10 Jenis Pakan Alami Ikan lele, Solusi Harga Pakan Tinggi

pakan alami ikan lele

Tahukah kamu? Belakangan ini, budi daya ikan lele menjadi salah satu usaha peternakan akuakultur yang banyak digeluti oleh pembudidaya. Menurut data dari bps.go.id, hasil produksi ikan lele per tahun 2024 menduduki peringkat ke-2 terbanyak berskala nasional, yaitu 1.157.755. 

Data jumlah produksi ikan lele akan terus meningkat seiring terbukanya lapangan usaha budi daya baru. Bagi para pembudidaya, ikan lele dipilih sebagai ternak usaha karena karakteristiknya yang tahan terhadap perubahan lingkungan, mudah beradaptasi, serta memiliki laju pertumbuhan yang cepat.

Namun di balik itu, tantangan kerap kali menjumpai para pembudidaya. Tingginya harga pakan konvensional memengaruhi keberlanjutan budi daya. Tidak hanya pelaku usaha budi daya ikan lele, tetapi seluruh pengusaha akuakultur mengalami kesulitan akibat harga pakan yang fantastis.

Pakan alami hadir sebagai solusi dari tingginya harga pakan di pasaran. Dalam sektor budi daya ikan lele, pakan alami ikan lele hadir dalam harga jual yang mampu bersaing secara ekonomis dengan pakan ikan konvensional. 

Pakan Ikan Lele Alami: Pilihan Pakan Ekonomis

Melansir dari tulisan Sedran (2019), pakan alami merupakan bahan pakan yang diambil dari sumber daya alam atau organisme hidup. Organisme pakan alami ialah organisme hidup yang dibudidaya untuk pendukung sumber pakan budi daya akuakultur. 

Pakan alami ikan lele dapat berupa organisme air, seperti cacing, zooplankton, dan berbagai jenis larva serangga. Selain berupa organisme air, pakan alami ikan lele pun dapat berupa organisme darat, seperti larva serangga, cacing tanah, atau bekicot. 

Pada budi daya ikan lele, pakan alami memiliki keunggulan utama, yaitu bahan pakan diperoleh dari lingkungan sehingga harganya relatif jauh lebih murah dibanding dengan pakan ikan konvensional. 

Jenis Pakan Alami Ikan Lele

1. Cacing Sutra (Tubifex)

Cacing sutra merupakan salah satu pakan alami ikan lele yang populer di fase bibit lele atau di fase ikan lele kecil. Karakteristik tubuhnya yang kecil, lunak, dan relatif mudah ditelan menjadikan cacing sutra cocok untuk ikan lele yang belum mampu menelan pakan berukuran besar.

Cacing sutra pun dikenal memiliki kandungan protein relatif tinggi sehingga dapat membantu mendukung pertumbuhan ikan.

Dalam memilih cacing sutra, pilihlah cacing sutra yang berasal dari lingkungan yang bersih dan terhindar dari pencemaran. Sebaiknya cacing sutra tidak diberikan langsung kepada lele. Cuci bersih terlebih dahulu agar kotoran, lumpur, serta organisme yang tidak diinginkan dapat berkurang.

2. Cacing Tanah

Cacing tanah menjadi jenis cacing pakan alami ikan lele yang dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani untuk ikan lele fase dewasa atau sudah cukup besar dan mampu mengonsumsi cacing tanah.

Cacing tanah relatif mudah ditemukan dan dapat dibudidaya sendiri cukup dengan tanah, kotoran hewan, atau bahan organik lainnya sebagai media budi daya. 

Pembudidaya dapat mencari dan memanfaatkan cacing tanah sebagai pakan alami ikan lele yang hidup di lingkungan yang bebas dari pencemaran bahan kimia, seperti pestisida, limbah rumah tangga, oli, atau bahan kimia lainnya.

Sebelum dikonsumsi, cacing tanah dapat dibersihkan dan dicacah terlebih dahulu agar lebih mudah dikonsumsi sehingga tidak banyak bahan pakan yang tersisa di air kolam yang dapat memengaruhi kualitas air.

3. Cacing Darah (Schistosoma)

Masih dari keluarga cacing, cacing darah atau bloodworm dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan lele yang masih di fase bibit atau ikan lele berukuran kecil. Hal tersebut didukung oleh karakteristik cacing darah yang pipih dan teksturnya yang lembut.

Serupa dengan jenis-jenis cacing lainya, cacing darah perlu diperhatikan karena organisme yang dikumpulkan dari lingkungan perairan yang tercemar dapat membawa kontaminan yang berbahaya bagi ikan lele. 

