiap tahunnya sebagai bukti komitmen kami. Setiap limbah organik yang telah ditabung oleh masyarakat dan pelaku UMKM akan ditukar menjadi sembako yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
Gerakan tersebut membawa keuntungan bagi mitra dari segi kebersihan lingkungan dan keuntungan ekonomi. ANGPHOT juga membuka lapangan pekerjaan baru yang berkutat di bagian produksi untuk masyarakat sekitar.
Selain mengajak masyarakat untuk menabung limbah organik, ANGPHOT pun aktif menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengedukasi langsung masyarakat desa dan pesisir bagaimana cara mendaur ulang limbah organik di rumah.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Program Tabungan Limbah ANGPHOT
Konstribusi ANGPHOT Sejalan Dengan Cita-cita ESG dan SDGs
Inovasi berbasis sustainability yang ANGPHOT lakukan demi menyejahterakan lingkungan dan memperdaya masyarakat sejalan dengan standar bisnis ekonomi ESG dan pilar pembangunan berkelanjutan SGDs Indonesia.
1. ESG (Environmental, Social, & Governance)

ESG merupakan standar untuk mengukur dampak yang diberikan oleh perusahaan untuk lingkungan, masyarakat, dan sistem tata kelolanya. ESG memandang nilai yang diberikan oleh perusahaan tergantung seberapa perusahaan tersebut bertanggung jawab dalam menjalankan bisnisnya.
ESG terdiri dari environmental, social, dan governance. Inovasi berbasis sustainability yang ANGPHOT selalu jalankan telah memenuhi standar ESG. Mulai dari dampak bagi lingkungan, ANGPHOT berhasil mengurangi limbah organik sebanyak 191,9 kg dan berhasil mengurangi 140,4 kg emisi gas metana.
Kemudian dari sisi dampak untuk masyarakat sosial, ANGPHOT aktif berkolaborasi dan berkontribusi untuk masyarakat melalui Program Tabungan Limbah, program rutin pemberdayaan masyarakat, dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
Sistem tata kelola yang dibuat oleh ANGPHOT memenuhi standar ESG. ANGPHOT menciptakan lingkungan kerja yang aktif dan produktif dengan menghargai para pekerjanya. ANGPHOT membentuk jadwal kerja sistematis dan terarah demi mendukung kelancaran kerja.
2. SDG’s (Sustainable Development Goals)

SDG’s merupakan pilar pembangunan berkelanjutan yang dideklarasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program tersebut dibentuk untuk mengatasi permasalahan global berdasarkan prinsip hak asasi manusia dan memastikan kesetaraan pembangunan di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Program SDG’s memiliki 17 poin capaian untuk mengatasi permasalahan di tiap negara. Dari 17 poin tersebut, ANGPHOT berhasil mewujudkan 5 poin yang selaras dengan inovasi berbasis sustainability.
Pertama, poin 5 Kesetaraan Gender. ANGPHOT menciptakan lingkungan bisnis yang menyamaratakan setiap gender. ANGPHOT tidak membatasi dan membedakan mitra ANPHOT berdasarkan gender mereka dan mempekerjakan seluruh lapisan masyarakat yang ingin bekerja.
Kedua, poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Sejalan dengan ESG, ANGPHOT menjadi pelaku usaha yang aktif memberi dampak berupa lapangan pekerjaan baru dan memberi dampak dari sisi ekonomi bagi masyarakat pembudidaya melalui inovasi produk ramah lingkungan.
Ketiga, poin 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan. ANGPHOT aktif menggelegar program pemberdayaan masyarakat demi membangun komunitas yang kokoh dan mandiri di daerah pedesaan dan pesisir.
Dalam program pemberdayaan masyarakat tersebut, ANGPHOT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengelola sampah organik dan mengedukasi masyarakat bagaimana cara mengolah limbah organik menjadi produk berguna. Hal ini sejalan dengan poin 12 Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab.
Terakhir dan yang paling penting, yaitu poin 13 Penanganan Perubahan Iklim. ANGPHOT berhasil menangani sebagian kecil permasalahan lingkungan melalui program menabung limbah dan mengolah kembali limbah tersebut menjadi produk multifungsi. Dengan begitu, potensi pemanasan global menurun karena uapan gas metana berhasil ditekan.
Catatan Penting: Sustainability Tidak Bisa Berjalan Sendiri!

Menjalani program besar dan terus berkomitmen pada inovasi berbasis sustainability bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komitmen serius dari hati untuk terus konsisten berkontribusi dalam mengubah lingkungan, sosial, dan keadaan ekonomi masyarakat.
Dibutuhkan kesabaran dan kegigihan demi menghasilkan dampak yang lebih besar yang sejalan dengan pilar ekonomi ESG dan SDG’s. Potensi perubahan haluan dan perilaku pun dapat terjadi sehingga sangat perlu untuk terus melangkah dan membesarkan niat untuk kehidupan berkelanjutan.
Dukungan, kontribusi, dan cinta dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha yang sustainable. Tanpa adanya dorongan dari multipihak, dampak yang dihasilkan akan sia-sia disebabkan tidak disebarluaskan.
Itu dia cara yang dilakukan oleh PT ANGPHOT ORION INDONESIA dalam menciptakan bisnis berkelanjutan berbasis green innovation. Sampai saat ini perusahaan ANGPHOT memegang teguh tujuan kehidupan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah organik dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Bagi kami, kehidupan berkelanjutan bukan sekadar ide dan program jangka pendek, melainkan program besar yang dapat mendorong ribuan inovasi berbasis sustainability lainnya demi kemajuan lingkungan, sosial, dan ekonomi jangka panjang.
Tertarik menjadi agen perubahan lingkungan bersama ANGPHOT? Kamu bisa bergabung menjadi mitra ANGPHOT untuk ikut berdampak dalam mengubah limbah makanan menjadi solusi berkelanjutan. Pantau terus media sosial kami untuk informasi lainnya.

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!