Baca juga: 5 Gejala Keracunan Pada Ikan Yang Wajib Kita Ketahui

4. Kutu Air (Daphnia)

Kutu air atau daphnia merupakan keluarga zooplankton yang sangat cocok dikonsumsi oleh larva atau bibit lele karena ukuran tubuhnya yang kecil sehingga memungkinkan dijadikan pakan tambahan

Kandungan nutrisi yang dikandung oleh kutu air sebagai pakan alami ikan lele dapat membantu memenuhi kebutuhan ikan yang berada di fase awal pertumbuhan dengan skala pertumbuhan yang cepat.

Ukuran tubuh kutu air yang kecil membuatnya lebih relevan diberikan sebagai pakan ikan alami ikan lele untuk bibit alih-alih diberikan untuk lele konsumsi.

5. Moina

Moina merupakan organisme yang tergolong ke dalam kelompok Cladocera dan sering digunakan sebagai pakan alami ikan lele fase larva atau bibit. Moina memiliki tubuh yang relatif kecil sehingga sesuai dengan ukuran bukaan mulut bibit ikan lele.

Moina dapat dikultur dalam wadah khusus sehingga pembudidaya tidak harus selalu mencarinya di lingkungan sekitar. 

Dalam praktiknya, kultur mandiri relatif lebih aman sebab pembudidaya dapat mengontrol lingkungan hidup tempat organisme tersebut berkembang dan pembudidaya pun dapat mengurangi risiko masuknya organisme lain yang dapat mengganggu kualitas air kolam.

6. Larva Nyamuk 

Lele termasuk ke dalam jenis ikan yang memiliki perilaku konsumsi oportunistik yang memungkinkan larva dapat dijadikan sebagai pakan alami ikan lele bersifat tambahan. Larva nyamuk merupakan organisme air berukuran kecil yang cocok dimanfaatkan sebagai bahan pakan tambahan.

Dalam praktiknya, pembudidaya tidak disarankan sengaja membiarkan nyamuk untuk menghasilkan larva. Selain karena kurang praktis, nyamuk dewasa dapat mengganggu lingkungan sekitar budi daya dan berpotensi membawa ancaman masalah kesehatan.

Penggunaan larva nyamuk sebagai pakan alami ikan lele perlu diperhatikan. Pilih larva nyamuk yang bersumber dari lingkungan yang aman dan terkontrol.

Baca juga: Mengapa Kualitas Pakan Ikan Penting bagi Budi Daya Akuakultur? Ini Jawabannya!

7. Maggot Lalat Tentara Hitam (BSF)

Maggot BSF atau Black Soldier Fly merupakan salah satu alternatif pakan alami ikan lele bersifat tambahan yang belakangan ini banyak dimanfaatkan oleh pembudidaya ikan. Jenis larva serangga tersebut memiliki kandungan protein dan lemak cukup tinggi serta dapat dibudidaya sendiri.

Sebagai bahan pakan alami ikan lele, maggot dapat diberikan dalam bentuk masih segar ataupun dalam bentuk olahan. Pemanfaatan maggot sebagai pakan lele sebaiknya dikombinasi secara seimbang sebab kebutuhan nutrisi ikan lele tidak hanya ditentukan dari protein saja.

8. Keong atau Siput Air 

Keong atau siput air dengan spesifikasi tertentu dapat dijadikan sebagai pakan alami ikan lele sebagai sumber protein hewani tambahan sebab dagingnya dapat dimakan oleh ikan lele berukuran besar.

Tingkat pertumbuhannya yang tinggi menjadi keunggulan tersendiri bagi keong. Keong hidup menyebar di lingkungan pertanian sehingga mudah menemukannya. Namun, pembudidaya harus menaruh perhatian terhadap keong yang terkontaminasi pestisida atau bahan kimia pertanian.

Sebelum dimanfaatkan untuk pakan ikan lele, keong sebaiknya dibersihkan dan diolah terlebih dahulu. Pisahkan daging dengan cangkak kemudian cincang dagingnya agar lebih mudah dikonsumsi.

9. Bekicot 

Untuk ikan lele dengan ukuran yang cukup besar, bekicot menjadi bahan pakan alami tambahan yang cocok untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein. 

Bekicot menjadi salah satu pakan alami ikan lele yang unggul karena mudah dijumpai di sekitar lingkungan sekitar pekarangan rumah. Bekicot yang ingin diolah sebagai pakan ikan lele sebaiknya dibersihkan kemudian daging bekicot dicincang menyesuaikan ukuran bukaan mulut lele.

Pilihlah bekicot yang berasal dari lingkungan yang bersih tanpa kemungkinan pencemaran bahan kimia. Waspada terhadap bekicot yang hidup di lingkungan pertanian atau perkebunan yang terpapar oleh pestisida.

10. Larva Serangga

Selain maggot BSF, jenis larva serangga lain pun dapat dikonsumsi, seperti larva lalat rumah, larva bloodworm, larva mealworm, ataupun larva kelompok Diptera lainnya, yang berasal dari lingkungan yang aman, tidak beracun, atau tercemar.

Pada dasarnya, ikan lele memang merupakan jenis ikan yang fleksibel sehingga memungkinkan mengonsumsi berbagai organisme hewani. Namun, pembudidaya harus tetap menaruh perhatian dalam memilih larva. Perhatikan asal-usulnya untuk menghindari risiko serangan penyakit.

Baca juga: Produk Pakan Ikan Fermentasi, Ini 5 Keunggulannya!

Risiko Pemberian Pakan Alami bagi Ikan Lele

Meskipun memiliki keunggulan dari sisi ekonomi, pemberian pakan alami untuk ikan lele bukan berarti tidak berisiko. Salah satu risiko terbesar dari pemberian pakan alami ikan lele adalah munculnya bibit penyakit dan organisme pengganggu ke dalam kolam. 

Organisme yang dibawa dari alam berisiko terkontaminasi oleh bakteri, virus, jamur, parasit, atau organisme lainnya yang masuk ke lingkungan budi daya. Risiko makin diperparah ketika organisme alami dibawa dari selokan, sungai tercemar, genangan limbah, atau lokasi dengan kualitas air buruk.

Kontaminasi bahan kimia menjadi risiko yang dapat terjadi saat memanfaatkan bahan baku pakan alami ikan lele. Bekicot, keong, cacing, maupun larva serangga dapat terpapar oleh bahan pencemar lingkungan, seperti dari lingkungan pertanian atau perkebunan yang aktif menggunakan pestisida.

Risiko lainnya timbul dari permasalahan kualitas air. Sisa pakan alami, seperti sisa cacing, potongan daging bekicot atau siput, bangkai larva, atau jenis organisme lainnya yang tidak termakan akan mengalami dekomposisi. 

Proses dekomposisi dapat meningkatkan beban bahan organik dan pada akhirnya dibutuhkan kadar oksigen lebih untuk mikroorganisme dalam proses penguraian. Dampaknya adalah kadar oksigen terlarut dapat menurun dan konsentrasi senyawa amonia dapat meningkat.

Apakah Pakan Alami Ikan Lele Layak?

Pakan alami ikan lele sangat unggul dari segi efisiensi anggaran produksi dan tingkat proteinnya yang cukup tinggi sehingga layak untuk diberikan kepada ikan lele. 

Pakan alami lebih menguntungkan ketika pembudidaya dapat memperoleh organisme dari lingkungan yang aman atau ketika pembudidaya dapat memproduksi sendiri dengan mempertimbangkan kebersihan media pertumbuhan, menyesuaikan dengan kebutuhan ikan, serta mengatur jumlah pemberiannya.

Pemberian pakan alami untuk ikan lele tentu harus mempertimbangkan risiko yang ada. Harga pakan alami yang murah tidak menghindari pengeluaran anggaran untuk menanggung risiko ikan lele yang terjangkit penyakit atau kualitas air kolam yang memburuk. 

Saat ini, sedikit sulit menemukan lingkungan bersih dan aman dari pencemaran lingkungan. Risiko kontaminasi bahan pakan alami terhadap organisme yang tidak diinginkan lebih mudah terjadi di kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Untuk menghindari risiko-risiko buruk yang dapat merugikan budi daya. Pemanfaatan pakan ikan fermentasi menjadi solusinya. Berbeda dengan pakan ikan konvensional, pakan ikan fermentasi melewati proses fermentasi dengan bakteri-bakteri baik dengan memanfaatkan limbah organik.

Vitoma ANGPHOT menjadi salah satu produk pakan ikan fermentasi dengan harga jual jauh lebih murah 7–10% dibanding dengan pakan ikan konvensional biasa sebab memanfaatkan limbah organik dan bakteri probiotik sebagai bahan baku utama.

Produk pakan ikan tinggi protein Vitoma ANGPHOT dapat kamu miliki dengan mengunjungi toko resmi kami sekarang. Selamat mencoba produk ANGPHOT dengan harga yang menarik!

Vitoma untuk pakan lele dan ikan ikan air tawar lainnya

Beli Pakan Ikan Organik VITOMA di Official Store ANGPHOT!

Facebook Comments Box
Scroll to Top